PEMBINAAN AKHLAK MULIA MELALUI KETELADANAN DAN PEMBIASAAN: Studi Deskriptif Pada Madrasah Tsanawiyah Al Inayah Kota Bandung Tahun 2016

Manan, Syaepul (2017) PEMBINAAN AKHLAK MULIA MELALUI KETELADANAN DAN PEMBIASAAN: Studi Deskriptif Pada Madrasah Tsanawiyah Al Inayah Kota Bandung Tahun 2016. S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
T_PAI_1302249_Title.pdf

Download (91kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_PAI_1302249_Abstract.pdf

Download (222kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_PAI_1302249_Table_of_content.pdf

Download (263kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_PAI_1302249_Chapter1.pdf

Download (458kB) | Preview
[img] Text
T_PAI_1302249_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (829kB)
[img]
Preview
Text
T_PAI_1302249_Chapter3.pdf

Download (340kB) | Preview
[img] Text
T_PAI_1302249_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (905kB)
[img]
Preview
Text
T_PAI_1302249_Chapter5.pdf

Download (223kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_PAI_1302249_Bibliography.pdf

Download (230kB) | Preview
[img] Text
T_PAI_1302249_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Coaching for children morals increasingly felt necessary especially when the man in the modern era is faced with a moral issue and morals are serious enough, that if left unchecked will destroy the future of the nation. Modeling and habituation in education is urgently needed because psychologically, learners more to imitate the behavior or a figure who idolized including teacher. Habituation is also very important in the learning activities. This is because any knowledge or behavior that is acquired by habituation would be very difficult to change or eliminate them so that in this way is very useful in educating children. This study is a qualitative research took place in MTs. Al Inayah Bandung. The data collection is done by conducting observation, interview and documentation. Data analysis was done by reviewing all data, reduce them, put them in the unit, categorizes, check the validity of the data and then draw conclusions. The results showed: (1) Implementation of a noble character development in MTs Al Inayah implemented into routine program and insindental which is a must for students. The exemplary form shown by teachers include time discipline, discipline enforce discipline in attitude, discipline in worship. While habituation habituation include greeting the teachers when they met, read the Divine Name, tadarus Al-Qur`ān, Duha prayer in congregation, Tausyiah Duha, pray before and after the study, muhaḍarah and flag ceremony on Monday, live clean and extracurricular arts and religious ; (2) material coaching character that is material about discipline and religion; (3) the evaluation form of monthly meetings reporting on the extent of coaching they do with the headmaster as controlling; (4) the supporting factors: a) their cooperation both among the Principals, teachers, homeroom and the entire staff, b) factor family (parents) who actively participate in giving attention to the children to always teach good and always be a good role model, c) learners partly in boarding schools so that learners more controlled circumstances. While the inhibiting factors are: a) the association of students outside class hours with the outside environment which often brings a negative direction, b) monitoring that is still less than teachers for students who do not follow habituation, because they discovered learners when reading the Divine Name, tadarus Al-Duha prayer Qur`ān and they have not been serious, rowdy in learning, and did not execute the noon prayer in congregation c) technology is a little more disturbing learners in learning. Keywords: Development, Morals, ideals, habituation Pembinaan Akhlāk bagi anak semakin terasa diperlukan terutama pada saat manusia di zaman modern ini dihadapkan pada masalah moral dan akhlāk yang cukup serius, yang kalau dibiarkan akan menghancurkan masa depan bangsa. Keteladanan dan pembiasaan dalam pendidikan amat dibutuhkan karena secara psikologis, peserta didik lebih banyak mencontoh prilaku atau sosok figur yang diidolakannya termasuk gurunya. Pembiasaan juga tak kalah pentingnya dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini disebabkan karena setiap pengetahuan atau tingkah laku yang diperoleh dengan pembiasaan akan sangat sulit mengubah atau menghilangkannya sehingga cara ini amat berguna dalam mendidik anak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengambil lokasi di MTs. Al Inayah Kota Bandung. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan pengamatan, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menelaah seluruh data, mereduksinya, menyusunnya dalam satuan, mengkategorikannya, memeriksa keabsahan data kemudian menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pelaksanaan pembinaan akhlak mulia di MTs Al Inayah terimplementasikan ke dalam program rutinitas dan insindental yang menjadi keharusan bagi peserta didik. Adapun bentuk keteladanan yang ditunjukkan oleh guru-guru meliputi disiplin waktu, disiplin menegakkan aturan, disiplin dalam bersikap, disiplin dalam beribadah. Sedangkan pembiasaan meliputi pembiasaan mengucapkan salam kepada guru ketika bertemu, membaca asmaul husna, tadarus Al-Qur`ān, sholat ḍuha berjamaah, Tausyiah ḍuḥa, berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, muhaḍarah dan upacara bendera di hari senin, hidup bersih dan ekstrakurikuler kesenian dan keagamaan;(2) Materi pembinaan akhlak yaitu materi tentang kedisiplinan dan keagamaan;(3) Evaluasi yang dilakukan berbentuk rapat bulanan yang berisi laporan tentang sejauh mana pembinaan yang mereka lakukan dengan kepala madrasah sebagai controlling;(4) Faktor pendukung: a) adanya kerjasama yang baik antara pihak Kepala Madrasah, Guru, wali kelas dan seluruh tenaga kependidikan, b) faktor keluarga (orang tua) yang ikut berpartisipasi aktif dalam memberikan perhatian pada anak untuk selalu mengajarkan yang baik dan selalu menjadi tauladan yang baik, c) peserta didik sebagian berada di lingkungan pesantren sehingga keadaan peserta didik lebih terkontrol. Sedangkan faktor penghambatnya adalah: a) pergaulan peserta didik di luar jam pelajaran dengan lingkungan luar yang terkadang membawa arah yang negatif, b) pengawasan yang masih kurang dari guru bagi peserta didik yang tidak mengikuti pembiasaan, karena masih ditemukan peserta didik ketika membaca asmaul husna, tadarus Al-Qur`ān dan şalat ḍuha mereka belum serius, gaduh dalam pembelajaran, dan tidak melaksanakan şolat ẓuhur berjamaah c) teknologi yang sedikit banyak mengganggu peserta didik dalam belajar. Kata Kunci: Pembinaan, Akhlak, Keteladanan, Pembiasaan

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S2)
Additional Information: No. Panggil: T_PAI_MAN_p-2017; Pembimbing : I. Abas Asyafah, II.Wawan Hermawan
Uncontrolled Keywords: Pembinaan, Akhlak, Keteladanan, Pembiasaan
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
L Education > L Education (General)
L Education > LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Agama Islam S-2
Depositing User: Mr. Cahya Mulyana
Date Deposited: 01 Mar 2018 06:13
Last Modified: 01 Mar 2018 06:13
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/29721

Actions (login required)

View Item View Item