EFEKTIVITAS MEWARNAI GAMBAR BENTUK GEOMETRI DALAM MENGURANGI PERILAKU MENGISAP JARI: Penelitian Eksperimen Single Subject Research Pada Peserta Didik Cerebral Palsy Athetoid Di SLB-D YPAC Bandung

Wibawati, Eli (2013) EFEKTIVITAS MEWARNAI GAMBAR BENTUK GEOMETRI DALAM MENGURANGI PERILAKU MENGISAP JARI: Penelitian Eksperimen Single Subject Research Pada Peserta Didik Cerebral Palsy Athetoid Di SLB-D YPAC Bandung. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_PLB_0907118_TITLE.pdf

Download (280kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PLB_0907118_ABSTRACT.pdf

Download (182kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PLB_0907118_TABLE OF CONTENT.pdf

Download (234kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PLB_0907118_CHAPTER1.pdf

Download (257kB) | Preview
[img] Text
S_PLB_0907118_CHAPTER2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (336kB)
[img]
Preview
Text
S_PLB_0907118_CHAPTER3.pdf

Download (291kB) | Preview
[img] Text
S_PLB_0907118_CHAPTER4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (592kB)
[img]
Preview
Text
S_PLB_0907118_CHAPTER5.pdf

Download (180kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PLB_0907118_BIBLIOGRAPHY.pdf

Download (181kB) | Preview
[img] Text
S_PLB_0907118_APPENDIX.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (793kB)

Abstract

MP adalah seorang anak laki-laki berusia 13 tahun yang kini duduk di kelas lima SLB YPAC Bandung. Hal yang tampak tidak biasa pada MP adalah masih adanya perilaku mengisap jari diusianya saat ini. MP tidak hanya mengisap ibu jari tetapi jari telunjuk dan jari tengahnya pun ikut diisapnya. Perilaku mengisap jari termasuk perilaku yang buruk yang harus dikurangi agar tidak berkembang menjadi kebiasaan dan terbawa sampai dewasa. Perilaku mengisap jari ini dapat dikurangi dengan memperbanyak aktivitas yang menggunakan tangan. Mewarnai adalah salah satu aktivitas yang mempergunakan tangan sehingga diharapkan efektif untuk mengurangi perilaku mengisap jari. Prosedur intervensi yang dilakukan dengan cara peneliti memberikan aktivitas tangan berupa mewarnai untuk mengalihkan perilaku mengisap jarinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan disain A-B-A. Metode eksperimen digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi terkendalikan. Pada disain A-B-A, mula-mula target behavior diukur pada kondisi baseline 1 (A1). Setelah data kondisi baseline 1 (A1) stabil, pengukuran dilanjutkan pada kondisi intervensi (B). Pada desain A-B-A terdapat fase baseline 2 (A2) sebagai kontrol untuk fase intervensi sehingga memungkinkan untuk menarik kesimpulan adanya hubungan fungsional antara variabel bebas dan variabel terikat. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes, wawancara, dan observasi. Observasi digunakan untuk mengamati frekuensi mengisap jari subyek. Pengamatan dilakukan selama 16 sesi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan frekuensi mengisap jari yang dibuktikan dengan perubahan rata-rata frekuensi mengisap jari subyek. Pada kondisi baseline 1 (A1) rata-rata frekuensi mengisap jari sebesar 22 yang menurun pada kondisi intervensi (B) sebesar 19. Pada kondisi baseline 2 (A2) rata-rata frekuensi mengisap jari menurun sebesar 16,25. Estimasi kecenderungan arah menurun baik dari kondisi baseline 1 (A1) ke kondisi intervensi (B) dan dari kondisi intervensi (B) ke kondisi baseline 2 (A2). Kesimpulan dari penelitian ini adalah mewarnai gambar bentuk geometri efektif dalam mengurangi perilaku mengisap jari pada peserta didik cerebral palsy athetoid di SLB-D YPAC Bandung. Adapun rekomendasi untuk sekolah berdasarkan hasil penelitian ini adalah sekolah hendaknya menyiapkan lingkungan yang kondusif. Lingkungan kondusif yang dimaksud adalah lingkungan yang tidak terlalu banyak benda-benda disekitarnya karena hal ini akan membuat konsentrasi peserta didik terpecah serta lingkungan yang memungkinkan untuk peserta didik melakukan eksplorasi lingkungannya. Selain itu, perlunya variasi kegiatan aktivitas tangan untuk membantu peserta didik mengurangi perilaku mengisap jarinya misalnya dengan permainan, melipat atau meronce. MP is a boy aged 13 years in fifth grade at SLB YPAC Bandung. It seems unusual that the MP is still absorbing the finger behavior at the age of today. MP is not only absorbing his thumb and index finger but the middle finger too. Absorbing behavior including bad behavior should be reduced so as not to develop into a habit and carry into adulthood. Absorbing behavior can be reduced by increasing the activity of using hands. Coloring is one of activities that use the hand to reduce the effective behavior of finger absorbing. Interventional procedures are done by researchers to provide activities such as coloring hand to distract her absorbing behavior. The method used in this study is the experimental method with A-B-A design. Experimental methods used to search for a particular treatment effect on the other variables in controlled conditions. In the A-B-A design, the target behavior is initially measured at baseline condition 1 (A1). After data baseline condition 1 (A1) is stable, the measurement was continued in the intervention condition (B). In the A-B-A design contained baseline phase 2 (A2) as a control for the intervention phase making it possible to deduce the existence of a functional relationship between the independent variables and the dependent variable. Encode collection techniques used in this study was a test, interview, and observation. Observation is used to observe the frequency of the subject of finger absorbing. Observations were made during 16 sessions. The results showed there absorbing frequency decreased as evidenced by the change in the average frequency of absorbing the subject. In the baseline condition 1 (A1) mean absorbing frequency decreased by 22 in the intervention condition (B) is 19. In the baseline condition 2 (A2) mean absorbing frequency decreased by 16.25. Estimates of the trend toward decreased both baseline conditions 1 (A1) to the intervention condition (B) and of the intervention condition (B) to the baseline condition 2 (A2). Conclusions of this study are coloring pictures of geometric shapes are effective in reducing the sucking behavior of learners athetoid cerebral palsy in SLB-D YPAC Bandung. The recommendation for the school based on the results of this study were school should prepare a conducive environment. Conducive environment is an environment that is not too much of any nearby objects as this will make the split as well as the concentration of students to an environment that allows learners to explore their environment. In addition, the need for hand activity variation of activities to help students reduce behaviors such as sucking her finger with the game, folding or meronce.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Luar Biasa
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Luar Biasa
Depositing User: Riki N Library ICT
Date Deposited: 27 Aug 2013 07:55
Last Modified: 27 Aug 2013 07:55
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/514

Actions (login required)

View Item View Item