KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT CIKONDANG DESA LAMAJANG DALAM PEMANFAATAN TANAMAN OBAT SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI SMA

Yani Mulyani, - (2018) KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT CIKONDANG DESA LAMAJANG DALAM PEMANFAATAN TANAMAN OBAT SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI SMA. S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
T_BIO_1502690_Title.pdf

Download (93kB)
[img] Text
T_BIO_1502690_Abstract.pdf

Download (151kB)
[img] Text
T_BIO_1502690_Table_of_content.pdf

Download (276kB)
[img] Text
T_BIO_1502690_Chapter1.pdf

Download (303kB)
[img] Text
T_BIO_1502690_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (349kB)
[img] Text
T_BIO_1502690_Chapter3.pdf

Download (406kB)
[img] Text
T_BIO_1502690_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (669kB)
[img] Text
T_BIO_1502690_Chapter5.pdf

Download (228kB)
[img] Text
T_BIO_1502690_Bibliography.pdf

Download (258kB)
[img] Text
T_BIO_1502690_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran menggunakan sumber belajar yang diangkat dari pengetahuan kearifan lokal masyarakat Cikondang dalam pemanfaatan tanaman obat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan emik dan etik untuk menjelaskan hubungan pengetahuan masyarakat tentang jenis dan pemanfaatan tanaman obat dalam pandangan ilmu pengetahuan. Penentuan responden dilakukan secara purpossive sampling, diambil responden sebanyak 30% dari jumlah keseluruhan. Data tentang pengetahuan pemanfaatan tanaman obat diperoleh melalui teknik wawancara sebanyak 39 responden. Masyarakat Cikondang mengetahui 27 tanaman obat yang diketahui dan biasa digunakan. Famili Zingiberaceae memiliki jenis yang lebih banyak digunakan sebagai tanaman obat. Bagian tanaman yang paling banyak digunakan adalah daun dan cara pengolahan tanaman obat yang paling banyak dilakukan dengan direbus. Spesies dengan nilai guna tertinggi dimiliki oleh Curcuma longa L. dengan nilai guna 4.28 yang menyatakan spesies penting/ prioritas, sedangkan spesies dengan nilai SUV terendah yaitu Aracchis hypogaea L. sebesar 0.15 yang menyatakan spesies kurang penting dan dapat digantikan oleh tanaman lain. Pemanfaatan tanaman obat sebagai bentuk kearifan lokal masyarakat Cikondang dikembangkan menjadi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Adanya kesesuaian antara hasil penelitian mengenai tanaman obat dengan materi Plantae, pada submateri Spermatophyta, klasifikasi tumbuhan dan peranan tumbuhan dalam kehidupan menunjukkan bahwa hasil penelitian dapat menunjang kebutuhan implementasi kurikulum di SMA pada materi Plantae, pembelajaran yang diterapkan dapat memperlihatkan ketercapaian kompetensi dasar (KD) melalui Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Hasil persentase pencapaian nilai melalui pengerjaan evaluasi Lembar Kerja Siswa sebanyak 83,3% siswa dinyatakan tuntas memperoleh nilai lebih dari batas minimum KKM yang telah ditetapkan, sedangkan 16,7% siswa dinyatakan tidak tuntas.---- This study aims to analyze the implementation of learning using learning resources raised from the knowledge of local wisdom Cikondang community in the use of medicinal plants. This research used qualitative method with emic and ethical approach to explain the relationship of public knowledge about the type and utilization of medicinal plants in the view of science. Determination of respondents conducted by purposive sampling, taken 30% of the total respondents. Data about the knowledge of the use of medicinal plants obtained through interview techniques as many as 39 respondents. Cikondang people know 27 known medicinal plants and commonly used. Zingiberaceae family has a type that is more widely used as a medicinal plant. The most widely used plant part is leaf and medicinal plant processing which mostly done by boiling. The species with the highest value of use is owned by Curcuma longa L. with a value of 4.28, which states important species / priorities, while the species with the lowest SUV value is Aracchis hypogaea L. of 0.15, which states species are less important and can be replaced by other plants. Utilization of medicinal plants as a form of local wisdom Cikondang community developed into Learning Implementation Plan (RPP). The existence of conformity between research result about medicinal plants with Plantae material, on submateri Spermatophyta, plant classification and role of plant in life indicate that research result can support requirement of high school curriculum implementation in Plantae material, applied learning can show basic competency achievement (KD) through Lesson plan. The result of the percentage of achievement of value through the work of evaluation of Student Worksheet as much as 83,3% of students expressed to get more value than the minimum limit of KKM which have been determined, while 16,7% student is not completed.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S2)
Additional Information: No. Panggil: T BIO YAN k-2018 ; Pembimbing: I. Achmad Munandar, II. Eni Nuraeni ; NIM: 1502690
Uncontrolled Keywords: Kearifan lokal, Kampung Cikondang, Pemanfaatan tanaman obat, Local wisdom, Cikondang village, Medicinal plants.
Subjects: H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races
L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Biologi S-2
Depositing User: Mr. Arif Rezkyana Nugraha
Date Deposited: 10 Apr 2019 02:54
Last Modified: 10 Apr 2019 02:54
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/34343

Actions (login required)

View Item View Item