PENGARUH WAKTU PERKECAMBAHAN DAN IRADIASI SINAR UV C TERHADAP KANDUNGAN SENYAWA FENOLIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BERAS MERAH

Salma Ghoribatulloh, - (2018) PENGARUH WAKTU PERKECAMBAHAN DAN IRADIASI SINAR UV C TERHADAP KANDUNGAN SENYAWA FENOLIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BERAS MERAH. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_KIM_1403405_Title.pdf

Download (509kB)
[img] Text
S_KIM_1403405_Abstract.pdf

Download (156kB)
[img] Text
S_KIM_1403405_Table_of_content.pdf

Download (143kB)
[img] Text
S_KIM_1403405_Chapter1.pdf

Download (135kB)
[img] Text
S_KIM_1403405_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (409kB)
[img] Text
S_KIM_1403405_Chapter3.pdf

Download (317kB)
[img] Text
S_KIM_1403405_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (496kB)
[img] Text
S_KIM_1403405_Chapter5.pdf

Download (54kB)
[img] Text
S_KIM_1403405_Bibliography.pdf

Download (216kB)
[img] Text
S_KIM_1403405_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (446kB)
Official URL: https://repository.upi.edu

Abstract

Perkecambahan adalah berkembangnya struktur-struktur penting dari embrio benih yang dengan ditandai munculnya radikula yang menembus kulit biji. Perkecambahan menyebabkan peningkatan kandungan total fenolik pada beras merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu perkecambahan dan iradiasi sinar UV C terhadap persen perkecambahan, aktivitas antioksidan dan profile senyawa fenolik dari beras merah yang dikecambahkan. Metode yang digunakan meliputi preparasi sampel untuk perkecambahan, perkecambahan dengan menggunakan dua variabel yaitu waktu dan jenis penyinaran di dalam alat geminator yang dirancang untuk menciptakan kondisi optimum perkecambahan, dan ekstraksi beras yang berkecambah dengan menggunakan pelarut metanol 80% dan metode ultrasonic vibrator. Analisis meliputi analisis secara fisik dan kimia. Secara fisik dilihat dari kondisi kecambah dan persen perkecambahan, sedangkan analisis kimia dilakukan dengan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan uji kandungan senyawa fenolik dengan alat HPLC. Hasil penelitian menunjukkan persen perkecambahan beras dengan dan tanpa disinari UV C cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya waktu perkecambahan. Persen perkecambahan beras yang diiradiasi sinar UV C lebih rendah daripada beras yang dikecambahkan tanpa diiradiasi. Proses germinasi dengan dan tanpa iradiasi sinar UV C tidak dapat meningkatkan aktivitas antioksidan beras merah yang dikecambahkan. Aktivitas antioksidan cenderung turun dengan bertambahkan waktu perkecambahan. Menariknya, iradiasi sinar UV C mampu mempertahankan aktivitas antioksidan sampai perkecambahan di hari keempat. Kromatogram HPLC ekstrak kecambah beras pada panjang gelombang 280 nm menunjukkan bahwa intensitas senyawa polar meningkat pada beras merah yang dikecambahkan dengan dan tanpa iradiasi sinar UV C, sedangkan senyawa yang bersifat relatif semipolar terurai seiring dengan bertambahkan waktu perkecambahan. Terurainya senyawa relatif non polar diduga menjadi penyebab turunnya aktivitas antioksidan. \ Germination is the development of important structures of seed embryos which are characterized by the appearance of radicles that penetrate the seed husk. Germination causes an increase of the total phenolic content of red rice. The purpose of this study is to determine the effect of germination time and UV C irradiation on percent germination, antioxidant activity and profile of phenolic compounds from germinated red rice. The method used includes preparation of the sample, germination using two variables: time and type of irradiation in a geminator device that designed to create optimum germination conditions, and extraction of germinated red rice using 80% methanol solvent and ultrasonic vibrator. Analysis includes physical and chemical analysis. Physically it was seen from the condition of sprouts and percent germination, while chemical analysis was carried out by antioxidant activity test using DPPH method and determination of the content of phenolic compounds using HPLC devices. The results showed that the percentage of rice germination with and without UV C irradiation tended to increase as the germination time increases. Percent of rice germination irradiated by UV C is lower than rice germinated without irradiation. The germination process with and without UV C irradiation cannot increase the antioxidant activity of germinated red rice. Antioxidant activity tends to decrease as the germination time increases. Interestingly, UV C irradiation was able to maintain antioxidant activity until germination on the fourth day. The HPLC chromatogram of rice sprout extract at a wavelength of 280 nm showed that the intensity of polar compounds increased in germinated red rice with and without UV C irradiation, while the relatively semipolar compounds were decomposed along with increasing of germination time. The breakdown of relatively non-polar compounds is assumed to be the cause of the decrease of antioxidant activity.

Item Type: Thesis (S1)
Additional Information: No Panggil : S KIM SAL p2-108; Pembimbing : I. Siti aisyah; II. Titin Supriyanti; NIM : 1403405
Uncontrolled Keywords: Radiasi Sinar UV, Kandungan senyawa denolik, antioksidan, Beras merah
Subjects: L Education > L Education (General)
Q Science > QD Chemistry
Divisions: Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Kimia > Program Studi Kimia (non kependidikan)
Depositing User: Yayu Wulandari
Date Deposited: 23 Mar 2020 05:08
Last Modified: 23 Mar 2020 05:08
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/48073

Actions (login required)

View Item View Item