Perbedaan Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) Dengan Model Pembelajaran Konvensional Pada Mata Pelajaran Instalasi Penerangan Listrik

Karlin Kurniati, - (2018) Perbedaan Model Pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) Dengan Model Pembelajaran Konvensional Pada Mata Pelajaran Instalasi Penerangan Listrik. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_TE_1404793_Title.pdf

Download (12kB)
[img] Text
S_TE_1404793_Abstract.pdf

Download (140kB)
[img] Text
S_TE_1404793_Table_of_content.pdf

Download (74kB)
[img] Text
S_TE_1404793_Chapter1.pdf

Download (121kB)
[img] Text
S_TE_1404793_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (148kB)
[img] Text
S_TE_1404793_Chapter3.pdf

Download (413kB)
[img] Text
S_TE_1404793_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (537kB)
[img] Text
S_TE_1404793_Chapter5.pdf

Download (56kB)
[img] Text
S_TE_1404793_Bibliography.pdf

Download (58kB)
Official URL: http://www.repository.upi.edu

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran contextual teaching learning (CTL) dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Latar belakang dilaksanakannya penelitian ini adalah rendahnya hasil UAS siswa pada mata pelajaran instalasi penerangan listrik dan tidak mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditentukan oleh sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kuantitatif dengan desain quasi eksperimentalnonequivalent control group. Pada desain ini, data didapatkan dari dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Temuan hasil penelitian adalah terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran CTL dengan yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Perbedaan hasil belajar pada ranah kognitif dibuktikan dengan gain kelompok eksperimen sebesar 82% dengan nilai rata-rata post-test 85,9 yaitu di atas KKM dan gain kelompok kontrol 78% dengan nilai rata-rata post-test 80,3, diatas KKM. Selain itu, dibuktikan juga dengan uji hipotesis dua pihak. Uji tersebut diperoleh nilai thitung = 15,16 lebih besar dari ttabel = 2,021, ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang menggunakan model pembelajaran CTL dengan yang menggunakan model pembelajaran konvensional pada ranah kognitif. Pada ranah afektif dibuktikan dengan nilai rata-rata hasil belajar untuk kelompok eksperimen sebesar = 83,70 dan untuk kelompok kontrol didapatkan nilai sebesar = 81,14. Ranah afektif tersebuat keduanya diatas KKM. Selanjutnya pada ranah psikomotor, rata-rata hasil belajar siswa untuk kelompok eksperimen sebesar 84,94, dan untuk kelompok kontrol didapatkan nilai sebesar 81,89. Pada ranah psikomotor pun keduanya di atas KKM.;---Abstract - This study aims to determine differences in student learning outcomes using the contextual teaching-learning(CTL) learning model with students using conventional learning models in the cognitive, affective, and psychomotor domains. The background of the implementation of this study was the low results of students' UAS on subjects of electric lighting installation and did not reach the minimum completeness criteria (KKM) determined by the school.The sample of this study were all students of class XI Electric Power Installation Engineering 1 and 2 at SMK Bhakti PUSDIKPAL as many as 27 students and 22 students. The method used in the study is quantitative with the designexperimental quasi-nonequivalent control group. In this design, data is obtained from two groups, namely the control group and the experimental group.The findings of the research result are that there are differences in learning outcomes of students who use CTL learning models with those using conventional learning models. The difference in learning outcomes in the cognitive domain is evidenced by gainthe experimental groups of 82% with an average post-test score of 85.9 ie above the KKM and gain the control group of 78% with an average post-test score of 80.3, above the KKM. In addition, it is also proven by testing the two-party hypothesis. The test has obtained the value of count = 15.16 is greater than table= 2.021, this shows that there are differences in learning outcomes that use CTL learning models with those using conventional learning models in the cognitive domain. In the affective domain, it is proven by the average value of learning outcomes for the experimental group = 83.70 and for the control group the value is = 81.14. The affective domain is both above the KKM. Furthermore, in the psychomotor domain, the average student learning outcomes for the experimental group amounted to 84.94, and for the control group obtained a value of 81.89. In the psychomotor domain, both of them are over KKM.

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil : S TE KAR p-2018; Nama Pembingbing : I. Elih Mulyana II. Hasbullah; NIM : 1404793;
Uncontrolled Keywords: Model pembelajaran CTL, Hasil Belajar, Kognitif, Afektif, Psikomotor, CTL Model, Learning Outcomes, Cognitive, Affective, Psychomotor.
Subjects: L Education > L Education (General)
T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions: Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan > Jurusan Pendidikan Teknik Elektro
Depositing User: Ryan Taufiq Qurrohman
Date Deposited: 13 Feb 2020 09:10
Last Modified: 13 Feb 2020 09:10
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/46650

Actions (login required)

View Item View Item