Implementasi Nilai-Nilai Wawasan Kebangsaan Berbasis Keorganisasian Mahasiswa dalam Meningkatkan Nasionalisme (Studi Komparatif Di Kementerian Luar Negeri BEM REMA UPI Dan BEM KEMA UNPAD).

Anggraeni, Indah (2016) Implementasi Nilai-Nilai Wawasan Kebangsaan Berbasis Keorganisasian Mahasiswa dalam Meningkatkan Nasionalisme (Studi Komparatif Di Kementerian Luar Negeri BEM REMA UPI Dan BEM KEMA UNPAD). S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_PKN_1206618_Title.pdf

Download (107kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PKN_1206618_Abstract.pdf

Download (141kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PKN_1206618_Table_of_content.pdf

Download (136kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PKN_1206618_Chapter1.pdf

Download (298kB) | Preview
[img] Text
S_PKN_1206618_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (406kB)
[img]
Preview
Text
S_PKN_1206618_Chapter3.pdf

Download (305kB) | Preview
[img] Text
S_PKN_1206618_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (801kB)
[img]
Preview
Text
S_PKN_1206618_Chapter5.pdf

Download (220kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PKN_1206618_Bibliography.pdf

Download (265kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PKN_1206618_Appendix1.pdf

Download (203kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PKN_1206618_Appendix2.pdf

Download (247kB) | Preview
[img] Text
S_PKN_1206618_Appendix3.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (510kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Derasnya pengaruh globalisasi, bukan mustahil akan mempengaruhi adat budaya yang menjadi jati diri kita sebagai suatu bangsa dan akan melemahkan paham nasionalisme. Wawasan kebangsaan Indonesia memberi peran bagi bangsa Indonesia untuk proaktif mengantisipasi perkembangan lingkungan dalam perubahan zaman sehingga dapat meningkatkan nasionalisme dalam jiwa. Adapun salah satu cara implementasi nilai-nilai wawasan kebangsaan dalam meningkatkan nasionalisme bisa melalui organisasi kemahasiswaan. Tujuan dalam penelitian ini secara khusus dapat mengetahui kontruksi visi dan misi organisasi, cara mengimplementasikan nilai-nilai wawasan kebangsaan yang tertuang dalam program kerja yang telah ditetapkan, pandangan anggota kementerian luar negeri BEM REMA UPI dan Kementerian Luar Negeri BEM KEMA UNPAD mengenai program yang dikembangkan dalam meningkatkan nasionalisme, hambatan yang dialami, dan upaya yang dilakukan Kementerian Luar Negeri BEM REMA UPI dan Kementerian Luar Negeri BEM KEMA UNPAD untuk mengatasi hambatan yang dialami dalam meningkatkan nasionalisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi komparatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Adapun temuan penelitian, Konstruksi visi dan misi pada BEM REMA UPI dan BEM KEMA UNPAD mempunyai persepsi yang sama, dimana visi dan misi dijadikan arah dalam pergerakkan organisasi yang tidak terlepas dari nilai-nilai wawasan kebangsaan sebagai indikator dalam pembuatan visi dan misi tersebut. Selain itu, Kementerian Luar Negeri BEM REMA UPI dan BEM KEMA UNPAD menjadikan program kerja sebagai bentuk pengimplementasian wawasan kebangsaan yang didalamnya terdapat nilai-nilai wawasan kebangsaan sebagai kriteria dalam tujuan pembuatannya program kerja tersebut. Adanya perbedaan pandangan antara Kementerian Luar Negeri BEM REMA UPI dan BEM KEMA UNPAD dalam meningkatkan nasionalisme melalui nilai-nilai wawasan kebangsaan, dimana menurut anggota Kementerian Luar Negeri BEM REMA UPI bahwa program kerja yang dirasakan mampu memberikan rasa tanggung jawab dan semangat dalam memperjuangkan rakyat, berdinamis, dan meningkatnya rasa solidaritas. Sedangkan menurut anggota Kementerian Luar Negeri BEM KEMA UNPAD program yang terlaksana dapat memberikan pencerdasan kepada mahasiswa, peningkatan rasa bangga terhadap negara, dan mempererat silaturahmi, serta menambah link untuk berdiskusi. Perbedaan hambatan yang terdapat dalam pelaksanaan program, di Kementerian Luar Negeri BEM REMA UPI antara lain sikap apatis mahasiswa, budaya kaderisasi yang tak sama, dan koordinasi dan komunikasi, polarisasi pergerakkan mahasiswa yang tersekat oleh persepsi ideologi. Sedangkan di Kementerian Luar Negeri BEM KEMA UNPAD terjadi hambatan seperti ketidaktauan mahasiswa terhadap fungsi yang dimilikinya, sistem pendidikan yang menuntut mahasiswa cepat lulus, mahasiswa kurang memahami sejarah bangsa, kurangnya sarana dan prasaran, serta adanya kelompok-kelompok yang mempunyai persepsi ideologi yang berbeda, dan konsep kaderisasi yang kurang matang serta adanya doktrin-doktrin yang tidak sepaham dengan BEM KEMA UNPAD. Pada dasarnya program kerja yang dikemas dalam organisasi kemahasiswaan mempunyai tujuan yang sama yakni dapat memberikan pencerdasan, turut andil dalam pergerakkan mahasiswa, penyadaran terhadap fungsi mahasiswa untuk negara dan dapat meningkatkan rasa nasionalisme yang tumbuh dalam jiwa. Meskipun demikian terdapat hambatan-hambatan dalam pelaksanaan program di Kementerian Luar Negeri BEM KEMA UNPAD dan BEM REMA UPI pada dasarnya sama yaitu adanya pembatasan waktu kelulusan dalam sistem pendidikan untuk mahasiswa, terdapat perbedaan persepsi dalam konsep pengkaderan, kurangnya penyadaran akan fungsi dan peran mahasiswa dan semakin banyak mahasiswa yang memilih bersikap apatis. Sebagian besar hambatan itu pada umumnya dapat diatasi dengan upaya yang berbeda dimana upaya yang dilakukan Kementerian Luar Negeri BEM REMA UPI yaitu dengan cara penyadaran kembali peran dan fungsi mahasiswa, pencerdasan mahasiswa, perbaikan koordinasi dan informasi, perluasan jaringan (link), dan sistem kaderisasi. Sedangkan upaya yang dilakukan Kementerian Luar Negeri BEM KEMA UNPAD dengan mereformasi peran mahasiswa, pendekatan kepada masyarakat, memperluas jaringan dengan organisasi masyarakat, dan alumni UNPAD, sistem kaderisasi, upgrading seluruh pengurus, kampanye budaya literasi. --- The rapid impact of globalization, is not impossible to affect indigenous cultures into our identity as a nation and would undermine nationalism. Indonesian national vision to give the role to the Indonesian people to proactively anticipate the development of the environment in changing times so that it can improve the spirit of nationalism. As one way of implementing the values of the concept of nationalism in increasing nationalism could through student organizations. The purpose of this research in particular can find construction vision and mission of the organization, how to implement the values of national vision set out in the work program that has been set, the opinion of the foreign ministry BEM REMA UPI and Ministry of Foreign Affairs BEM KEMA ubuntu on a program developed in increasing nationalism, barriers experienced, and the efforts made by the Ministry of Foreign Affairs BEM REMA UPI and Ministry of Foreign Affairs BEM KEMA UNPAD to overcome the constraints experienced in increasing nationalism. This study used a qualitative approach and methods of comparative studies. Data collected through observation, interviews, and documentation. The research findings, Construction vision and mission of the REMA UPI and BEM BEM KEMA UNPAD have the same perception, where the vision and mission of the organization used as a direction in movement which is inseparable from the values of the concept of nationalism as an indicator in making that vision and mission. In addition, the Ministry of Foreign Affairs and BEM BEM KEMA REMA UPI UNPAD make work programs as a form of implementation of national vision in which there are values of national awareness as a criterion in the aim of making the work program. Foreign Ministry views of members of REMA UPI and BEM BEM KEMA UNPAD have the same view that the program is designed is a positive thing for the members and all students in the changing attitude towards his country, as an implementation of the values of national awareness. Basically the work program that is packaged in student organizations have the same goal which is to provide the intellectual, took part in the student movement, the student's awareness of the function of the state and can increase the sense of nationalism that grew in the soul. Nevertheless there are obstacles to the implementation of the program in the Ministry of Foreign Affairs BEM KEMA ubuntu and BEM REMA UPI basically the same, namely the limitation of the time of graduation in the education system for students, there are differences in the perception of the concept of the cadre, the lack of awareness of the functions and roles of students and more many students who choose apathy. Most of the barriers that can generally be overcome with different efforts where efforts by the Ministry of Foreign Affairs BEM REMA UPI that is by awareness of its role and functions of the students, the intellectual level of students, improved coordination and information, network expansion (link), and a regeneration system. While the efforts of the Ministry of Foreign Affairs BEM KEMA ubuntu to reform the role of students, the approach to the community, network with community organizations, and alumni of ubuntu, regeneration system, upgrading the entire board, campaign literate culture.

Item Type: Thesis (S1)
Additional Information: No. Panggil : S PKN ANG i-2016; Pembimbing : 1. Idrus Affandi , 2. Leni Anggraeni .
Uncontrolled Keywords: Implementasi, nilai-nilai, wawasan kebangsaan, Organisasi Kemahasiswaan, nasionalisme, Implementation, values, concept of nationalism, Student Organizations .
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Kewarganegaraan
Depositing User: Mr mhsinf 2017
Date Deposited: 11 Aug 2017 03:45
Last Modified: 11 Aug 2017 03:51
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/24773

Actions (login required)

View Item View Item