PUJHAN NILAI FILOSOFIS PENDIDIKAN OLEH DOSEN MKDU SEBAGAI TENAGA EDUKATIF DI PERGURUAN TINGGI : Suatu Studi Terhadap Dosen MKDU IKIP Bandung

Amri, Amsal (2013) PUJHAN NILAI FILOSOFIS PENDIDIKAN OLEH DOSEN MKDU SEBAGAI TENAGA EDUKATIF DI PERGURUAN TINGGI : Suatu Studi Terhadap Dosen MKDU IKIP Bandung. S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
T_PU_9132393_Title.pdf

Download (208kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_PU_9132393_Abstract.pdf

Download (336kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_PU_9132393_Table_Of_Content.pdf

Download (224kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_PU_9132393_Chapter1.pdf

Download (627kB) | Preview
[img] Text
T_PU_9132393_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
T_PU_9132393_Chapter3.pdf

Download (564kB) | Preview
[img] Text
T_PU_9132393_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (5MB)
[img]
Preview
Text
T_PU_9132393_Chapter5.pdf

Download (568kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_PU_9132393_Bibliograpy.pdf

Download (416kB) | Preview
[img] Text
T_PU_9132393_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (509kB)

Abstract

Sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahunan dan teknologi dalam arus globalisasi dewasa ini, persoalan pendidikan senantiasa mencuat ke permukaan, yang ditandai dengan munculnyanya kritikan dari berbagai pihak. Dalam bentuk apapun kritikan itu pada umumnya dialamatkan pada guru sebagai pendidik di sekolah, tak terkecuali terhadap dosen di perguruan tinggi. Kritikan yang muncul berkisar pada "kualitas lulusan" yang dihasilkan oleh suatu lembaga pendidikan, yang dianggap masih jauh dari harapan masyarakat pada umumnya, terutama mengenai pembinaan sikap dan kepribadian peserta didik, yang mengharuskan dosen memiliki landasan berfikir berupa nilai filosofis pendidikan sebagai landasan dan pedoman pendidikan yang dilakukannya. Adapun yang menjadi permasalahan adalah nilai filosofis pendidikan apakah yang dianut dosen MKDU yang dijadikan sebagai landasan dan pedoman dalam kegiatan pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional? Bertolak dari permasalah di atas, studi ini bertujuan menyingkap nilai filosofis pendidikan yang dianut dosen yang dijadikan landasan dan pedoman dalam bertindak edukatif tentang : tujuan pendidikan, peserta didik (mahasiswa), pendidik (dosen), bahan perkuliahan, metode pendidikan, penilaian pendidikan. Adapun yang dijadikan subyek penelitian ini adalah dosen MKDU yang mengasuh mata kuliah: Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, Pendidikan Kewiraan, IBD, ISD, dan IAD. Untuk mengumpulkan data penelitian ini cara yang utama digunakan adalah wawancara, karena yang ingin disingkap adalah apa yang terkandung dalam alam pikiran responden, di samping itu dilakukan observasi tentang kegiatan perkuliahan untuk melengkapi data wawancara tersebut. Cara pengolahan dan analisis data mengikuti prosudur penelitian kualitatif. Dari hasil singkapan nilai-nilai filosofis pendidikan yang dianut dosen MKDU melalui penelitian ini, dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Untuk menentukan dan mengartikan tujuan pendidikan, dosen MKDU tampak lebih mengutamakan landasan berpikirnya pada taqwa dipandang sebagai inti yang paling pokok dalam tujuan pendidikan yang sekaligus dijadikan pula sebagai landasan dan pedoman bertindak dalam seluruh kegiatan pendidikan yangdilakukannya. Dalam hal ini pengaruh again a (Islam) tampak sangat dominan dalam diri dosen. Apabila ditinjau dari sudut pandangan tentang hakekat kemakhlukan (manusia), maka ungkapan di atas tampaknya lebih dominan diwarnai oleh nilai filsafat yang humanistik, karena manusia dipandang sebagai totalitas aspek kepribadian, yang tidak mementingkan satu aspek saja dari kepribadianmanusia, akan tetapi semuanya dipandang penting untuk di kembangkan dengan tujuan agar terbinanya manusia yang memiliki kepribadian yang utuh. 2. Untuk merumuskan dan mengartikan sifat-hakekat manusia (mahasiswa), pandangan dosen MKDU tampak lebih dominan diwarnai oleh nilai filsafat yang humanistik,karena meman dang manusia (mahasiswa) sebagai makhluk yang terdiri dari totalitas aspek kepribadian, yang tidak mengutamakan satu aspek saja, akan tetapi seluruh aspek kepribadian manusia dipandang perlu untuk dikembangkan secara utuh. Selanjutnya pandangan dosen MKDU tampak diwarnai pula oleh nilai filsafat yang eksistensialis, karena lebih menekankan pada kebebasan individu untuk memilih dan bertanggungjawab atas pilihannya itu. 3. Untuk merumuskan dan mengartikan sifat-hakekat pendidik, pandangan dosen MKDU tampak lebih dominan diwarnai oleh nilai filsafat yang hunanistik, karena dosen memandang bahwa dengan menghargai harkat dan martabat kemanusiaan peserta didik dan dengan menumbuhkan sikap saling percaya, maka semua potensi yang dimiliki peserta didik akan dapat berkembang seoptimal mungkin. Kemudian pandangan dosen MKDU diwarnai pula oleh nilai filsafat yang idealistik, karena memandang pendidik lebih mengetahui dari pada peserta didik, dan karena ini pula pendidik dijadikan teladan bagi peserta didik. 4. Untuk menentukan dan mengartikan bahan perkuliahan, terrungkap bahwa pandangan dosen MKDU diwarnai oleh nilai filsafat yang humanistik, karena secara keseluruhan bahan perkuliahan yang disajikan mengacu pada pembinaan seluruh aspek kepribadian manusia, yang disajikan secara terintegrasi. Selanjutnya pandangan dosen MKDU diwarnai pula nilai filsafat yang pragmatik, karena bahan perkuliahan yang disajikan diangkat dari pengalaman nyata yang aktual dan sesuai dengan perkembangan zaman. 5. Untuk menentukan dan mengartikan hakekat hubungan pen didik dan peserta didik (cara atau metode pendidikan), tampak lebih diwarnai oleh nilai filsafat yang humanistik, karena pendidik lebih menghargai nilai kemanusiaan, yaitu dengan memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk melakukan berbagai aktivitas dan kreativitas. Selanjutnya diwarnai pula oleh nilai filsafat yang pragmatik, karena xiii kepada peserta didik dihadapkan berbagai problema aktual yang menantang yang diangkat dari perkembangan masyarakat. 6. Untuk menentukan dan mengartikan tentang penilaian pen didikan, tampak lebih dominan diwarnai oleh nilai filsafat yang humanistik. Namun dalam mata kuliah tertentu (Pen didikan Agama dan Pendidikan Pancasila), di samping penilai an aspek kognitif juga penilaian aspek afektif. Ungkapan ini diwarnai pula oleh nilai filsafat yang idealistik, karena di samping penilaian pada aspek kognitif (intelektual) juga pada aspek afektif (moral).

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Umum/Nilai S-2
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Umum/Nilai S-2
Depositing User: Riki N Library ICT
Date Deposited: 29 Aug 2013 00:54
Last Modified: 29 Aug 2013 00:54
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/1163

Actions (login required)

View Item View Item