MODEL PEMBELAJARAN ISU-ISU KONTROVERSIAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS : Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas VII-A MTs Cisasawi

Susilowati, Tuti (2017) MODEL PEMBELAJARAN ISU-ISU KONTROVERSIAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS : Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas VII-A MTs Cisasawi. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_IPS_1000603_Title.pdf

Download (93kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_IPS_1000603_Abstract.pdf

Download (136kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_IPS_1000603_Table_of_content.pdf

Download (146kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_IPS_1000603_Chapter1.pdf

Download (223kB) | Preview
[img] Text
S_IPS_1000603_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (251kB)
[img]
Preview
Text
S_IPS_1000603_Chapter3.pdf

Download (429kB) | Preview
[img] Text
S_IPS_1000603_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (735kB)
[img]
Preview
Text
S_IPS_1000603_Chapter5.pdf

Download (211kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_IPS_1000603_Bibliography.pdf

Download (138kB) | Preview
[img] Text
S_IPS_1000603_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (274kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini berjudul Model Pembelajaran Isu-Isu Kontroversial untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Siswa pada Pembelajaran IPS. Berawal dari observasi pra-penelitian yang dilakukan penulis sebanyak dua kali pertemuan di kelas VII-A MTs Cisasawi pada bulan Februari tahun 2017. Permasalahan yang ditemukan adalah pembelajaran yang berlangsung secara pasif dimana kurangnya interaksi yang terjalin antar siswa maupun siswa dengan guru. Hal tersebut tercermin pada beberapa kejadian seperti: 1) siswa kurang merespon pertanyaan dari guru; 2) siswa tidak mau memulai bertanya atau menjelaskan pendapat dan pemahamannya karena takut salah atau ditertawakan oleh temannya; dan 3) siswa kurang mampu menjelaskan pemahamannya dengan kata-kata sendiri. Sehingga inti dari permasalahan tersebut mengindikasikasikan kemampuan komunikasi siswa tergolong rendah. Melihat permasalahan tersebut, penulis melakukan penelitian tindakan dengan menggunakan desain penelitian dari Kemmis dan Taggart yang meliputi beberapa tahapan yaitu: 1) Rencana penelitian yang diawali dari observasi awal/ pra-penelitian, model pembelajaran dan materi yang akan digunakan, menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran, mempersiapkan media pembelajaran yang relevan dengan materi ajar dan instrumen penilaian; 2) Tindakan penelitian dilakukan satu kali pada setiap siklus nya; 3) Pengamatan dilakukan peneliti dan observer untuk mengamati aktivitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran; 4) Refleksi dilakukan untuk melihat dampak dari pelaksanaan tindakan. Alternatif yang dipilih untuk memecahkan permasalahan kemampuan komunikasi siswa adalah melalui penggunaan model pembelajaran isu-isu kontroversial. Berdasarkan ketercapaian indikator kemampuan komunikasi siwa yang meliputi; 1) mampu menjelaskan / mempresentasikan; 2) mampu memberikan penjelasan yang bermakna; 3) mampu menuliskan hasil pemahman; 4) mampu memberikan saran dan 5) mampu merespon yang selalu mengalami peningkatan pada setiap siklus nya maka dapat dikatakan bahwa.penelitian ini berhasil. Hal ini terbukti pada siklus pertama, kemampuan komunikasi siswa dikategorikan Rendah dengan presentase sebesar 48,57%, kemudian pada siklus kedua mengalami peningkatan yang signifikan menjadi 72,28% dan dikategorikan Baik. selanjutnya pada siklus ketiga kemampuan komunikasi siswa dikategorikan baik dengan presentase sebesar 78,28%. Kesimpulannya, dengan menggunakan model pembelajaran isu-isu kontroversial kemampuan komunikasi siswa meningkat dengan baik sehingga penulis menyimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran isu-isu kontroversial.mampu meningkatkan kemampuan komunikasi siswa kelas VII-A MTs Cisasawi. Penulis merekomendasikan pada guru maupun siswa untuk terus meningkatkan kemampuan komunikasi melalui model pembelajaran isu-isu kontroversial dalam pembelajaran IPS. Sedangkan bagi peneliti lain dapat melakukan penelitian yang serupa namun mengobati permasalahan yang berbeda seperti mengembangkan keterampilan berargumentasi, mengemukakan pendapat maupun keterampilan berpikir kritis.;---This study entitled Model Learning Controversial Issues to Improve Student Communication Skills in Social Studies Learning. Starting from the pre-research observations conducted by the author of two meetings in class VII-A MTs Cisasawi in February 2017. Problems are found is a passive learning where the lack of interaction that is established between students and students with teachers. This is reflected in several events such as: 1) students do not respond to questions from teachers; 2) the student does not want to start asking or explaining his or her opinion and understanding for fear of being wrong or being laughed at by his or her friend; And 3) students are less able to explain their understanding with their own words. So the core of the problem indicates students' communication skills are low. Seeing the problem, the writer performs the action research by using the research design from Kemmis and Taggart which includes several stages: 1) The research plan that begins from the initial observation / pre-research, the learning model and the material to be used, prepare the learning implementation plan, Instructional media relevant to teaching materials and assessment instruments; 2) The action of the research is conducted once in each cycle; 3) Observations conducted by researchers and observers to observe the activities of teachers and students in the learning process; 4) Reflection is done to see the impact of the implementation of the action. The alternative chosen to solve the problem of students' communication skills is through the use of controversial learning model issues. Based on the achievement of indicators of communication skills of the students covering; 1) able to explain / present; 2) able to provide meaningful explanations; 3) able to write down the results of the learner; 4) able to give advice and 5) able to respond that always increase in each cycle it can be said that this research succeed. This is evident in the first cycle, students' communication skills are categorized Low with a percentage of 48.57%, then in the second cycle has increased significantly to 72.28% and categorized Good. Then on the third cycle students' communication skills are categorized well with a percentage of 78.28%. In conclusion, using the learning model of controversial issues students' communication skills are improved so well that the authors conclude that the use of learning model controversial issues. Can improve the communication skills of VII-A students of MTs Cisasawi. The authors recommend to teachers and students to continue to improve communication skills through the learning model of controversial issues in social studies. While for other researchers can do a similar research but treat different problems such as developing skills to argue, express opinions and critical thinking skills.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil : S IPS SUS m-2017; Pembimbing : I. Sapriya, II. Muhammad Iqbal; NIM : 1000603.
Uncontrolled Keywords: Model pembelajaran isu-isu kontroversial, kemampuan komunikasi, Model of learning controversial issues, communication skills.
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HE Transportation and Communications
L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan IPS
Depositing User: Mrs. Santi Santika
Date Deposited: 22 Feb 2018 02:50
Last Modified: 22 Feb 2018 02:50
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/29557

Actions (login required)

View Item View Item