KAJIAN STRUKTUR DAN BUDAYA KEPESANTRENAN DALAM NOVEL NOVEL BERLATAR PESANTREN SERTA PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA DI SMP BERBASIS PESANTREN

Suhardi, Tri (2016) KAJIAN STRUKTUR DAN BUDAYA KEPESANTRENAN DALAM NOVEL NOVEL BERLATAR PESANTREN SERTA PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA DI SMP BERBASIS PESANTREN. S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_B.IND_1404623_Title.pdf

Download (22kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_B.IND_1404623_Abstract.pdf

Download (110kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_B.IND_1404623_Table_of_content.pdf

Download (138kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_B.IND_1404623_Chapter1.pdf

Download (373kB) | Preview
[img] Text
S_B.IND_1404623_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (524kB)
[img]
Preview
Text
S_B.IND_1404623_Chapter3.pdf

Download (734kB) | Preview
[img] Text
S_B.IND_1404623_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
S_B.IND_1404623_Chapter5.pdf

Download (403kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_B.IND_1404623_Chapter6.pdf

Download (122kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_B.IND_1404623_Bibliography.pdf

Download (298kB) | Preview
[img] Text
S_B.IND_1404623_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (636kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur novel dan budaya kepesantrenan dalam novel-novel berlatar pesantren serta menyajikan pemanfaatannya sebagai bahan ajar sastra di SMP Berbasis Pesantren. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan struktural dan sosiologi karya sastra. Teknik utama yang digunakan adalah analisis isi dengan pembacaan dan penafsiran berulang-ulang. Instrumen penelitian, yakni peneliti sendiri didukung dengan pedoman analisis struktur novel dan budaya kepesantrenan. Objek penelitian ini adalah novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi dan Cahaya Cinta Pesantren karya Ira Madan. Ada tiga temuan dalam penelitian ini. Kesatu, kedua novel berlatar pesantren tersebut memiliki struktur penceritaan logis dan kronologis. Tokoh-tokoh yang ditampilkan menunjukkan karakter yang memegang teguh budaya kepesantrenan. Latar cerita terjadi di Pondok Pesantren. Tema cerita kedua novel tersebut menggunakan tema sosial. Gaya bahasa yang dominan digunakan adalah majas simile, personifikasi, dan metafora. Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang persona pertama aku tokoh utama. Kedua, budaya kepesantrenan yang menjadi ciri khas pondok pesantren meliputi: pendalaman ilmu-ilmu agama Islam, mondok, keteladanan, kepatuhan, ketulusan, dan kemandirian. Adapun budaya kepesantrenan yang melekat pada diri para kiai dan ustad adalah toleransi, rendah hati, dan kemasyarakatan. Sementara, budaya kepesantrenan yang melekat pada diri santri adalah kesalehan, kedisiplinan, kesederhanaan, qana’ah, ketabahan, kesetiakawanan, istiqamah, dan kebersihan. Ketiga, hasil kajian struktur dan budaya kepesantrenan dalam kedua novel tersebut dapat dimanfaatkan sebagai modul pembelajaran novel berlatar pesantren di SMP Berbasis Pesantren Kelas VIII semester 2 ;--- This research aim to for describe of novel structure and culture of kepesantrenan which consist in in novels have background of pesantren and also present its exploiting upon which teach art in SMP Base on Pesantren. Method research which used in this research is descriptive method qualitative. Approach the used is structural approach and belleslettres sociology. Especial technique the used is analysis fill with interpretation and read repeatedly. Research instrument, namely researcher alone supported with guidance of novel structure analysis and culture of kepesantrenan. The object of this study is novel Negeri 5 Manara masterpiece of Ahmad Fuadi and novel Cahaya Cinta Pesantren masterpiece of Ira Madan. There are three findings in this study. First, the second novel set in the background pesantren have a logical and chronological narrative structure. The characters are displayed in both the novel shows the attitude and character uphold kepesantrenan culture. Background story takes place at pondok pesantren. The novel theme of the second story using social themes. The dominant style of language used is a figure of speech simile, personification, and metaphor. The point of view is used first person viewpoint I'm the main character. Second, the culture which characterizes kepesantrenan include: deepening of religious sciences of Islam, lodge, exemplary, obedience, sincerity, and independence. The culture of kepesantrenan coherent of kiai and ustad are tolerance, humility, and society. Meanwhile, culture of kepesantrenan coherent of santri is pious, discipline, simplicity, qana'ah, fortitude, solidarity, steadfastness, and cleanliness. Third, the results of the study of the structure and culture of kepesantrenan in both novels can be utilized as a learning module novel set in junior high schools Pesantren Based Class VIII second half.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S2)
Additional Information: No. Panggil : T B.IND SUH K-2016 Pembimbing : I. Sumiyadi II. Isah Cahyani
Uncontrolled Keywords: structure, culture of kepesantrenan, novel, sociology of literature, modules , struktur, budaya kepesantrenan, novel, sosiologi karya sastra, modul
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General)
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Bahasa Indonesia S-2
Depositing User: Mr mhsinf 2017
Date Deposited: 24 Aug 2017 07:07
Last Modified: 24 Aug 2017 07:07
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/25156

Actions (login required)

View Item View Item