MENINGKATKAN KEPEMIMPINAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS MELALUI STRATEGI MODELING TEMAN SEBAYA

Qorni, Faisal (2015) MENINGKATKAN KEPEMIMPINAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS MELALUI STRATEGI MODELING TEMAN SEBAYA. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_IPS_1105767_Title.pdf

Download (41kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_IPS_1105767_Abstract.pdf

Download (208kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_IPS_1105767_Tabel_of_content.pdf

Download (242kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_IPS_1105767_Chapter1.pdf

Download (186kB) | Preview
[img] Text
S_IPS_1105767_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (285kB)
[img]
Preview
Text
S_IPS_1105767_Chapter3.pdf

Download (328kB) | Preview
[img] Text
S_IPS_1105767_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
S_IPS_1105767_Chapter5.pdf

Download (210kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_IPS_1105767_Bibliography.pdf

Download (116kB) | Preview
[img] Text
S_IPS_1105767_Appendix1.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (192kB)
[img] Text
S_IPS_1105767_Appendix2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (240kB)
[img] Text
S_IPS_1105767_Appendix3.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (69kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini berawal dari keresahan penulis terhadap permasalahan yang terjadi di kelas VIII E SMPN 26 Bandung. Permasalahan ini merupakan temuan dari observasi yang dilakukan pada beberapa kali pertemuan dalam rentang waktu bulan Februari tahun 2015. Permaslahan yang dijumpai adalah masih kurangnya rasa kepemimpinan siswa dalam pembelajaran IPS. Hal ini disebabkan karena kurangnya rasa kepercayaan diri, rasa ingin tahu, dan rendahnya kemampuan komunikasi secara verbal. Selain itu guru tidak bisa mengembangkan strategi dan materi pembelajaran yang bisa meningkatkan kepemimpinan sehingga siswa cenderung pasif dan hanya mendengarkan apa yang guru sampaikan saja selama proses pembelajaran berlangsung. Alternatif pemecahan masalah yang penulis pilih adalah dengan menggunakan strategi modeling teman sebaya (tutor sebaya). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan metode penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang dilaksanakan dalam tiga siklus dengan enam kali tindakan. Desain penelitian menggunakan model siklus yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart. Tujuan dari PTK ini salah satunya adalah untuk mengadakan sebuah pengkajian yang dilakukan secara bertahap terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan sehingga tercipta perbaikan yang berkesinambungan yang telah dilakukan pada siklus 1, siklus 2, dan siklus 3, hasil penelitian yang diperoleh adalah 1) perencanaan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan strategi modeling teman sebaya (tutor sebaya) dilakukan oleh guru dengan sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari berbagaai persiapan yang dilakukan diantaranya, guru mempersiapkan RPP yang berorientasi pada siswa, mempersiapkan masalah kepemimpinan yang sesuai dengan materi, serta media pembelajaran yang menarik perhatian siswa. 2) pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang tidak hanya melatih kemampuan intelektual siswa, namun juga melatih siswa untuk dapat percaya diri dan berani dalam mengungkapkan gagasan maupun memberikan solusi alternatif terhadap permasalahan yang diadapi oleh pemimpin, agar siswa bisa timbul jiwa kepemimpinannya. 3) pelaksanaan strategi yang dilakukan siswa yang sebagai tutor yang melatih siswa sebagai pemimpin dalam kegiatan belajar, serta dapat memotivasi siswa lainnya agar dapat mencapai tujuan yang mereka inginkan. 5) kendala yang dihadapi guru secara umum lebih menekankan pada waktu yang dirasa masih kurang dengan cakupan materi yang lebih luas. Namun, guru sudah melakukan upaya dengan melakukan perencanaan dengan baik khususnya dalam mempersiapkan materi dengan masalah kepemimpinan yang sering kita lihat baik yang dekat pada siswa maupun yang dialami oleh negara. 6) peningkatan kepemimpinan siswa dalam pembelajaran IPS dapat dilihat dari peningkatan pada setiap siklusnya dengan hasil data yang diperoleh pada siklus ke 1, 2, dan 3 yang mengalami peningkatan mulai dari 53%, 78%, dan 80% yang telah mencapai kategori sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari kepercayaan diri siswa, keberanian dalam memberikan solusi alternatif maupun gagasan-gagasannya, kemampuan mengajar dan memotivasi siswa agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan. ---------- This research began with the writer’s fidgetiness of a certain problem occur in VIII-E Students in SMPN 26 Bandung regarding the lack of students’ leadership in learning Social Studies (IPS) caused by their lack of confidence, curiosity and also the lack of verbal communication skills. The problem was found through the observation that was conducted several times in February 2015. Besides, the teachers’ less-developed strategies and material of teaching became some of the factors that caused students’ passive roles in learning process, creating a condition when they only received whatever served in the class. The solution that the writer proposed was to use the strategy of same-age tutor. This research was conducted based on quantitative and qualitative approach along with classroom action research which was done in three cycles with four times of actions. The design of the research used cycle model by Kemmis and Tagart. One of the aims of this PTK was to reevaluate the teaching process in the class to create the better continuity between cycles 1 2 and 3. The results of the research were 1) the method of using same age tutor model was conducted successfully by teachers. This could be seen from the teachers’ preparation: The students’ oriented RPP. 2) The teaching process that didn’t only benefit to improve students’ intellectual ability, but also benefited to improve students’ confidence in expressing their ideas so they sense of leaderships could also be improved. 3) By using the same age tutor model also could trigger students’ sense of leadership in the process of learning, motivating them to be able to reach their goals. 5) The challenges of teachers were mostly about the duration which was felt not yet enough to cover the materials of teaching. However, teachers have already put remarkable efforts by doing some planning and preparation such as materials especially this related to leadership issues in this country. 6) The raise of students’ leadership in Social studies (IPS) could be seen in every improvement of each cycle. Cycles 1, 2 and 3 reached the level of 53%, 78% and 80% which could be said ‘excellent’. This could be indicated in students’ confidence, courage in stating their ideas, their teaching abilities and at the same time it could motivate them to reach their goals.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil: S IPS QOR m-2015; Pembimbing: I. Aim Abdulkarim, II. Muhamad Iqbal
Uncontrolled Keywords: Kepemimpinan dan Strategi Modeling Teman Sebaya (Tutor Sebaya).
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HM Sociology
L Education > L Education (General)
L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan IPS
Depositing User: Mr. Tri Agung
Date Deposited: 28 Jul 2016 02:14
Last Modified: 28 Jul 2016 02:14
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/20878

Actions (login required)

View Item View Item