IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAN BERMUATAN PENDIDIKAN ANTIKORUPSI : Studi Deskriptif di SMA Negeri 8 Bandung

Novitasari, (2013) IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAN BERMUATAN PENDIDIKAN ANTIKORUPSI : Studi Deskriptif di SMA Negeri 8 Bandung. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_PKN_0906858_Title.pdf

Download (147kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PKN_0906858_Abstract.pdf

Download (214kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PKN_0906858_Table of Content.pdf

Download (153kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PKN_0906858_Chapter1.pdf

Download (234kB) | Preview
[img] Text
S_PKN_0906858_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (337kB)
[img]
Preview
Text
S_PKN_0906858_Chapter3.pdf

Download (297kB) | Preview
[img] Text
S_PKN_0906858_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (260kB)
[img]
Preview
Text
S_PKN_0906858_Chapter5.pdf

Download (149kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PKN_0906858_Bibliography.pdf

Download (220kB) | Preview
[img] Text
S_PKN_0906858_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (163kB)

Abstract

Korupsi menjadi permasalahan utama di dunia, begitu juga di negara Indonesia. Berbagai upaya dilakukan untuk dapat mencegah dan membersihkan korupsi, khususnya di negeri ini. Salah satu upaya untuk pencegahan ini adalah melalui pendidikan sebab pendidikan adalah tempat pembudayaan yakni di sekolah. Maka bergulirlah berbagai kebijakan untuk membersihkan korupsi melalui pendidikan. Pendidikan yang dimaksud adalah Pendidikan Antikorupsi. Pendidikan Antikorupsi diintegrasikan pada mata pelajaran khususnya Pendidikan Kewarganegaraan. Bertitik tolak pada uraian di atas, penulis merumuskan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimana Pendidikan Antikorupsi dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan PKn, (2) Bagaimana guru melaksanakan proses pembelajaran PAk dalam PKn, (3) Faktor-faktor apa saja yang mendukung proses pembelajaran PAk dalam PKn. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun subyek penelitian dalam penelitian ini terdiri dari satu orang Wakil Kepala Sekolah, satu orang guru PKn, dan sembilan orang siswa SMA Negeri 8 Bandung. Teknik penelitian yang digunakan yaitu observasi, wawancara, studi literatur dan studi dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan secara keseluruhan dapat diketahui bahwa pada guru merencanakan pembelajaranPendidikan Antikorupsi untuk mencapai tujuan Pendidikan Kewarganegaraan dimulai dari penentuan SK dan KD, karena tidak semua KD dapat dikaitkan dengan PAk. Selanjutnya pengembangan indikator, memilih media dan materi pembelajaran yang dapat dikaitkan dengan Pendidikan Antikorupsi. Berikutnya, Guru sebagai pelaksana proses pembelajaran Pendidikan Antikorupsi dalam Pendidikan kewarganegaraan bahwa, pembelajaran Pendidikan Antikorupsi diintegrasikan juga pada mata pelajaran lainnya, namun dalam hal ini dengan Pendidikan kewarganegaraan memiliki kedekatan. Selanjutnya adalah faktor-faktor pendukung proses pembelajaran Pendidikan Antikorupsi dalam Pendidikan Kewarganegaraan yakni keimanan yang kuat, kejujuran, guru dalam proses pembelajaran, sarana dan prasarana, dan lingkungan. Corruption becomes one of the biggest issues in the world, and also in Indonesia. Many efforts are conducted to prevent corruption especially in our country Indonesia. Education is one of way to prevent it, and school is a suitable place to educate people. Then the policy are made to clean off corruption through education. The education here means Anti-Corruption Education. Anti-Corruption Education is integrated in subject lesson especially civic education. Refering to the explanation above, the author formulates the problems as to the following: (1) How the teacher are designing Anti-Corruption Education to reach civic education goals, (2) How the teacher implements Anti-Corruption Education process in civic education, (3) What are the factors that supported the Anti-Corruption Education process in civic education programe. The method in this research is descriptive study method with qualitative approach. And the data to this research are collected from the vice headmaster, 2 civic education teachers, and 9 SMA Negeri 8 Bandung’s students. This research use observation, interview, literature study, and documentation as a technique of collecting the data. After the research conducted then it produce the result that the teacher designed Anti-Corruption Education to reach the goal of civic education,it begin with SK and KD decision, not all of KD be able to relate the PAk. Then the indicator development, choosing the education media and material which could relating to PAk. After that, teacher as the implementer of PAk and civic education process conclude that PAk intergrated to others subject, but in this case civic education subject have the closeness. Furthermore, it mentioned that the influenced factors in Anti-Corruption Education process are a strong faith, honesty, teacher in education process, medium and infrastructure, and the environment.

Item Type: Thesis (S1)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Kewarganegaraan
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Kewarganegaraan
Depositing User: DAM STAF Editor
Date Deposited: 24 Dec 2013 04:13
Last Modified: 24 Dec 2013 04:13
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/4510

Actions (login required)

View Item View Item