PERKEMBANGAN KESENIAN BANGKONG REANG DI DESA LEBAK MUNCANG KECAMATAN CIWIDEY KABUPATEN BANDUNG PADA TAHUN 1967-2014

Sopian, _ (2016) PERKEMBANGAN KESENIAN BANGKONG REANG DI DESA LEBAK MUNCANG KECAMATAN CIWIDEY KABUPATEN BANDUNG PADA TAHUN 1967-2014. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_SEJ_1105620_Title.pdf

Download (96kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1105620_Abstract.pdf

Download (204kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1105620_Table_of_content.pdf

Download (148kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1105620_Chapter1.pdf

Download (298kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1105620_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (371kB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1105620_Chapter3.pdf

Download (343kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1105620_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (641kB)
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1105620_Chapter5.pdf

Download (211kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_SEJ_1105620_Bibliography.pdf

Download (150kB) | Preview
[img] Text
S_SEJ_1105620_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (457kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Skripsi ini berjudul “Perkembangan Kesenian Bangkong Reang di Desa Lebak Muncang Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung Pada Tahun 1967-2014. Tujuan dari penelitian ini secara garis besar adalah mendeskripsikan mengenai Perkembangan Fungsi Kesenian Bangkong Reang di Desa Lebak Muncang Tahun 1967-2014. Adapun yang menjadi alasan mendasar pelaksanaan penelitian, bertolak pada ketertarikan dan kekhawatiran penulis terhadap kesenian Bangkong Reang yang mulai terlupakan, maka diperlukan suatu upaya dalam rangka pelestarian seni tradisi, agar tetap bertahan di antara perkembangan sosial dan budaya modern dalam kehidupan masyarakat. Dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan metode historis, meliputi langkah-langkah heuristik, kritik, historiografi. Selain itu, dalam mengkaji permasalahan yang diteliti, penulis menggunakan pendekatan interdisipliner yaitu dengan dibantu oleh ilmu sosiologi dan antropologi. Berdasarkan temuan, bahwa kesenian Bangkong Reang merupakan salah satu jenis kesenian tradisional musik bambu yang diwariskan secara turun temurun. Nilai-nilai yang terdapat di dalamnya antara lain, pandangan hidup dan sosial, serta pendidikan. Pementasannya sebelum tahun 1990 dihubungkan dengan unsur ritual, namun setelah itu hanya bersifat hiburan saja. Faktor yang paling berpengaruh terhadap perkembangannya berasal dari dalam yaitu upaya seniman, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, sedangkan faktor pengahambatnya paling dominan berasal dari luar, terutama globalisasi dan perkembangan budaya modern. Maka dengan demikian dibutuhkan semangat gotong royang dari para seniman dan masyarakat, serta pemerintah setempat yang terkait dengan upaya pelestarian kesenian tersebut.; The titled of this research is “The Development of Bangkong Reang Art in Lebak Muncang Village, Ciwidey District, Bandung Regency in 1967-2014. The aim of this research in to describe about the development of Bangkong Reang function in Lebak Muncang Village, Ciwidey District, Bandung Regency in 1967-2014. The background of this research is according to the interest from the author to Bangkong Reang art which has been forgotten, because of that needs it would require an effort in order to preserve the traditional art, in order to survive in the modern social and cultural developments in society. Research methodology in this research was historical method, comprising the steps heuristic, critics and hystoriografy. Beside that, into anylize the problem, the author use interdisciplinary approach with using sociology science and antropology science. According this research, that Bangkong Reang art is one of traditional bamboo music who inherited. The values in this art is the view of live and social, also in education. The show before 1990 associated with the element of ritual, but after that entertainment only. The main factor in the development of Bangkong Reang art is from internal factor, that is the artist it self, both qualitative and quantitative, while the most dominant inhibiting factors are exogenous, particularly globalization and the development of modern culture. Because of that necessary spirit of mutual cooperataion from the artists and the society, and also local government related to the preservation of this arts.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil: S SEJ SOP p-2016; Pembimbing: I. Ayi Budi Santosa, II. Syarief
Uncontrolled Keywords: Kesenian Tradisional, Bangkong Reang, Kabupaten Bandung, Traditional art, Bangkong Reang, Bandung Regency.
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: Mr mhsinf 2017
Date Deposited: 10 Aug 2017 00:42
Last Modified: 10 Aug 2017 00:42
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/24643

Actions (login required)

View Item View Item