PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DIPADUKAN DENGAN STRATEGI PEMECAHAN MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA MATERI SUHU DAN KALOR

Lumbantobing, Septina Severina (2015) PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DIPADUKAN DENGAN STRATEGI PEMECAHAN MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA MATERI SUHU DAN KALOR. S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_FIS_1201466_Title.pdf

Download (234kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_FIS_1201466_Abstract.pdf

Download (357kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_FIS_1201466_Table_of_content.pdf

Download (234kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_FIS_1201466_Chapter1.pdf

Download (314kB) | Preview
[img] Text
S_FIS_1201466_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (603kB)
[img]
Preview
Text
S_FIS_1201466_Chapter3.pdf

Download (759kB) | Preview
[img] Text
S_FIS_1201466_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (523kB)
[img]
Preview
Text
S_FIS_1201466_Chapter5.pdf

Download (186kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_FIS_1201466_Bibliography.pdf

Download (324kB) | Preview
[img] Text
S_FIS_1201466_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (482kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang perbedaan peningkatan kemampuan kognitif dan kemampuan pemecahan masalah siswa, antara siswa yang mendapatkan pembelajaran fisika dengan model inkuiri terbimbing dipadukan dengan strategi pemecahan masalah dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran fisika dengan model inkuiri terbimbing tanpa strategi pemecahan masalah, serta memperoleh gambaran mengenai hubungan kemampuan kognitif dengan kemampuan pemecahan masalah pada siswa yang mendapatkan pembelajaran fisika dengan model inkuiri terbimbing dipadukan dengan strategi pemecahan masalah.Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen semu dengan desain randomized control group pretest – posttest design. Populasinya adalah seluruh siswa kelas X pada salah satu SMA di Kota Bandung. Sampel sebanyak dua kelas yang dipilih secara cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata gain yang dinormalisasi <g> untuk kemampuan kognitif pada kelas eksperimen sebesar 0,74 yang memenuhi kriteria tinggi, dan pada kelas control sebesar 0,44 yang memenuhi kriteria sedang. Sedangkan, skor rata-rata gain yang dinormalisasi <g> untuk pemecahan masalah pada kelas eksperimen sebesar 0,50 yang memenuhi kriteria sedang, dan pada kelas control sebesar 0,24 yang memenuhi kriteria rendah. Berdasarkan uji beda rata-rata, pada taraf kepercayaan 95%, hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing dipadukan dengan strategi pemecahan masalah, secara signifikan dapat lebih meningkatkan kemampuan kognitifdan kemampuan pemecahan masalah siswa dibandingkan model pembelajaran inkuiri terbimbing tanpa strategi pemecahan masalah. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang cukup kuat dan signifikan antara kemampuan kognitif dengan kemampuan pemecahan masalah siswa dengan nilai korelasi sebesar 0,46 -------- The purpose of this study was to determine the differencebetween the “guided inquiry” instructional model combined with problem solving strategyand the “guide inquiry” instructional model without problem solving strategy in improving the students cognitive abilities and problem solving skills, and also to determine the correlation between problem solving skillsand the cognitive abilities inthe “guided inquiry” instructional model using the problem solving strategy.The study was conducted using a quasi-experimental with randomized control group pretest - posttest design. The population were all of students in grades in one of the senior high schools in Bandung. Samples were all students inX grade wereselectedby cluster sampling. The results showed that the average normalized gain scores <g> of cognitive abilities in experiment class was 0.74 with the high criteria, and in control class was 0.44 with the medium criteria. The average scores are normalized gain <g> of problem solving skills in experiment class was 0.50 with the medium criteria, and in control class was 0.24 with the low criteria. Based on the different test of the average, at 95% confidence level (0.050) the results of the study indicate that the “guided inquiry” instructional model using problem solving strategy more significantly improves students' cognitive abilities and problem solving skills than the “guided inquiry” instructional model without problem solving strategy.In addition, there was a strong and significant correlation between problem solving skills and cognitive abilities with the correlation score of 0,46.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S2)
Additional Information: No. panggil: S FIS LUM p-2015; Pembimbing: I. Ida Hamidah, II. Selly Feranie
Uncontrolled Keywords: guided inquiry instructional model, problem solving strategy,cognitive abilities, problem solving skills, model pembelajaran inkuiri terbimbing, strategi pemecahan masalah, kemampuan kognitif, kemampuan pemecahan masalah
Subjects: L Education > L Education (General)
Q Science > QC Physics
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan IPA S-2
Depositing User: Mrs. Santi Santika
Date Deposited: 28 Aug 2017 07:40
Last Modified: 28 Aug 2017 07:42
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/25302

Actions (login required)

View Item View Item