THE INTERACTIVE-COMPENSATORY MODEL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MEMBACA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA : Studi Pengembangan pada SMP di Kota Palembang

EKAWATI, Dian (2010) THE INTERACTIVE-COMPENSATORY MODEL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MEMBACA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA : Studi Pengembangan pada SMP di Kota Palembang. S3 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
d_pk_0706391_chapter1(1).pdf

Download (365kB) | Preview
[img] Text
d_pk_0706391_chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (948kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
d_pk_0706391_chapter3(1).pdf

Download (334kB) | Preview
[img] Text
d_pk_0706391_chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (937kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
d_pk_0706391_chapter5.pdf

Download (327kB) | Preview
[img]
Preview
Text
d_pk_0706391_bibliography.pdf

Download (293kB) | Preview
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Membaca merupakan bagian integral dari kehidupan sehari-hari yang sangat penting bagi kehidupan akademik, personal dan sosial seseorang. Pentingya kemampuan membaca yang baik tidak hanya dirasakan dan dituntut dalam pembelajaran bahasa, tetapi juga dalam pembelajaran mata pelajaran yang lainnya. Dalam proses pembelajaran pemahaman membaca bahasa Inggris saat ini, Guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional dimana menurut model pembelajaran tersebut kemampuan pemahaman membaca akan berkembang sendiri secara natural selama para siswa memahami unit-unit terkecil kebahasaan seperti kosakata, frase, kalimat dan aspek-aspek kebahasaan lainnya. Penguasaan terhadap aspek kebahasaan saja tidak cukup memadai untuk memahami sebuah teks. Siswa harus didorong untuk mengembangkan Skemata yang mereka miliki untuk membantu mereka memahami teks. Dengan demikian penguasaan aspek kebahasaan dan Skemata yang dimiliki oleh siswa saling terintegrasi untuk mengisi kelemahan kelemahan siswa dalam memahami sebuah teks. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mendapatkan informasi tentang kondisi pembelajaran membaca yang meliputi: kondisi guru, siswa, materi pelajaran, sumber belajar, model pembelajaran, dan sarana prasarana/fasilitas pembelajaran di SMP saat ini; (2) Untuk menemukan model pembelajaran membaca yang dapat meningkatkan kemampuan pemahaman membaca ditinjau dari desain, implementasi dan evaluasinya; (3) Untuk mengkaji model pembelajaran membaca yang dikembangkan apakah cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa SMP; dan (4) Untuk mengkaji faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasi pembelajaran membaca di SMP. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan mempertimbangkan adanya studi pendahuluan yang menghasilkan desain pembelajaran The Interactive-Compensatory Model (TICM) yang terdiri dari 3 komponen, yaitu Before-Reading Activity yang meliputi, Activating Prior Knowledge, Setting the Purpose of Reading, During-Reading Activity yang meliputi, Modelled Reading, Skimming the Text , Scanning the Text dan Identifying the Text Type dan After- Reading Activity yang terdiri dari Summarizing.Berdasarkan analisis data hasil penelitian ternyata pembelajaran TICM memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan pemahaman membaca siswa SMP. Berdasarkan hasil pengujian statistik melalui uji-t pada taraf nyata 0.05 (taraf signifikansi 95%) dengan membandingkan hasil pretest dan posttest, pembelajaran TICM berpengaruh positif terhadap kemampuan pemahaman membaca siswa. Disamping itu berdasarkan pengujian validasi pada sekolah tiga kategori yaitu baik, sedang dan kurang, TICM lebih efektif dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Faktor-faktor pendukung pelaksanaan Pembelajaran TICM yaitu, kemampuan guru dalam menciptakan suasana pembelajaran yang dapat mengaktifkan pengetahuan awal siswa, kreatifitas guru untuk menstimulus skemata siswa melalui beragam variasi, kemampuan guru untuk mempersiapkan berbagai materi pembelajaran yang tidak tergantung dengan buku sumber dan motivasi yang tinggi dan sikap positif siswa terhadap mata pelajaran bahasa Inggris. Sedang Faktor penghambatnya adalah pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran membaca yang masih sangat konvensional, guru tidak memiliki pemahaman terhadap kurikulum yang berlaku saat ini. Bahan Ajar yang di miliki oleh guru kurang kontekstual dan fasilitas pembelajaran yang kurang memadai Reading is an integral part for someone’s daily life academically, personally and socially. The importance of reading comprehension is not only in learning a language but also in learning other subjects. During reading comprehension learning process, the teachers still use conventional instruction where based on this model, reading comprehension will develop naturally as long as the student understand the smallest unit of language like vocabulary, phrase, sentence and other language aspects. In fact those are not enough to comprehend the text. The students must be encouraged to develop his schema in order to understand the text easily. So the mastery of language aspects and schema that belongs to the students integrate each other to fulfill the students weakness in comprehending the text. The objectives of this study were (1) to obtain information about the condition of reading comprehension implementation from the perfectives of teachers and Students’ condition, subject matters, instructional model and facilities at SMP, (2) to find out reading instructional model to improve student’s reading comprehension referred to the design, implementation and evaluation, (3) to analyze reading comprehension instructional model whether it is effective or not to improve students’ reading comprehension, (4) to analyze some supporting and inhibiting factors in implementing reading comprehension instruction at SMP. This study was conducted by using Research and Development Approach through preliminary study at SMP. This preliminary study produced reading model called “The Interactive-Compensatory Model (TICM)” comprised of three components. First component is Before-Reading Activity comprised of Activating Prior Knowledge and Setting the Purpose of Reading activities. Second component is During-Reading Activity Comprised of Modelled reading, Skimming, Scanning and Identifying the Text Type activities. Third component is After-Reading Activity comprised of Summarizing activities. Based on the results of the study, it showed that TICM had positive and significant influence to improve students’ reading comprehension at SMP at significance value of 0.05 (level of significance 95%) by comparing the result of pretest and posttest. Besides that based on validation test to good, average and low schools, they showed TICM model was more effective compared to conventional instruction used by the teacher. There were some factors that supporting and inhibiting the implementation of the model that were the teacher ability to activate the students’ prior knowledge, to stimuli students’ schema by asking various questions and the students’ motivation and positive attitude toward English. Whereas the inhibiting factors were the teachers’ conventional understanding toward the reading concept, they did not have any understanding toward current curriculum, the teaching materials were not contextual and there were many limited facilities at school.

Item Type: Skripsi Tesis Atau Disertasi (S3)
Additional Information: No Panggil D.PK EKA i-2010
Uncontrolled Keywords: INTERACTIVE-COMPENSATORY. reading. membaca
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB2361 Curriculum
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pengembangan Kurikulum S-3
Depositing User: Staf Koordinator 3
Date Deposited: 12 Jun 2014 01:05
Last Modified: 12 Jun 2014 01:05
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/7492

Actions (login required)

View Item View Item