PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING

Uswatunnisa, - (2019) PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
FPTK_S_TE_1203991_Title.pdf

Download (301kB)
[img] Text
FPTK_S_TE_1203991_Table_of_Content.pdf

Download (552kB)
[img] Text
FPTK_S_TE_1203991_Abstrak.pdf

Download (587kB)
[img] Text
FPTK_S_TE_1203991_Chapter1.pdf

Download (395kB)
[img] Text
FPTK_S_TE_1203991_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (710kB)
[img] Text
FPTK_S_TE_1203991_Chapter3.pdf

Download (977kB)
[img] Text
FPTK_S_TE_1203991_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (940kB)
[img] Text
FPTK_S_TE_1203991_Chapter5.pdf

Download (431kB)
[img] Text
FPTK_S_TE_1203991_Bibllography.pdf

Download (356kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terkendalanya model pembelajaran yang digunakan sebelumnya yaitu problem solving, salah satunya adalah sikap siswa pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung terlihat pasif, siswa hanya mendengarkan, dan mencatat pokok bahasan yang disampaikan kemudian mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Dari kendala tersebut diperlukan model pembelajaran alternative yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital khususnya pada materi komunikasi sinkron dan asinkron di SMK Negeri 4 Bandung. Model pembelajaran sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan model pembelajaran problem solving pada mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital pada ranah kognitif, afektif dan psikomotor.. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan Quasi Experimental Design. Bentuk desain quasi eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nonequivalent Control Group Design. Penelitian dilakukan dengan memberikan dua perlakuan yang berbeda terhadap dua kelompok siswa. Pertama, kelompok siswa kelas eksperimen mendapatkan pengajaran menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan pendekatan kontekstual. Kedua, kelompok siswa kelas kontrol mendapatkan pengajaran menggunakan model pembelajaran problem solving. Pengukuran hasil belajar dilakukan dengan menggunakan instrument pada ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan model pembelajaran problem solving. Hal ini diketahui dari nilai N-Gain pada kelas eksperimen sebesar 0,50 atau 50% dan pada kelas kontrol sebesar 0,33 atau 33%. Untuk ranah afektif dan psikomotor pada kelas eksperimen rata-rata nilai yang didapat sebesar 78,41 dan 76,21 dengan kategori baik, sedangkan pada kelas kontrol rata-rata nilai yang didapat sebesar 73,74 dan 73,7 dengan kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian terbukti model pembelajaran inkuiri lebih baik daripada model pembelajaran problem solving;---This research is motivated by the constraints of the learning model that was used previously, namely problem solving, one of which is the attitude of students when learning activities take place passively, students only listen, and note the subject presented then work on the tasks given. From these constraints, an effective alternative learning model is needed to improve learning outcomes in Digital Simulation and Communication subjects, especially in synchronous and asynchronous communication material at SMK Negeri 4 Bandung. The learning model is very influential on student learning outcomes. The purpose of this study was to find out how differences in student learning outcomes using inquiry learning models with problem solving learning models in Digital Simulation and Communication subjects in the cognitive, affective and psychomotor domains. The research method used was quantitative methods with Quasi Experimental Design. The quasi-experimental design used in this study is Nonequivalent Control Group Design. The study was conducted by giving two different treatments to two groups of students. First, the experimental class students get teaching using the inquiry learning model with a contextual approach. Second, the control group students get teaching using problem solving learning models. Measurement of learning outcomes is done by using instruments in the cognitive, affective and psychomotor domains. The results of the study showed that there were differences in student learning outcomes using inquiry learning models with problem solving learning models. This is known from the N-Gain value in the experimental class of 0.50 or 50% and in the control class of 0.33 or 33%. For the affective and psychomotor domains in the experimental class the average value obtained is 78.41 and 76.21 with good categories, while in the control class the average value obtained is 73.74 and 73.7 in the good category. From the research analysis results, it has been proved that the inquiry learning model is better than the problem solving learning model.

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil :S_TE_USW p-2019; Nama Pembimbing : I.Dr.Enjang Akhmad, II.Arjuni; NIM :1203991;
Uncontrolled Keywords: Inquiry Learning Model, Problem Solving Learning Model, Synchronous and Asynchronous Communication;---Model Pembelajaran Inkuiri, Model Pembelajaran Problem Solving, Komunikasi Sinkron dan Asinkron
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan > Jurusan Pendidikan Teknik Elektro
Depositing User: Ryan Taufiq Qurrohman
Date Deposited: 12 Mar 2020 07:57
Last Modified: 12 Mar 2020 07:57
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/47868

Actions (login required)

View Item View Item