KEMAMPUAN GURU PKn DALAM MENERAPKAN PENILAIAN AUTENTIK DI MADRASAH ALIYAH KARAWANG:(Studi Kasus pada MAN Cilamaya Karawang)

Nurajizah, Ilis (2016) KEMAMPUAN GURU PKn DALAM MENERAPKAN PENILAIAN AUTENTIK DI MADRASAH ALIYAH KARAWANG:(Studi Kasus pada MAN Cilamaya Karawang). S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
T_PKN_1302415_Title.pdf

Download (753kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_PKN_1302415_Abstract.pdf

Download (390kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_PKN_1302415_Table_of_content.pdf

Download (352kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_PKN_1302415_Chapter 1.pdf

Download (242kB) | Preview
[img] Text
T_PKN_1302415_Chapter 2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (558kB)
[img]
Preview
Text
T_PKN_1302415_Chapter 3.pdf

Download (445kB) | Preview
[img] Text
T_PKN_1302415_Chapter 4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (2MB)
[img]
Preview
Text
T_PKN_1302415_Chapter 5.pdf

Download (63kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_PKN_1302415_Bibliography.pdf

Download (181kB) | Preview
[img] Text
T_PKN_1302415_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (6MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keadaan sebagian guru di Madrasah Aliyah yang masih menggunakan penilaian tradisional dalam pembelajaran di dalam kelas. Kurikulum 2013 telah memberikan pembaharuan dalam penilaian pembelajaran yaitu dengan penilaian autentik. Penerapan kurikulum 2013 yang relatif masih baru pada Madrasah Aliyah membuat kurang optimalnya kemampuan guru dalam menerapkan penilaian autentik di kelas. Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi tentang kemampuan guru PKn dalam menerapkan penilaian autentik di Madrasah Aliyah Karawang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Proses pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara yaitu observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Lokasi penelitian yang dijadikan studi kasus adalah Madrasah Aliyah Negeri Cilamaya Karawang. Subyek penelitian adalah guru PKn, Kepala Madrasah dan Siswa. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) Pemahaman guru PKn terhadap penilaian autentik sudah cukup baik. Namun guru kurang paham dalam teknik dan instrumen penilaian. Hal ini disebabkan beragamnya teknik dan instrumen penilaian, kurangnya pelatihan, penerapan kurikulum yang masih baru, pola pikir guru yang sulit diubah, serta keengganan mempelajari penilaian autentik; 2) Guru sudah mampu merancang penilaian autentik dengan menganalisa kompetensi dasar, menelaah materi, menentukan kriteria yang akan dinilai, membuat dan mengembangkan instrumen penilaian yang bisa diambil dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. 3) Kemampuan guru PKn dalam menerapkan penilaian autentik belumlah optimal. Beberapa teknik seperti penilaian diri, penilaian antar teman, penilaian kinerja, tes tulis dan penugasan sudah dilakukan. Dalam melakukan observasi, guru belum menyiapkan rubriknya, catatan jurnal/anekdot belum dilakukan, tes lisan dilakukan seadanya, portofolio belum dilakukan; 4) Guru PKn masih membutuhkan waktu dan tenaga serta bantuan dari pihak lain untuk mengolah penilaian autentik karena banyaknya tahapan pengolahan nilai yang harus dilakukan. Penggunaan komputer belum dilaksanakan secara optimal. Hal ini disebabkan belum ada penyeragaman softcopy pengolahan nilai untuk kurikulum 2013; 5) Kendala yang ditemui guru PKn adalah belum tersedianya buku penilaian autentik untuk guru, kurangnya pelatihan, terlalu banyak rubrik yang harus dibuat, waktu pengolahan yang sempit, biaya yang banyak. Sedangkan upaya yang dilakukan guru PKn dalam mengatasi kendala yang ditemui dalam menerapkan penilaian autentik adalah dengan menghemat pengeluaran, meminta bantuan sekolah untuk mengganti pengeluaran, mencari waktu luang untuk mengolah penilaian, meminta bantuan siswa, dan belajar lebih dalam lagi tentang penilaian autentik. Kata kunci : Kemampuan Guru, Pendidikan Kewarganegaraan, Penilaian Autentik   This research is based on the situations of some teachers in Islamic Senior High School who still use traditional assessment in the classroom. Curriculum 2013 has provided the renewal of learning assessment that is the authentic assessment. Curriculum 2013 implementation is still relatively new in Islamic Senior High School therefore it makes less optimal competences of teachers to implement authentic assessment in the classroom. This study aims to obtain information about the competency of Civics teacher to implement authentic assessment at Islamic Senior High School in Karawang. The approach used in this study is a qualitative study with case study method. The process of data collection is carried on by three ways: observation, interview and documentation study. The research location that used in this case study is the Islamic Senior High School in Karawang. The subjects of this research are the Civics teachers, the Principal and students. It can be concluded that 1) the Civics teacher’s understandings of the authentic assessment is quite good. However, teachers do not understand the techniques and instruments. This because the variety of them, lack of trainings, the implementation of the curriculum that still new, the teacher mindset that hard to change, and the reluctance to study the authentic assessment ; 2) In designing authentic assessment, the teachers are already doing the right steps to make planning the implementation of learning, over seeing the subject material, core competencies and create assessment instruments; 3) Civics teachers competency in implementing authentic assessment is not quite optimal. In doing observation, the teacher did not prepare the rubrics, journal/anecdotes has not been done, the oral test is done in a scratch way, project and portfolio assessment has not been carried out; 4) Teachers still need time, effort, and the assistance from others to process the outcome of those assessments. As a researcher I offer recommendation for the need of training for teachers Islamic Senior High School, particularly about authentic assessment and computer operations and also the availability of special softcopy of the assessment that much simpler and easier; 5) Civics teacher obstacles encountered is the absence of assessment guidelines provided by the school, lack of training, too many rubrics to be made, a narrow processing time, and expensive costs. While the efforts of Civics teachers in overcoming the obstacles encountered in implementing authentic assessment is to save the cost, ask for schools help to replace expenses, prepare the extra time to prepare the assessment, ask the help of the students, and learn some more about authentic assessment Keywords: Teacher’s Competences, Civic Education, Authentic Assessment

Item Type: Thesis (S2)
Additional Information: No. Panggil: T_PKN_NUR k-2016; Pembimbing : I. Kokom Komalasari
Uncontrolled Keywords: Kemampuan Guru, Pendidikan Kewarganegaraan, Penilaian Autentik
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
J Political Science > JS Local government Municipal government
L Education > L Education (General)
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Kewarganegaraan S-2
Depositing User: Mr. Cahya Mulyana
Date Deposited: 29 May 2017 04:54
Last Modified: 29 May 2017 04:54
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/23358

Actions (login required)

View Item View Item