PEMETAAN WILAYAH RAWAN KRIMINALITAS MENGGUNAKAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KOTA BANDUNG

Farhan Rizki Komara, - (2019) PEMETAAN WILAYAH RAWAN KRIMINALITAS MENGGUNAKAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KOTA BANDUNG. D3 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
TA_PIG_1607447_Title.pdf

Download (1MB)
[img] Text
TA_PIG_1607447_Chapter1.pdf

Download (170kB)
[img] Text
TA_PIG_1607447_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (241kB)
[img] Text
TA_PIG_1607447_Chapter3.pdf

Download (1MB)
[img] Text
TA_PIG_1607447_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (592kB)
[img] Text
TA_PIG_1607447_Chapter5.pdf

Download (77kB)
[img] Text
TA_PIG_1607447_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (4MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah Tindak kriminalitas yang terjadi di Kota Bandung berdasarkan data yang dikeluarkan pihak oleh Kepolisian Sekitar (Polsek) terbilang tinggi ini terlihat dari data jumlah tindakan kriminalitas pada tahun 2016 sebesar 3517 kasus. Kriminalitas memang merupakan masalah yang umum dan ada di manapun. Kriminalitas banyak terjadi di berbagai kota ataupun wilayah dengan waktu yang berbeda, menyebabkan sulitnya menentukan daerah mana yang memiliki tingkat kerawanan tindak kejahatan. Informasi tentang banyaknya tindak kejahatan sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan khususnya bagi kepolisian membantu dalam mengambil keputusan apakah suatu daerah tersebut memerlukan pengawasan ekstra atau tidak, selain itu informasi tersebut dibutuhkan untuk mengetahui intesitas tindak kejahatan. Sistem Informasi Geografis adalah salah satu metode yang tepat untuk penanganan masalah ini, karena dengan data spasial dan non-spasial yang ada, dapat digunakan untuk pemetaan rawan kriminalitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persebaran kejadian kejahatan rawan kriminalitas di Kota Bandung serta memetakan wilayah Rawan Kriminalitas di Kota Bandung. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif berdasarkan unit pemetaan dengan spasial (keruangan). Metode ini memaparkan permasalahan yang ada dan menggambarkan keadaan sesuai dengan data yang didapat. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwasannya hasil pemetaan wilayah rawan kriminalitas di Kota Bandung adalah Kecamatan yang kriminalitasnya tinggi di Kota Bandung pada tahun 2016 di Kecamatan Andir, Bandung Wetan, Cicendo, Coblong, Lengkong, Regol, Sumur Bandung, dan Sukajadi, Kecamatan yang kriminalitasnya tinggi di Kota Bandung pada tahun 2017 di Kecamatan Bandung Wetan, Coblong dan Sumur Bandung, Kecamatan yang kriminalitasnya tinggi di Kota Bandung pada tahun 2018 di Kecamatan Bandung Wetan, Kecamatan Bandung Wetan menjadi Kecamatan yang memiliki angka kriminalitas paling tinggi dalam waktu 3 tahun dari tahun 2016-2018. Lokasi persebaran kejadian kejahatan di Kota Bandung terjadi di Kecamatan Astana Anyar, Bojongloa Kaler, Bandung Wetan, Cicendo, dan Panyileukan.;--The background of this study is the high number of criminal acts that occurred in Bandung city according to the data given by Sectoral Police (POLSEK), which are 3517 criminal cases. Criminal acts is indeed a common issue everywhere. It happens in many cities and regions on different times, which makes it difficult to identify which area has a high risk of criminality. Information of the many criminal acts is necessary for the society and such information would be useful for anticipation. Specifically for the police department, it helps in deciding whether or not an area needs an extra surveillance and in assessing the intensity of criminal acts. Geographical Information System is one of the appropriate methods to handle this issue, because with the existing spatial and non-spatial data, can be used for mapping. The purpose of this study is to figure out the distribution of criminality occurrences in Bandung city. This study applies descriptive analysis method based on the spatial mapping unit. This method explains the existing issue and illustrate the situation according to the data. The results of this study show that the areas prone to criminal acts in Bandung city are the sub-districts with high rates of criminal acts on 2016, 2017, and 2018. The areas with high rates of criminality on 2016 are Andir, Bandung Wetan, Cicendo, Coblong, Lengkong, Regol, Sumur Bandung, and Sukajadi sub-districts. In 2017, they are Bandung Wetan, Coblong and Sumur Bandung sub-districts. As for 2018, it is the Bandung Wetan sub-district. It can be observed that the Bandung Wetan subdistrict has a high rate of criminality acts on three consecutive years, from 2016 until 2018. The observed distribution of the criminal acts in Bandung are in Astana Anyar, Bojongloa Kaler, Bandung Wetan, Cicendo, and Panyileukan sub-districts.

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (D3)
Uncontrolled Keywords: Sistem Informasi Geografis, Penduduk, Kepolisian dan Tindak Kriminalitas.
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GA Mathematical geography. Cartography
H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Q Science > QA Mathematics > QA75 Electronic computers. Computer science
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Program Studi Survey Pemetaan dan Informasi Geografi D-3
Depositing User: Farhan Rizki Komara
Date Deposited: 05 Aug 2020 05:47
Last Modified: 05 Aug 2020 05:47
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/41164

Actions (login required)

View Item View Item