RELEVANSI KURIKULUM FISIKA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) DENGAN KEBUTUHAN KOMPETENSI UNTUK STUDI LANJUT DI BIDANG TEKNIK

Giri Sena Gautama, - (2019) RELEVANSI KURIKULUM FISIKA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) DENGAN KEBUTUHAN KOMPETENSI UNTUK STUDI LANJUT DI BIDANG TEKNIK. S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
T_PK_1502278_ Title.pdf

Download (382kB)
[img] Text
T_PK_1502278_ Chapter1.pdf

Download (192kB)
[img] Text
T_PK_1502278_ Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (673kB)
[img] Text
T_PK_1502278_ Chapter3.pdf

Download (272kB)
[img] Text
T_PK_1502278_ Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (335kB)
[img] Text
T_PK_1502278_ Chapter5.pdf

Download (143kB)
[img] Text
T_PK_1502278_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (3MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

RELEVANSI KURIKULUM FISIKA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) DENGAN KEBUTUHAN KOMPETENSI UNTUK STUDI LANJUT DI BIDANG TEKNIK Giri Sena Gautama Pengembangan Kurikulum Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia Abstrak : Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta belajar untuk bekerja dalam bidang tertentu. Siswa SMK harus diberikan bekal pengetahuan yang luas agar dapat bekerja sesuai bidangnya ataupun melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi untuk mencapai bidang dan keahlian terapan tertentu, dalam ruang lingkup pendidikan vokasi. Hal ini dapat dicapai salah satunya dengan menguasai teknologi berbasis ilmu pengetahuan (science). Dalam mencapai kualifikasi teknik, pembelajaran vokasi ditekankan dalam penguasaan keterampilan teknik dan pengetahuan sebagai syarat pekerjaan tingkat menengah. Selain itu, memberikan penekanan yang lebih besar pada theoretical preparation. Prioritas pada pembelajaran teoritis dan akademik di sekolah, diatur dan disiapkan dalam pelatihan praktik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui relevansi Kurikulum Fisika SMK dengan kebutuhan kompetensi untuk melanjutkan pendidikan, terutama dalam bidang vokasi yang serumpun. Relevansi tersebut berkaitan dengan evaluasi komponen utama kurikulum, dalam bentuk ide, rencana, kegiatan dan membandingkan hasil yang telah dicapai dengan kebutuhan. Penelitian ini menggunakan metode evaluasi CIPP (Context, Input, Process dan Product) dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan mendeskripsikan relevansi kurikulum Fisika SMK dengan kebutuhan kompetensi untuk studi lanjut di bidang teknik. Model evaluasi CIPP dipilih karena model ini mengukur secara komprehensif tentang sebuah kurikulum.. Kriteria relevansi konteks dalam penelitian ini meliputi tujuan dan fungsi mata pelajaran Fisika SMK, guru Fisika SMK, siswa SMK, dan sarana dan prasarana pembelajaran Fisika SMK. Kriteria relevansi input meliputi Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Fisika SMK, capaian pembelajaran, komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), sarana pembelajaran, dan materi pembelajaran. Kriteria relevansi proses meliputi standar proses pembelajaran, keterampilan mengajar guru, interaksi guru dalam pembelajaran, interaksi siswa dalam proses pembelajaran, dan peran guru. Kriteria relevansi produk meliputi dimensi capaian pembelajaran, capaian hasil pembelajaran, dan kesesuaian hasil kurikulum. Data diperoleh melalui berbagai jenis instrumen meliputi wawancara, studi dokumen, dan observasi. Hasil penelitian secara umum menjelaskan bahwa dalam setiap aspek kurikulum fisika relevan dengan kebutuhan kompetensi untuk studi lanjut di bidang teknik. Namun terdapat ketidakrelevanan pada sarana dan prasarana, capaian pembelajaran peserta didik, dan materi pembelajaran fisika. RELEVANCE OF CURRICULUM PHYSICS IN VOCATIONAL HIGH SCHOOL WITH COMPETENCE NEEDS FOR FURTHER STUDIES IN THE ENGINEERING Giri Sena Gautama Curriculum Development Postgraduate of Indonesian University of Education Abstract: Vocational education is secondary education which prepares participants to work in certain fields. Vocational students must be provided with extensive knowledge in order to work according to their fields or continue their higher education to achieve certain fields and applied expertise, within the scope of vocational education. This can be achieved one of them by mastering science-based technology. In achieving technical qualifications, vocational learning is emphasized in the mastery of technical skills and knowledge as a secondary level job requirement. In addition, it places greater emphasis on theoretical preparation. Priority on theoretical and academic learning in schools, arranged and prepared in practical training. This study was conducted to determine the relevance of the VHS Physics Curriculum with the competency requirements for continuing education, especially in the allied vocational field. Relevance is related to evaluating the main components of the curriculum, in the form of ideas, plans, activities and comparing the results achieved with needs. This study uses the CIPP (Context, Input, Process and Product) evaluation method with a qualitative approach aimed at describing the relevance of the VHS Physics curriculum with the competency requirements for further study in engineering. The CIPP evaluation model was chosen because this model measures comprehensively about a curriculum. Criteria of context relevance in this study include the objectives and functions of Vocational Physics subjects, Vocational Physics teachers, Vocational students, and Vocational Physics learning facilities and infrastructure. Input relevance criteria include Basic Vocational Physics Subject Competencies, learning outcomes, components of the Learning Implementation Plan (LIP), learning tools, and learning materials. The process relevance criteria include standard learning processes, teacher teaching skills, teacher interaction in learning, student interaction in the learning process, and the teacher's role. The product relevance criteria include dimensions of learning outcomes, learning outcomes, and the suitability of curriculum results. Data obtained through various types of instruments including interviews, document studies, and observations. The results of the study generally explained that in every aspect of the physics curriculum was relevant to the competency requirements for further study in engineering. But there are irrelevances in facilities and infrastructure, student learning outcomes, and physics learning materials.

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S2)
Subjects: L Education > L Education (General)
L Education > LB Theory and practice of education > LB2361 Curriculum
Q Science > QC Physics
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pengembangan Kurikulum S-2
Depositing User: Giri Sena Gautama
Date Deposited: 27 Apr 2020 02:48
Last Modified: 27 Apr 2020 02:48
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/42208

Actions (login required)

View Item View Item