PENDIDIKAN TOLERANSI MELALUI PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN KEMA’ARIFAN DI SEKOLAH NAHDLATUL ULAMA : Studi Deskriptif di SMA Ma’arif Bandung

Dianita, Gita (2017) PENDIDIKAN TOLERANSI MELALUI PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN KEMA’ARIFAN DI SEKOLAH NAHDLATUL ULAMA : Studi Deskriptif di SMA Ma’arif Bandung. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_PAI_1304597_Title.pdf

Download (186kB)
[img] Text
S_PAI_1304597_Abstract.pdf

Download (321kB)
[img] Text
S_PAI_1304597_Table_of_content.pdf

Download (219kB)
[img] Text
S_PAI_1304597_Chapter1.pdf

Download (453kB)
[img] Text
S_PAI_1304597_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (395kB)
[img] Text
S_PAI_1304597_Chapter3.pdf

Download (270kB)
[img] Text
S_PAI_1304597_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (634kB)
[img] Text
S_PAI_1304597_Chapter5.pdf

Download (276kB)
[img] Text
S_PAI_1304597_Bibliography.pdf

Download (163kB)
[img] Text
S_PAI_1304597_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (279kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pendidikan toleransi melalui pembelajaran mata pelajaran Kema’arifan di sekolah Nahdlatul Ulama, tepatnya di SMA Ma’arif Bandung. Hal ini penting dilakukan dengan mengingat bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki aneka ragam latar belakang penduduknya, termasuk keyakinan atau agama yang dianutnya. Berbeda dengan penelitian yang lain, penelitian ini akan lebih membahas tentang suatu proses penanaman nilai toleransi di sekolah yang berlatar belakang organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Sementara, Nahdlatul Ulama merupakan organisasi masyarakat yang begitu memperhatikan kondisi bangsa Indonesia. Penelitian ini akan menguraikan bagaimana cara guru dalam menyampaikan nilai-nilai toleransi melalui suatu proses pembelajaran di kelas. Nilai-nilai toleransi yang diberikan pun begitu memperhatikan tuntunan ajaran Islam dan disesuaikan dengan konteks kebangsaan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Adapun hasil yang ditunjukkan dalam penelitian ini ialah pembelajaran Kema’arifan mampu memberikan pengetahuan secara lebih mendalam tentang Islam, aswaja, serta golongan-golongan yang lainnya. Aswaja merupakan paham yang dianut oleh Nahdlatul Ulama, yang mana paham tersebut begitu mengedepankan sikap moderat dan toleran. Dalam proses pembelajaran, guru menyampaikan nilai-nilai toleransi melalui metode ceramah dan tanya jawab. Guru memberikan penjelasan tentang perbedaan-perbedaan golongan dalam Islam, serta menyampaikan bahwa dakwah tidak boleh memaksa apalagi menggunakan kekerasan. Selain itu, guru menegaskan agar seorang muslim harus mampu menghargai perbedaan dan mengedepankan sikap amar ma’ruf nahyi munkar. Nilai toleransi yang disampaikan guru pun akan membekali siswa untuk menjadi manusia yang beragama, bermasyarakat dan berbangsa.----- The research discusses tolerance education through the teaching and learning of Kema'arifan (wisdom) subject at Nahdlatul Ulamaschools, precisely at SMA (Senior High School) Ma'arif Bandung. This is important to do considering that Indonesia is a country with people from diverse backgrounds, including beliefs or religions. In contrast to other studies, this research will be more focused on discussing the process of inculcating tolerance values in schools with the background of Nahdlatul Ulama(NU) organization. Meanwhile, Nahdlatul Ulamais a community organization that is really concerned with the condition of the Indonesian nation. The research will describe how teachers convey tolerance values through classroom teaching and learning. The tolerance values delivered are also very much in accordance with the guidance of Islamic teachings and adapted to the context of nationality. The research employed qualitative method with data collection techniques of interview, observation, and documentary study. The results show that Kema'arifan instruction can provide more in-depth knowledge about Islam, aswaja, and other groups. Aswaja is a belief shared by Nahdlatul Ulama, which highly promotes moderation and tolerance. In the teaching and learning process, teachers convey the values of tolerance through lecture and question and answer methods. The teachers explain about the differences in Islamic groups and convey that da’wah should not be coercive, much less use violence. In addition, the teachers insist that a Muslim should be able to appreciate the differences and put forward the attitude of amar ma'ruf nahyi munkar. The values of tolerance delivered by the teachers will assist students in becoming religious, social, and nationalist human beings.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil: S PAI DIA p-2017 ; Pembimbing: I. Endis Firdaus, II. Saepul Anwar ; NIM: 1304597
Uncontrolled Keywords: pendidikan toleransi, pembelajaran, nahdlatul ulama. Tolerance education, learning,
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
B Philosophy. Psychology. Religion > BV Practical Theology > BV1460 Religious Education
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Mr. Arif Rezkyana Nugraha
Date Deposited: 06 Dec 2018 09:08
Last Modified: 06 Dec 2018 09:08
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/32523

Actions (login required)

View Item View Item