PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR KELAS V MELALUI METODE PENEMUAN TERBIMBING

Ambami, Syarifah (2013) PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR KELAS V MELALUI METODE PENEMUAN TERBIMBING. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_PGSD_0902972_TITLE.pdf

Download (371kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PGSD_0902972_ABSTRACT.pdf

Download (383kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PGSD_0902972_TABLE OF CONTENT.pdf

Download (182kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PGSD_0902972_CHAPTER 1.pdf

Download (427kB) | Preview
[img] Text
S_PGSD_0902972_CHAPTER 2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (412kB)
[img]
Preview
Text
S_PGSD_0902972_CHAPTER 3.pdf

Download (497kB) | Preview
[img] Text
S_PGSD_0902972_CHAPTER 4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (592kB)
[img]
Preview
Text
S_PGSD_0902972_CHAPTER 5.pdf

Download (178kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PGSD_0902972_BIBLIOGRAPHY.pdf

Download (191kB) | Preview

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap siswa. Salah satu metode pembelajaran yang dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan potensinya secara mandiri dan aktif adalah Metode Penemuan Terbimbing. Metode penemuan terbimbing menerapkan beberapa strategi untuk guru, diantaranya: merumuskan masalah yang akan diberikan kepada siswa, memberikan bimbingan secukupnya, memeriksa hasil prakiraan yang dilakukan siswa, dan memberikan masalah lanjutan untuk memeriksa kebenaran hasil temuan siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan desain non ekuivalent control group desain. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD yang berada di Gugus Cibodas-Suntenjaya. Dari populasi tersebut, dipilih dua kelas untuk dijadikan sampel, yaitu SDN Cibodas 4 sebagai kelas eksperimen, dan SDN Suntenjaya 1 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen mendapatkan pembelajaran melalui metode penemuan terbimbing, sedangkan kelas kontrol mendapatkan pembelajaran melalui metode konvensional. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di kelas eksperimen lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah siswa di kelas kontrol. 2) untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran dengan metode penemuan terbimbing. Instrumen yang digunakan berupa tes dan non tes. Instrumen tes yang digunakan adalah tes uraian yang sebelumnya telah diujicobakan untuk mengetahui daya validitas, reliabilitas, indeks kesukaran dan daya pembeda. Instrumen non tes yang digunakan adalah skala Likert yang terdiri dari 28 pernyataan pilihan SS, S, R, TS, dan STS. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan statistik dengan bantuan program Microsoft Excel 2007. Pengujian satistik yang dipilih adalah pengujian perbedaan rerata dua pihak. Analisis data posttest menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh pembelajaran melalui metode penemuan terbimbing lebih baik dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang memperoleh pembelajaran melalui metode konvensional. Analisis data skala sikap menunjukkan bahwa sikap siswa positif terhadap pembelajaran melalui metode penemuan terbimbing. Kata kunci : Penemuan terbimbing, kemampuan pemecahan masalah matematis Mathematical problem-solving ability is one of the abilities that should be possessed by every student. One of the methods that can provide opportunities for students to develop their potential with actively and independently is Guided Reinvention Method. Guided reinvention method implementing several strategies for teachers, including: formulating the problem that will be given to students, providing sufficient guidance, checking the forecast results of the student, and giving the problem continued to verify the findings of the students. The method used in this study was Quasi Experiments with non ekuivalent control group design. The population in this study were all fifth grade students in elementary schools located in Cluster Cibodas-Suntenjaya. From the entire population, selected two classes to be sampled, SDN Cibodas 4 as an experimental class, and SDN Suntenjaya 1 as the control class. Experimental class got method of learning through guided reinvention, while the control class got learning through conventional methods. The purpose of this study were: 1) to determine whether students' mathematical problem-solving abilities in the experimental class is better than problem-solving abilities of students in the control class. 2) to study the response of students towards learning under guided reinvention method. Instruments used were in the form of tests and non-test. Test instrument used was a test description that had been tested to determine the validity, reliability, and difficulty distinguishing index. Non-test instrument used was a Likert scale consisting of 28 statements option SS, S, R, TS, and STS. Techniques of data analysis performed in this study used the statistical program with the help of Microsoft Excel 2007. Testing is selected satistic mean difference testing two parties. Posttest data analysis showed that the mathematical problem-solving ability of students receiving learning through guided reinvention method is better than mathematical problem-solving ability that students acquire learning through conventional methods. Attitude scale data analysis showed that students’ attitude was positive towards learning through guided reinvention method. Keywords: guided reinvention, mathematical problem-solving ability

Item Type: Skripsi Tesis Atau Disertasi (S1)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Fakultas Ilmu Pendidikan > Pedagogik > PGSD Bumi Siliwangi
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pedagogik > PGSD Bumi Siliwangi
Depositing User: Riki N Library ICT
Date Deposited: 14 Aug 2013 10:51
Last Modified: 14 Aug 2013 10:51
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/130

Actions (login required)

View Item View Item