KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL NON RUTIN PADA MATERI LUAS BANGUN DATAR PERSEGI PANJANG

Imelda Anandiya Putri, - (2020) KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL NON RUTIN PADA MATERI LUAS BANGUN DATAR PERSEGI PANJANG. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[thumbnail of S_PGSD_1607272_Title.pdf] Text
S_PGSD_1607272_Title.pdf

Download (305kB)
[thumbnail of S_PGSD_1607272_Chapter1.pdf] Text
S_PGSD_1607272_Chapter1.pdf

Download (327kB)
[thumbnail of S_PGSD_1607272_Chapter2.pdf] Text
S_PGSD_1607272_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (479kB)
[thumbnail of S_PGSD_1607272_Chapter3.pdf] Text
S_PGSD_1607272_Chapter3.pdf

Download (246kB)
[thumbnail of S_PGSD_1607272_Chapter4.pdf] Text
S_PGSD_1607272_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (768kB)
[thumbnail of S_PGSD_1607272_Chapter5.pdf] Text
S_PGSD_1607272_Chapter5.pdf

Download (114kB)
[thumbnail of S_PGSD_1607272_Appendix.pdf] Text
S_PGSD_1607272_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (5MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan soal non rutin pada kategori soal HOTs, yang mana bertolak pada isu sulitnya siswa dalam menyelesaikan soal non rutin pada kategori soal HOTs disebabkan oleh terbiasanya siswa dalam menyelesaikan soal rutin yang diberikan oleh guru serta kurangnya upaya yang dilakukan guru dalam mengembangkan soal rutin menjadi soal non rutin pada kategori soal HOTs. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang dilakukan di salah satu Sekolah Dasar di Kota Bandung dengan subjek masing-masing dua orang setiap kategorinya. Instrumen penelitian berupa lembar soal, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian ini berupa (1) Kemampuan pemecahan masalah siswa dengan kemampuan awal matematis tinggi mampu menyelesaikan ketiga soal non rutin pada kategori soal HOTs dengan membuat suatu model matematika dengan intuisinya melalui tahap – tahap pemecahan masalah Polya; kemampuan pemecahan masalah siswa dengan kemampuan awal matematis sedang hanya mampu menyelesaikan satu dari tiga soal non rutin pada kategori soal HOTs dengan menggunakan rumus matematika yang dipahaminya melalui tahap – tahap pemecahan masalah Polya; kemampuan pemecahan masalah siswa dengan kemampuan awal matematis rendah belum mampu menyelesaikan satupun soal dari ketiga soal non rutin pada kategori soal HOTs yang diberikan dikarenakan masih kesulitan dalam menghubungkan informasi yang terdapat dalam soal untuk melangkah pada tahapan pemecahan masalah Polya. (2) Perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika pada setiap subjek dilihat dari perkembangan kognitifnya yaitu siswa dengan kemampuan awal matematis tinggi telah mencapai tahap operasional konkret; siswa dengan kemampuan awal matematis sedang dan rendah masih mencapai tahap perkembangan kognitif pra-operasional.
Kata Kunci: kemampuan pemecahan masalah siswa, soal non rutin, tahapan pemecahan masalah Polya.

This research aims to describe students’ problem-solving skills in answering non-routine questions in the HOTs question category, which shove off from the students' difficulty issue in solving non-routine questions in the HOTs question category. It is caused by students' habit of solving routine questions given by the teacher, and the lack of teacher’s efforts in developing routine questions become non-routine questions in the HOTs question category. This research used a descriptive-qualitative method and conducted at a particular elementary school in Bandung, which involves two participants from each classroom. The research uses tests, interviews, and observations. The results of research are (1) The students' problem-solving skill with a high level of basic mathematical skill can solve three non-routine questions in the HOTs question category by making a mathematical model with their intuition through Polya's problem-solving stages; the students' problem-solving skill with a moderate level of basic mathematical skill can only solve one from the three non-routine questions in the HOTs question category by using mathematical formulas which are understood through Polya's problem-solving stages; the students' problem-solving skill with a low level of basic mathematical skill are not able to solve any of three non-routine questions in the HOTs question category given. They are still difficult in connecting information contained to stepped in Polya’s problem-solving stages. (2) The different skill of mathematical problem solving in each subject can be seen from their cognitive development, which are the student’s problem-solving skill with a high level of basic mathematical skills appropriate with the concrete operational stage. Students with a moderate and low level of basic mathematical skills still reach the preoperational stage of cognitive development.
Keywords: the students' problem-solving skill, non-routine questions, Polya's problem-solving stages.

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Uncontrolled Keywords: kemampuan pemecahan masalah siswa, soal non rutin, tahapan pemecahan masalah Polya
Subjects: L Education > L Education (General)
L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pedagogik > PGSD Bumi Siliwangi
Depositing User: Imelda Anandiya Putri
Date Deposited: 28 Sep 2020 03:49
Last Modified: 28 Sep 2020 03:49
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/54842

Actions (login required)

View Item View Item