PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PEMBANGKIT ARGUMEN MENGGUNAKAN METODE SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN KETERAMPILAN BERARGUMENTASI SISWA SMA

Siswanto, - (2015) PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PEMBANGKIT ARGUMEN MENGGUNAKAN METODE SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN KETERAMPILAN BERARGUMENTASI SISWA SMA. S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
T_IPA_1200906_Title.pdf

Download (163kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_IPA_1200906_Abstract.pdf

Download (233kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_IPA_1200906_Table_of_content.pdf

Download (60kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_IPA_1200906_Chapter1.pdf

Download (311kB) | Preview
[img] Text
T_IPA_1200906_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (552kB)
[img]
Preview
Text
T_IPA_1200906_Chapter3.pdf

Download (531kB) | Preview
[img] Text
T_IPA_1200906_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (474kB)
[img]
Preview
Text
T_IPA_1200906_Chapter5.pdf

Download (136kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_IPA_1200906_Bibliography.pdf

Download (193kB) | Preview
[img] Text
T_IPA_1200906_Appendix1.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (133kB)
[img] Text
T_IPA_1200906_Appendix2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (139kB)
[img] Text
T_IPA_1200906_Appendix3.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (363kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang perbedaan peningkatan kemampuan kognitif dan keterampilan berargumentasi siswa, antara siswa yang mendapatkan pembelajaran fisika dengan model pembangkit argumen menggunakan metode saintifik dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran fisika dengan model pembangkit argumen tanpa menggunakan metode saintifik, yaitu menggunakan metode demonstrasi dan ceramah, serta memperoleh gambaran mengenai hubungan kemampuan kognitif dengan keterampilan berargumentasi pada siswa yang mendapatkan pembelajaran fisika dengan model pembangkit argumen menggunakan metode saintifik. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen semu dengan desain randomized control group pretest – posttest design. Populasinya adalah seluruh siswa kelas X MIA pada salah satu SMA Negeri di Kabupaten Pemalang. Sampel sebanyak dua kelas yang dipilih secara cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata gain yang dinormalisasi <g> untuk kemampuan kognitif pada kelas eksperimen sebesar 0,65 yang memenuhi kriteria sedang, dan pada kelas kontrol sebesar 0,37 yang memenuhi kriteria sedang. Sedangkan, skor rata-rata gain yang dinormalisasi <g> untuk keterampilan berargumentasi pada kelas eksperimen sebesar 0,78 yang memenuhi kriteria tinggi, dan pada kelas kontrol sebesar 0,67 yang memenuhi kriteria sedang. Berdasarkan uji beda rata-rata, pada taraf kepercayaan 95%, hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran pembangkit argumen menggunakan metode saintifik secara signifikan dapat lebih meningkatkan kemampuan kognitif dan keterampilan berargumentasi siswa dibandingkan model pembelajaran pembangkit argumen tanpa menggunakan metode saintifik. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara kemampuan kognitif dengan keterampilan berargumentasi siswa dengan nilai korelasi sebesar 0,61. The purpose of this study was to determine the difference between the “generate argument” instructional model using the scientific method and the “generate argument” instructional model without scientific method (with the demonstration and lecture method) in improving the students cognitive abilities and argumentation skills, and also to determine the correlation between argumentation skills and the cognitive abilities in the “generate argument” instructional model using the scientific method. The study was conducted using a quasi-experimental with randomized control group pretest - posttest design. The population were all of students in X MIA grades in one of the senior high schools in Pemalang. The results showed that the average normalized gain scores <g> of cognitive abilities in experiment class was 0.68 with the medium criteria, and in control class was 0.54 with the medium criteria too. The average scores are normalized gain <g> of argumentation skills in experiment class was 0.78 with the high criteria, and in control class was 0.67 with the medium criteria. Based on the different test of the average, at 95% confidence level (0.050) the results of the study indicate that the “generate argument” instructional model using scientific method more significantly improves students' cognitive abilities and argumentation skills than the “generate argument” instructional model whitout scientific method. In addition, there was a strong and significant correlation between argumentation skills and cognitive abilities with the correlation score of 0,61.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S2)
Additional Information: No. Panggil: T IPA SIS p-2014; Pembimbing: I. Ida Kaniawati, II. Andi Suhandi
Uncontrolled Keywords: the generate argument instructional model, scientific method, argumentation skills, cognitive abilities.
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education
Q Science > Q Science (General)
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Kimia S-2
Depositing User: Staf Koordinator 3
Date Deposited: 30 Jul 2015 06:53
Last Modified: 07 Aug 2015 01:00
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/15492

Actions (login required)

View Item View Item