LES INTELLIGENCES MULTIPLES DANS LE MAG' 1 ET LE CADRE EUROPEEN COMMUN DE REFERENCES POUR LES LANGUES (CECRL)

Chotimah, Irma Nurul (2009) LES INTELLIGENCES MULTIPLES DANS LE MAG' 1 ET LE CADRE EUROPEEN COMMUN DE REFERENCES POUR LES LANGUES (CECRL). S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
t_bprc_0708200_table_of_content(1).pdf

Download (249kB) | Preview
[img]
Preview
Text
t_bprc_0708200_chapter1(1).pdf

Download (266kB) | Preview
[img] Text
t_bprc_0708200_chapter2(1).pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (882kB)
[img]
Preview
Text
t_bprc_0708200_chapter3(1).pdf

Download (264kB) | Preview
[img] Text
t_bprc_0708200_chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
t_bprc_0708200_chapter5(1).pdf

Download (264kB) | Preview
[img]
Preview
Text
t_bprc_0708200_bibliography.pdf

Download (283kB) | Preview
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Teori Kecerdasan Majemuk terus menarik perhatian para praktisi dunia pendidikan, termasuk di antaranya dalam bidang pengajaran bahasa asing. Akan tetapi, studi pustaka menunjukkan belum adanya sebuah teori yang dapat menghubungkan teori ini dengan proses pembelajaran bahasa asing (L2). Tesis ini menganalisa hubungan antara Acuan Kerangka Eropa Bersama untuk Bahasa (CECRL) dan teori Kecerdasan Majemuk. Untuk itu, kami memilih buku ajar yang digunakan di sekolah-sekolah menengah di Indonesia. Buku ajar ini, le Mag’, mengikuti acuan kerangka CECRL tersebut. Peneliti menganalisis profil kecerdasan yang diberikan oleh setiap kegiatan di dalam buku tersebut untuk melihat bagaimana kegiatan-kegiatan yang terdapat di dalamnya dapat membantu meningkatkan karakter-karakter yang terdapat pada setiap pembelajar. Di samping itu, tesis ini meneliti pendekatan yang dilakukan CECRL agar pembelajar dapat mencapai tingkat-tingkat kemahiran bahasa yang sudah ditetapkan dalam kerangka tersebut dan bagaimana CECRL membantu mendorong pencapaian ini. Selanjutnya, tesis ini mencari bagian pendekatan ini yang dapat memanfaatkan karakter-karakter khas si pembelajar, dalam hal ini kecerdasan-kecerdasan yang mencirikannya. Penelitian ini menunjukkan hanya ada tujuh kecerdasan yang disajikan buku ajar; kecerdasan naturalist tidak terdapat di dalamnya. Selain itu, kecerdasan kinestetis hanya banyak digunakan dalam satu unit. Sementara dalam unit-unit lain, kecerdasan kinestetis ini kurang begitu diperhatikan. Kecerdasan-kecerdasan yang paling dominan adalah kecerdasan linguistic, kecerdasan spasial, kecerdasan interpersonal, dan kecerdasan intrapersonal. Hasil ini sama dengan yang ditemukan oleh de Lima Borhello (2003) dalam tesis masternya. Sifat utama dari CECRL adalah diakuinya adanya sifat lintas budaya yang dapat menjadi penghalang/pendorong pembelajaran bahasa. CECRL menghargai pengalaman yang dimiliki pembelajar baik itu dari segi akademis maupun profesional dari manapun dia berasal. Tentunya hal ini sesuai dengan sifat dari teori kecerdasan majemuk itu sendiri. Pembelajaran secara otonomi juga sangat didorong ; pembelajar bebas menentukan dan mencari tahu cara-cara yang paling efektif untuk belajar sesuai dengan kemampuannya. Guru hanyalah seorang mediator supaya pembelajar dapat mencapai tujuannya. Peneliti melihat adanya hubungan antara CECRL, teori kecerdasan majemuk dan buku ajar yang digunakan. Pendekatan yang diterapkan CECRL, meskipun CECRL tidak menginginkan disebut sebagai sebuah pendekatan pembelajaran bahasa, membantu meningkatkan kecerdasan majemuk setiap pembelajar, kecerdasan sendiri diartikan sebagai sesuatu yang tidak konstan. Di sisi lain, pemahaman adanya kecerdsasan majemuk dan penerapannya dalam pengajaran dan pembelajaran L2 dapat membantu pembelajar mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan CECRL. Buku ajar bersifat menerjemahkan tujuan-tujuan yang ditetapkan kedua belah pihak : CECRL dan pembelajar dengan karakter uniknya. Eksploitasi lebih lanjut akan lebih membantu pembelajar. La théorie de l’Intelligence Multiple continue à intéresser les professionnels de monde d’éducation, y inclut celui de l’enseignement de langue étrangère. L’étude bibliographique cependant montre que l’on ne peut pas encore trouver un lien entre cette théorie et l’apprentissage de langue étrangère (L2). Ce mémoire analyse la relevance entre le Cadre Européen Commun de Référence pour les langues et la théorie de l’Intelligence Multiple. À cette fin, il prend comme échantillon un manuel utilisé dans des lycées indonésiens. Ce manuel, le Mag’, suit les recommandations du CECRL. Il identifie les profils d’intelligences de chaque activité proposée par le manuel afin de savoir comment ces activités peuvent aider à promouvoir les caractères uniques des apprenants selon leur profil. D’autre part, il cherche à identifier dans le CECRL les approches qu’il retient pour que les apprenants puissent atteindre les niveaux décrits et comment il avance pour atteindre ces objectifs. Par la suite, il cherche à savoir lesquelles parmi ces approches apprécier les caractères, donc les intelligences, de chaque apprenant.

Item Type: Skripsi Tesis Atau Disertasi (S2)
Additional Information: Nomor Panggil TBPRC CHO l-2009
Uncontrolled Keywords: INTELLIGENCES MULTIPLES DANS LE MAG' 1
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Bahasa Perancis S-2
Depositing User: Mr. Tri Agung
Date Deposited: 01 Jul 2014 04:21
Last Modified: 01 Jul 2014 04:21
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/9280

Actions (login required)

View Item View Item