PERKEMBANGAN KESENIAN BELUK DI KECAMATAN DARMARAJA KABUPATEN SUMEDANG TAHUN 1966-1998 : suatu Tinjauan Sosial Budaya

Weli Rahayu, - (2010) PERKEMBANGAN KESENIAN BELUK DI KECAMATAN DARMARAJA KABUPATEN SUMEDANG TAHUN 1966-1998 : suatu Tinjauan Sosial Budaya. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
s_sej_0602808_table_of_content.pdf

Download (35kB)
[img] Text
s_sej_0602808_chapter1.pdf

Download (91kB)
[img] Text
s_sej_0602808_chapter3.pdf

Download (171kB)
[img] Text
s_sej_0602808_chapter5.pdf

Download (57kB)
[img] Text
s_sej_0602808_bibliography.pdf

Download (46kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Skripsi ini berjudul Perkembangan Kesenian Beluk di Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang Tahun 1966-1998: Suatu Tinjauan Sosial Budaya. Penelitian ini bertolak dari kekhawatiran penulis terhadap kesenian Beluk yang hampir punah, untuk itu diperlukan upaya untuk mempertahankan seni tradisi tersebut agar tetap bertahan di tengah-tengah seni modern yang berkembang dalam masyarakat. Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini mengenai keberadaan kesenian tradisional Beluk di Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang mulai dari latar belakang lahirnya kesenian Beluk, perkembangannya, faktor penghambat perkembangan kesenian Beluk, serta upaya seniman dan pemerintah Kabupaten Sumedang dalam melestarikan Kesenian Beluk. Kajian ini lebih difokuskan pada tahun 1966-1998 karena pada periode tersebut terjadi dinamika dalam perkembangan kesenian Beluk. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis, yang meliputi empat langkah yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Untuk lebih memahami permasalahan yang dikaji maka penulis menggunakan pendekatan interdisipliner yaitu dengan dibantu oleh ilmu Sosiologi dan Antropologi dalam mengkaji permasalahan yang diteliti. Selain itu, penulis sangat tergantung pada penggunaan sejarah lisan (oral history) melalui teknik wawancara. Hal ini dilakukan karena terbatasnya sumber tertulis dalam mengkaji perkembangan kesenian Beluk yang ada di Kecamatan Darmaraja. Kesenian Beluk di Kecamatan Darmaraja merupakan kesenian tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Kesenian Beluk dalam perkembangannya mengalami pergeseran fungsi, pementasan kesenian Beluk yang dulu digunakan dalam upacara ritual 40 hari kelahiran bayi (ngayunkeun) kini hanya bersifat hiburan yang dalam hal ini erat kaitannya dengan nilai ekonomis. Selain itu, seiring perkembangan zaman kesenian Beluk yang tadinya dalam pertunjukannya tidak menggunakan waditra dan tanpa panggung dipertunjukan dengan dikolaborasikan menggunakan waditra yakni kecapi serta dipertunjukan dengan menggunakan panggung. Dalam perkembangannya kesenian Beluk mengalami kemunduran, hal tersebut tidak terlepas dari berkurangnya permintaan untuk melakukan pementasan. Sebagian masyarakat seleranya mulai beralih pada seni modern. Sementara itu, kurangnya dukungan dari pemerintah setempat dalam melestarikan kesenian Beluk adalah faktor penghambat lain yang menyebabkan mundurnya kesenian Beluk. Upaya yang dilakukan oleh seniman dalam melestarikan kesenian Beluk yaitu dengan mengajarkan kesenian Beluk pada keluarganya dan mengkombinasikan kesenian Beluk dengan kesenian lain. Sedangkan upaya yang dilakukan oleh pemerintah Kecamatan Darmaraja dan Kabupaten Sumedang dalam melestarikan kesenian Beluk yaitu dengan cara mengadakan pembinaan terhadap seniman Beluk yang dilaksanakan setahun sekali.

Item Type: Thesis (S1)
Additional Information: ID SINTA Dosen Pembimbing Dadang Supardan : - Ayi Budi Santosa : 0011036303
Uncontrolled Keywords: heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Wahyu Utama
Date Deposited: 17 Jul 2023 06:27
Last Modified: 17 Jul 2023 06:27
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/93309

Actions (login required)

View Item View Item