STUDI TENTANG EFEKTIVITAS MANAJEMEN KEGIATAN MENGAJAR DI SEKOLAH DASAR NEGERI KOTAMADYA BANDUNG

Abas, Ahmad (2013) STUDI TENTANG EFEKTIVITAS MANAJEMEN KEGIATAN MENGAJAR DI SEKOLAH DASAR NEGERI KOTAMADYA BANDUNG. S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
T_ADPEND_391_Title.pdf

Download (233kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_ADPEND_391_Abstract.pdf

Download (354kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_ADPEND_391_Table_Of_Content.pdf

Download (323kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_ADPEND_391_Chapter1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
T_ADPEND_391_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
T_ADPEND_391_Chapter3.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
T_ADPEND_391_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (3MB)
[img]
Preview
Text
T_ADPEND_391_Chapter5.pdf

Download (828kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_ADPEND_391_Bibliograpy.pdf

Download (398kB) | Preview
[img] Text
T_ADPEND_391_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (2MB)

Abstract

Studi ini dilatarbelakangi oleh adanya beberapa kebijaksanaan pembangunan pendidikan di Indonesia yang telah dijabarkan dalam landasan ideal (Pancasila), landasan struktural (UUD-1945), dan landasan operasional (GBHN). Kebijaksanaan itu dilakukan untuk mengisi kemerdekaan dengan tujuan mencerdaskan bangsa. Sal ah satu pokok kebijaksanaan pendidikan dalam Repelita IV adalah memantapkan sistem pengelolaan dan pelayanan administrasi pendidikan. Agar sampai pada tahap itu, perlu ada upaya pengontrolan terhadap kualitas manajemen. Sejauh mana pelaksanaan manajemen kegiatan mengajar (KM) dilakukan oleh g_uru_ kelas 2, £, dan 6 ?(Selanjutnya istilah kegiatan mengajar disingkat dengan istilah K'M dan istilah kegiatan belajar mengajar disingkat KBM). Studi ini difokuskan pada manajemen KM,yaitu faktor yang mengungkap pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen dalam rangka kepala sekolah dan guru kelas melakukan prilaku berorganisasi. Kepala sekolah melakukan kegiatan supervisi pengajaran, sedangkan guru kelas melaksanakan tiga fungsi manajemen yaitu ; persiapan, pelaksanaan/penyajian, dan hubungan pribadi dalam KM yang menekankan pada bantuan guru kepada murid di kelas. Keempat ke giatan itulah yang diuji efektivitasnya. Manajemen tidak sama dengan KBM. Manajemen merupakan unsur pemberi bantuan (supporting) terhadap KBM, agar kegiatannya dapat mencapai keberhasilan yang optimal, yaitu mencapai setiap tujuan pengajaran yang telah ditetapkan sebelumnya (efe^ktif). Manajemen K M merupakan kegiatan guru kelas mengelola kerja sama dengan murid dan kepala sekolah dengan guru kelas. Salah satu kelemahan manajemen di SDN terletak pada sebagian guru kelas yang kurang tanggap pada waktu menerima ideide pembaharuan. Dalam melaksanakan kode etik profesional, ada guru yang kurang memahami arti manajemen, kurang memahami arti produktivitas, dan kurang memahami karakteristik murid. Begitu pula kepribaiiiannya ada yang kurang bertanggung jawab dan be!urn dewasa. Faktor yang mempengaruhi produk KM guru berdasarkan hasil belajar murid adalah keqiatan mengajar (teaching service) dan pelayanan administrasi (administration service). Titik tekan penelitian ini terletak pada efektivitas manajemen. Masaiahnya da pat dirumuskan sebagai berikut. Hingga mana tingkat efektivitas manajemen KM yang dilakukan guru kelas mempunyai kaitan dengan produk KM guru kelas tersebut berdasarkan hasil belajar murid SDN dan hingga mana pula tingkflt efektivitas supervisi pengajar an berkaitan dengan manajemen KM (persJapan , pelaksanaan/ penyajian, dan hubungan antairpribadi dalam K M) yang dilakukan oleh guru kelas 2, A_, dan 6_ ? Penelitian dengan judul "Studi tentang Efektivitas Manaje men Kegiatan Mengajar di Sekolah Dasar Negeri Kotamadya Bandung", bertujuan ingin mendapat gambaran tentang tingkat efek tivitas manajemen KM yang dilakukan oleh guru kelas 2, 4, dan 6 dan tingkat efektivitas pelaksanaan supervisi pengajaran yang dilakukan oleh kepala sekolah. Tingkat-tingkat efektivitas diukur dengan dua cara : (1) koefisien korelasi hasil perhitungan ^rhit ^dibandingkan dengan koefisien korelasi yang dibuat sebagai kriteria (rkrit<). Bila rhit ada pada skala 0,200-0,400, berarti cukup efektif; (2) rata-rata nilai produk KM guru ber dasarkan hasil belajar murid dibandingkan dengan rata-rata nilai kriteria (dibuat peneliti). Bila nilai tersebut ada pada skala 7,01-8,00 berarti cukup efektif. Adapun yang menjadi anggota populasinya adalah seluruh karakteristik yang berkaitan dengan manajemen KM di SDN. Anggota sampelnya adalah guru SDN kelas 2 (52 orang), kelas 4 (52 orang) dan kelas 6 (52 orang) serta kepala SDN (52 orang). Pengumpulan data dilakukan pada bulan Januari 1987 sampai bulan Maret 1987 (dilakukan sendiri oleh peneliti). Metode yang dipakai adalah deskriptif analisis korelasional dengan teknik angket. Asumsi yang diturunkan dalam penelitian ini adalah administrasi pendidikan menuntut adanya ketepatan, keterikatan, keterpaduan dan kecepatan dalam mengelola segala sumber yang berhubungan dengan KBM. Produktivitas SDN digambarkan dengan ratarata produk KM guru kelas berdasarkan hasil belajar murid . Ma najemen KM dan supervisi pengajaran dalam studi ini tingkat efektivitasnya diteropong dan" sudut administrasi pendidikan secara meta (meta approach in administration). Instrumen penelitian dinilai oleh penimbang secara kualitatif berdasarkan ketepatan tujuan dan keterbacaan rumusan pernyataannya. Data prasurvai diolah dengan menggunakan metode statistika sederhana untuk melihat validitas dan reliabilitas perangkat instrumen. Data penelitian yang dipakai menguji hipotesis diolah dengan uji linieritas regresi, sedangkan uji korelasi menggunakan teknik Product Moment Correlation Coefficient (r) dari Pearson. Selanjutnya diuji keberartiannya dengan uji t. Penelitian ini membuktikan bahwa tidak ada hubungan yang berarti (significant) antara manajemen KM dengan produk KMgu ru berdasarkan hasil belajar murid pada tingkat kepercayaan 95%. Hal ini dibuktikan dengan rendahnya hubungan dan kecilnya sumbangan yang diberikan oleh manajemen KM terhadap produk KM gu ru yang dilihat berdasarkan hasil belajar murid, rendahnya hubu ngan dan kecilnya sumbangan supervisi pengajaran terhadap mana jemen KM guru kelas 2, 4, dan 6. Setelah diukur dengan krite ria ukuran yang ditentukan, ternyata manajemen KM dan supervisi pengajaran kurang efektif. Hal ini menggambarkan bahwa guru ke las dan kepala sekolah belum melakukan kegiatan manajemen KM secara baik. Sehubungan dengan temuan dalam penelitian ini, diajukan rekomendasi kepada Kandepdikbud Kotamadya Bandung agar mengupayakan peningkatan manajemen KM guru kelas dengan memfungsikan persiapan KM, pelaksanaan/penyajian KM, dan hubungan antarpribadi dalam KM. Demikian pula pelaksanaan supervisi pengajaran oleh kepala sekolah agar lebih ditingkatkan dengan menitikberatkaini pada kegiatan akademis untuk meningkatkan profesi guru kelas. Sektor-sektor lainnya yang sangat menunjang terhadap pencapaian tingkat efektivitas manajemen KBM di SDN adalah : (1) peningkat an program bimbingan, (2) dilakukan testing programe, (3) diberlakukannya secara konsekuen kriteria kenaikan kelas dan kelulus-*. an, (4) penataran ulang guru kelas yang difokuskan pada manajemen KM, (5) peningkatan suasana belajar mengajar dan kebersihan kelas/ sekolah, (6) dikembangkan penguatan secara eksteren dengan reinsforcement, (7) penataan hubungan akademis antara sekolah dan orang tua murid, dan (8) pengadaan tenaga tata usaha.

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Fakultas Ilmu Pendidikan > Administrasi Pendidikan
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Administrasi Pendidikan S-2
Depositing User: Riki N Library ICT
Date Deposited: 27 Aug 2013 08:58
Last Modified: 27 Aug 2013 08:58
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/941

Actions (login required)

View Item View Item