Melansyah, Raden Regine (2017) ANALISIS PENGGUNAAN TINDAK TUTUR PENOLAKAN BAHASA JEPANG TERHADAP AJAKAN SEBAGAI SEBUAH TATEMAE: Dalam Variety Show Kisumai Busaiku, Joshi Ana Supesharu dan Ningen Kansatsu Baraeti Monitaringu. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.
|
Text
S_JEP_1102843_Title.pdf Download (106kB) | Preview |
|
|
Text
S_JEP_1102843_Abstract.pdf Download (280kB) | Preview |
|
|
Text
S_JEP_1102843_Table_of_content.pdf Download (497kB) | Preview |
|
|
Text
S_JEP_1102843_Chapter1.pdf Download (261kB) | Preview |
|
Text
S_JEP_1102843_Chapter2.pdf Restricted to Staf Perpustakaan Download (823kB) |
||
|
Text
S_JEP_1102843_Chapter3.pdf Download (216kB) | Preview |
|
Text
S_JEP_1102843_Chapter4.pdf Restricted to Staf Perpustakaan Download (429kB) |
||
|
Text
S_JEP_1102843_Chapter5.pdf Download (208kB) | Preview |
|
|
Text
S_JEP_1102843_Bibliography.pdf Download (260kB) | Preview |
|
Text
S_JEP_1102843_Appendix.pdf Restricted to Staf Perpustakaan Download (312kB) |
Abstract
Salah satu budaya yang menjadi perwakilan dalam menggambarkan tingkah laku masyarakat Jepang salah satunya yaitu budaya honne dan tatemae. Penutur asli bahasa Jepang merupakan masyarakat yang menjunjung tinggi keharmonisan hubungan antar sesamanya, sehingga terlihat adanya kecenderungan penggunaan tatemae. Dimana tatemae merupakan ungkapan yang disesuaikan oleh pembicaranya dengan keadaan masyarakat yang dihadapinya, sedangkan honne merupakan hal yang benar-benar pembicara pikirkan dalam hatinya. Penggunaan tatemae dalam situasi penolakan suatu ajakan yang memiliki kemungkinan tinggi dalam merusak hubungan antar manusia menjadi suatu hal penting. Hal ini dikarenakan dengan penggunaan tatemae kemungkinan rusaknya suatu hubungan antara penolak dan pengajak dapat terhindarkan. Oleh karena itu, penelitian ini meneliti tentang penggunaan ungkapan penolakan sebagai tatemae dalam situasi sebuah ajakan. Hasilnya, penutur asli bahasa Jepang mengungkapkan jenis penolakan tidak langsung dan tambahan penolakan sebagai tatemae setelah mengungkapkan penolakan langsung. Kata kunci: tindak tutur, penolakan bahasa Jepang, tatemae One of many cultures that representative in describing the behavior of Japanese society are Honne and tatemae culture. Japanese Native speakers is a society which respects the harmony of the relationship between each other, so that shows tendency of using tatemae. tatemae is a phrase that be customized by speaker with the social condition that it faces. while Honne is truly speakers think in their heart. Tatemae usage in an invitation refusal situations that has a high possibility in damaging human relations become an important thing. This is due by using tatemae can avoid a possibility of damaging relationship between the repellent and the inviting. Therefore, this study examines the use of the refusal expression as a Tatemae in an invitation situation. As a result, Japanese native speakers express indirect resfusal type and additional refusal as Tatemae after expressing a direct refusal. Keywords : speech act, japanese refusal, Tatemae
Item Type: | Thesis (S1) |
---|---|
Additional Information: | No. Panggil: S_JEP_MEL_a-2017; Pembimbing : I. Sugihartono, II. Sudjianto |
Uncontrolled Keywords: | Tindak tutur, penolakan bahasa Jepang, tatemae |
Subjects: | L Education > L Education (General) P Language and Literature > PL Languages and literatures of Eastern Asia, Africa, Oceania P Language and Literature > PN Literature (General) |
Divisions: | Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra > Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang |
Depositing User: | Mr. Cahya Mulyana |
Date Deposited: | 14 Mar 2018 07:13 |
Last Modified: | 14 Mar 2018 07:13 |
URI: | http://repository.upi.edu/id/eprint/29676 |
Actions (login required)
View Item |