MODEL EXPERIENTIAL LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SERTA IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA SETELAH PEMBELAJARAN

Budhi, Henri Setya (2012) MODEL EXPERIENTIAL LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SERTA IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA SETELAH PEMBELAJARAN. S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
tbind_1004875_table_of_content(1).pdf

Download (405kB) | Preview
[img]
Preview
Text
tbind_1004875_chapter1(1).pdf

Download (391kB) | Preview
[img] Text
tbind_1004875_chapter2(1).pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (438kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
tbind_1004875_chapter3(1).pdf

Download (432kB) | Preview
[img] Text
tbind_1004875_chapter4(1).pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (948kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
tbind_1004875_chapter5(1).pdf

Download (478kB) | Preview
[img]
Preview
Text
tbind_1004875_bibliography(1).pdf

Download (304kB) | Preview
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji coba penggunaan model Experiential Learning dalam pembelajaran konsep cahaya untuk mendeskripsikan efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains, serta untuk mengetahui tingkat miskonsepsi setelah pembelajaran diberikan. Konsep cahaya sangat penting dipelajari oleh siswa karena sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Metoda penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dan deskriptif yang dilakukan di salah satu SMP Negeri di Propinsi Jawa Tengah dengan sampel siswa kelas VIII semester 2. Kajian difokuskan pada pemahaman konsep, keterampilan proses sains, miskonsepsi serta keterlaksanaan model Experiential Learning. Pengumpulan data dilakukan dengan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains, kemudian posttest untuk mengukur tingkat miskonsepsi setelah pembelajaran. Untuk melihat keterlaksanaan model Experiential Learning, digunakan lembar observasi aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran. Pengolahan data dilakukan dengan statistik uji-t untuk beda rerata. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan model Experiential Learning pada materi cahaya secara signifikan lebih dapat meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains siswa dibandingkan dengan penggunaan model pembelajaran konvensional. Hal ini dapat dilihat dari gain yang dinormalisasi pemahaman konsep untuk kelas eksperimen sebesar 0,74, sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 0,16. Gain yang dinormalisasi keterampilan proses sains kelas eksperimen sebesar 0,68 lebih tinggi dibanding gain yang dinormalisasi kelas kontrol sebesar 0,49. Sementara tingkat miskonsepsi setelah pembelajaran dengan model Experiential Learning lebih rendah dibandingkan dengan setelah pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini dapat dilihat dari skor rata-rata posttest miskonsepsi untuk kelas eksperimen sebesar 2,17, sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 2,57. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Experiential Learning lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains siswa dibanding penggunaan model pembelajaran konvensional, serta tingkat miskonsepsi setelah pembelajaran dengan model Experiential Learning lebih tinggi daripada setelah pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional

Item Type: Thesis (S2)
Additional Information: Nomor Panggil TIPA BUD m-2012
Uncontrolled Keywords: Experiential Learning
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan IPA S-2
Depositing User: Staf Koordinator 3
Date Deposited: 18 Sep 2014 04:30
Last Modified: 18 Sep 2014 04:32
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/9300

Actions (login required)

View Item View Item