PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DALAM PEMETAAN LAHAN KRITIS DI KECAMATAN LEMBANG

Roshatoe, - (2021) PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DALAM PEMETAAN LAHAN KRITIS DI KECAMATAN LEMBANG. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_GEO_1701426_Title.pdf

Download (722kB)
[img] Text
S_GEO_1701426_Chapter1.pdf

Download (815kB)
[img] Text
S_GEO_1701426_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (756kB)
[img] Text
S_GEO_1701426_Chapter3.pdf

Download (740kB)
[img] Text
S_GEO_1701426_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (7MB)
[img] Text
S_GEO_1701426_Chapter5.pdf

Download (293kB)
[img] Text
S_GEO_1701426_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (3MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

ABSTRAK Pada dasarnya kerusakan lahan dimulai dengan adanya konversi lahan. Salah satu bentuknya ialah lahan kritis. Kecamatan Lembang yang berupa kawasan dataran tinggi yang berbukit memiliki daya tarik wisata yang tinggi, sehingga memicu adanya pembukaan lahan dan alih fungsi lahan. Selain sebagai objek wisata, kawasan pemukiman pun meluas karena meningkatnya kepadatan penduduk dan migrasi penduduk dari luar daerah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat dan sebaran lahan kritis yang terdapat di Kecamatan Lembang. Metode yang digunakan adalah metode Sistem Informasi Geografi dengan pembobotan dan skoring yang merujuk pada Peraturan Direktur Jenderal Bina Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial Nomor : P.4/V-Set/2013 Tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Data Spasial Lahan Kritis. Teknik analisis data berupa metode tumpang susun, skoring dan pembobotan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa luas lahan kritis pada kawasan hutan lindung di dominasi oleh kelas potensial kritis dengan luas 1080,07 Ha mencakup 62,81 persen. Sedangkan kelas terendah adalah kelas sangat kritis dengan luas 1,54 Ha mencakup 0,08 persen. Luas lahan kritis pada kawasan budidaya pertanian di dominasi oleh kelas kritis dengan luas 4210,56 Ha mencakup 44,02 persen. Sedangkan kelas terendah adalah kelas potensial kritis dengan luas 439,54 Ha mencakup 4,59 persen. Luas lahan kritis pada kawasan lindung diluar kawasan hutan di dominasi oleh kelas tidak kritis dengan luas 1081,88 Ha mencakup 58,23 persen. Sedangkan kelas terendah adalah kelas sangat kritis dengan luas 1,48 Ha mencakup 0,07 persen dari total luasan Kecamatan Lembang. Penelitian ini bermanfaat bagi masyarakat, investor/lembaga tertentu, hingga pemerintah yang berkaitan dengan perencanaan pembangunan di Kecamatan Lembang. Kata kunci: lahan kritis, alih fungsi lahan, SIG ABSTRACT Basically, land degradation begins with land conversion. One form is critical land. Lembang District which is a hilly highland area has a high tourist attraction, thus triggering land clearing and land conversion. Apart from being a tourist attraction, residential areas are also expanding due to increasing population density and population migration from outside the area. Therefore, this study aims to map the level and distribution of critical land in Lembang District. The method used is the Geographic Information System method with weighting and scoring which refers to the Regulation of the Director General of Watershed Management and Social Forestry Number: P.4/V-Set/2013 concerning Technical Guidelines for Compiling Spatial Data on Critical Lands. Data analysis techniques in the form of overlapping methods, scoring and weighting. Based on the results of the study, it was shown that the critical land area in the protected forest area was dominated by the critical potential class with an area of 1080.07 Ha covering 62.81 percent. While the lowest class is very critical class with an area of 1.54 ha covering 0.08 percent. The critical land area in the agricultural cultivation area is dominated by the critical class with an area of 4210.56 Ha covering 44.02 percent. While the lowest class is the critical potential class with an area of 439.54 Ha covering 4.59 percent. The area of critical land in the protected area outside the forest area is dominated by the non-critical class with an area of 1081.88 Ha covering 58.23 percent. While the lowest class is very critical class with an area of 1.48 Ha covering 0.07 percent of the total area of Lembang District. This research is useful for the community, certain investors/institutions, to the government related to development planning in Lembang District Keywords: critical land, land conversion, GIS

Item Type: Thesis (S1)
Additional Information: ID Sinta Dosen Pembimbing: 1. Lili Somantri 5995390 2. Nanin Trianawati Sugito 6115094
Uncontrolled Keywords: critical land, land conversion, GIS.
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Geografi-S1
Depositing User: Roshatoe
Date Deposited: 14 Sep 2022 07:02
Last Modified: 14 Sep 2022 07:02
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/69890

Actions (login required)

View Item View Item