PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SD

Nuriyani, Amalia Laila (2015) PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SD. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_PGSD_1105340_title.pdf

Download (239kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PGSD_1105340_abstract.pdf

Download (251kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PGSD_1105340_table_of_content.pdf

Download (216kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PGSD_1105340_chapter1.pdf

Download (267kB) | Preview
[img] Text
S_PGSD_1105340_chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (279kB)
[img]
Preview
Text
S_PGSD_1105340_chapter3.pdf

Download (467kB) | Preview
[img] Text
S_PGSD_1105340_chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (976kB)
[img]
Preview
Text
S_PGSD_1105340_chapter5.pdf

Download (126kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PGSD_1105340_bibliography.pdf

Download (125kB) | Preview
[img] Text
S_PGSD_1105340_appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (373kB)

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Hal ini ditandai dengan rendahnya hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah yaitu hanya 3 siswa (18%) dari 18 siswa yang memenuhi KKM. Rendahnya kemampuan pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika dapat disebabkan kurangnya pemberian variasi soal matematika yang melatih kemampuan pemecahan masalah siswa, sehingga siswa terbiasa hanya menyelesaikan soal dengan prosedur yang rutin tanpa adanya peningkatan keterampilan dalam dirinya. Oleh karena itu penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi keliling persegi dan persegi panjang. Dalam penelitian tindakan kelas ini peneliti menerapkan model PTK dari Kemmis dan Taggart. Penelitian ini dilakukan sebanyak 2 siklus dan terdiri dari empat tahap untuk tiap siklus tindakannya, yaitu: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) observasi, 4) refleksi. Sedangkan langkah yang diterapkan pada model problem based learning ini berupa: 1) menyadari masalah, 2) merumuskan masalah; 3) merumuskan hipotesis; 4) mengumpulkan data; 5) menguji hipotesis; 6) menentukan pilihan penyelesaian. Hasil penelitian ditemukan bahwa model ini dapat melibatkan siswa secara aktif dalam setiap tahapan pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Hal ini dapat terlihat dari peningkatan presentase tiap indikator pemecahan masalah pada setiap siklusnya. Model PBL ini mampu untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan peningkatan prosentase ketuntasan belajar siswa sebesar 39%. Ada pula peningkatan pencapaian indikator pemecahan masalah matematika dari siklus I ke siklus II. Berikut merupakan peningkatan indikator, indikator ke-1 siswa mampu memahami masalah dengan peningkatan prosentase dari 47,2% menjadi 98,2%, indikator ke-2 siswa mampu merancang model matematika untuk pemecahan masalah dengan peningkatan prosentase dari 47,2% menjadi 98,2%, sedangkan indikator ke-3 yaitu siswa mampu menyelesaikan model matematika meningkat dari 13,2% menjadi 64,5% dan untuk indikator terakhir yaitu siswa mampu menafsirkan solusi mengalami peningkatan dari 19,4% menjadi 96,3%.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No Panggil : S PGSD NUR p-2015 Pembimbing : I.Effy Mulyasari II.Arie.Rakhmat Riyadi
Uncontrolled Keywords: model pembelajaran, problem based learning, kemampuan pemecahan masalah matematika, keliling persegi dan persegi panjang
Subjects: L Education > L Education (General)
L Education > LB Theory and practice of education
L Education > LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pedagogik > PGSD Bumi Siliwangi
Depositing User: Staff DAM
Date Deposited: 27 Oct 2015 06:56
Last Modified: 27 Oct 2015 06:56
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/18123

Actions (login required)

View Item View Item