PENERAPAN PEMBELAJARAN STEM BERBASIS KECERDASAN MAJEMUK UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP PADA MATERI GEMPA BUMI

Mohammad Ismi Raskanda, - (2019) PENERAPAN PEMBELAJARAN STEM BERBASIS KECERDASAN MAJEMUK UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP PADA MATERI GEMPA BUMI. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_S_FIS_1501909_Title.pdf

Download (692kB)
[img] Text
S_S_FIS_1501909_Chapter1.pdf

Download (583kB)
[img] Text
S_S_FIS_1501909_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (803kB)
[img] Text
S_S_FIS_1501909_Chapter3.pdf

Download (912kB)
[img] Text
S_S_FIS_1501909_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (856kB)
[img] Text
S_S_FIS_1501909_Chapter5.pdf

Download (94kB)
[img] Text
S_S_FIS_1501909_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (28MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Kehidupan abad 21 memberikan tantangan kepada para individu yang menjalaninya. Pendidikan dapat menjadi kekuatan utama untuk mengatasi tantangan yang muncul di kehidupan abad 21. Salah satu upaya untuk mengembangkan mutu pendidikan adalah dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu mengaitkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki dengan berbagai konteks dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan IPTEK. Pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics) menjadi solusi dalam melatihkan kemampuan penguasaan konsep. Selain faktor pembelajaran, kita tidak bisa mengabaikan faktor kemampuan alami yang dimiliki siswa. Salah satu kemampuan alami siswa adalah kecerdasan. Teori kecerdasan menjelaskan bahwa manusia memiliki setidaknya delapan jenis kecerdasan. Namun, dari delapan jenis kecerdasan tersebut terdapat satu kecerdasan yang dominan. Konsep kecerdasan yang lebih dari satu ini yang disebut dengan kecerdasan majemuk. Beberapa penelitian tentang pembelajaran STEM dan pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk terbukti dapat meningkatkan penguasaan konsep. Oleh karena itu, pada penelitian ini digunakan perpaduan antara pembelajaran STEM dan pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk untuk meningkatkan penguasaan konsep siswa. Metode yang digunakan yaitu One-Group (pretest-postest) design. Pembelajaran STEM berbasis kecerdasan majemuk telah diterapkan pada 24 siswa di salah satu sekolah menengah pertama di Bandung. Siswa dibagi menjadi 4 kelompok berdasarkan dominansi kecerdasan majemuk yaitu kecerdasan verbal-linguistik, kecerdasan kinestetik, kecerdasan logika-matematika, dan kecerdasan visual-spasial. Keempat kelompok ini mendapatkan treatment yang berbeda-beda berdasarkan dominansi kecerdasan majemuk. Data penelitian menunjukan N-Gain sebesar 0,43 dengan interpretasi sedang untuk penguasaan konsep siswa secara keseluruhan. Sementara untuk setiap kecerdasan majemuk yaitu 0,47 untuk siswa kecerdasan verbal-linguistik, 0,46 untuk kecerdasan kinestetik, 0,41 untuk kecerdasan logika-matematika, dan 0,37 untuk kecerdasan visual-spasial. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembelajaran STEM berbasis kecerdasan majemuk dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa pada setiap jenis kecerdasan majemuk.;--- 21st century life presents challenges to the individuals who live in it. Education can be a major force to overcome the challenges that appeared in the life of the 21st century. One effort to develop a quality of education is by preparing human resources that able to link the knowledge and skills which owned with various contexts in daily life related to science and technology. STEM learning (Science, Technology, Engineering and Mathematics) is a solution in practicing concept mastery skills. In addition to learning factors, we cannot ignore the natural abilities of students. One of the students' natural abilities is intelligence. Intelligence theory explains that humans have at least eight types of intelligences. However, from the eight types of intelligences there is one dominant intelligence. The more than one concept of intelligence is called multiple intelligence. Several studies on STEM learning and multiple intelligence based learning have been shown to improve mastery of concepts. Therefore, in this study a combination of STEM learning and multiple intelligence based learning was used to improve the mastery of students' concepts. The method used is One-Group (pretest-posttest) design. STEM learning based on multiple intelligences has been applied to 24 students in one of the junior high schools in Bandung. Students were divided into 4 groups based on the dominance of multiple intelligences, namely verbal-linguistic intelligence, kinesthetic intelligence, logic-mathematical intelligence, and visual-spatial intelligence. The four groups get different treatment based on dominance of multiple intelligences. The research data showed that N-Gain was 0.43 with moderate interpretations for mastery of overall student concepts. While for each multiple intelligence is 0.47 for students of verbal-linguistic intelligence, 0.46 for kinesthetic intelligence, 0.41 for logic-mathematical intelligence, and 0.37 for visual-spatial intelligence. The results of this study indicate that STEM learning based on multiple intelligences can improve the mastery of students' concepts in each type of multiple intelligence.

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil : S FIS MOH p-2019; Pembimbing : I. Winny Liliawati, II. Irma Rahma; NIM. : 1501909.
Uncontrolled Keywords: Pembelajaran STEM, Kecerdasan Majemuk, Penguasaan konsep, Gempa Bumi, STEM Learning, Multiple Intelligence, Mastery of concepts, Earthquakes.
Subjects: L Education > L Education (General)
Q Science > Q Science (General)
Q Science > QC Physics
Divisions: Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Fisika > Program Studi Pendidikan Fisika
Depositing User: Mohammad Ismi Raskanda
Date Deposited: 03 Jul 2019 07:00
Last Modified: 03 Jul 2019 07:00
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/35836

Actions (login required)

View Item View Item