HUBUNGAN PEMBINAAN OLEH KEPALA SEKOLAH DENGAN KINERJA GURU : Studi Deskriptif - Analitik pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri se-Jawa Barat

Wiharjadi, Otji S. (2013) HUBUNGAN PEMBINAAN OLEH KEPALA SEKOLAH DENGAN KINERJA GURU : Studi Deskriptif - Analitik pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri se-Jawa Barat. S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
T_ADPEN_989553_Title.pdf

Download (208kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_ADPEN_989553_Abstract.pdf

Download (351kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_ADPEN_989553_Table_Of_Content.pdf

Download (300kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_ADPEN_989553_Chapter1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
T_ADPEN_989553_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
T_ADPEN_989553_Chapter3.pdf

Download (743kB) | Preview
[img] Text
T_ADPEN_989553_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (755kB)
[img]
Preview
Text
T_ADPEN_989553_Chapter5.pdf

Download (525kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_ADPEN_989553_Bibliography.pdf

Download (371kB) | Preview
[img] Text
T_ADPEN_989553_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)

Abstract

Terdapat pemahaman bersama dikalangan para praktisi dan teoritisi organisasi dan manajemen bahwa kinerja dapat dipelajari, diatur, atau diperbaiki melalui perencanaan dan pembinaan kinerja. Alasan untuk menerapkan proses manajemen kinerja dalam setiap organisasi adalah karena secara empirik manajemen kinerja dapat memberikan dampak positif antara lain terhadap peningkatan efektivitas dan efisiensi organisasi, perubahan budaya kerja, peningkatan motivasi, peningkatan produktifitas dan peningkatan upah/gaji. Di Indonesia, keluhan masyarakat dan dunia usaha/industri terhadap rendahnya mutu lulusan SMK membuat pemerintah, dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional, untuk terus menerus melakukan perbaikan dalam rangka mengatasi kesenjangan tersebut. Selama kurang lebih 20 tahun terakhir ini telah dilakukan berbagai upaya pembenahan mulai dari peningkatan kualitas sarana dan prasarana, perbaikan kurikulum, peningkatan mutu guru melalui berbagai pelatihan dan magang industri sampai pada pelatihan Kepala Sekolah untuk meningkatkan kinerja mereka. Pertanyaannya adalah apakah semua upaya yang dilakukan itu telah berkontribusi positif untuk menjawab kesenjangan tersebut seperti dikatakan diatas ? Kenyataan dilapangan menunjukan bahwa keluhan tentang mutu lulusan SMK masih saja terdengar melalui berbagai kesempatan. Studi ini diarahkan untuk mencermati kineija guru SMK menurut persepsi Kepala Sekolahnya, serta upaya Kepala Sekolah untuk membina para guru dalam rangka meningkatkan kinerja mereka. Kinerja guru dan pembinaan yang dilakukan Kepala Sekolah menjadi fokus utama studi ini karena sumber daya manula diyakini sebagai faktor determinan dalam pembangunan. Penelitian ini dilakukan pada 73 SMK Negeri yang tersebar diseluruh wilayah Jawa Barat. Subyek studi ini terdiri dari 40 Kepala Sekolah Menengah Kejuruan sebagai responden sampel. Kinerja dalam penelitian ini diartikan sebagai hasil dari fungsi suatu pekerjaan atau kegiatan tertentu selama suatu periode tertentu. Sedangkan pembinaan diartikan sebagai suatu hal, cara, atau hasil pekerjaan membina yang meliputi aspek-aspek . mendirikan, membangun, memelihara, mengembangkan, atau menyempurnakan sesuatu menjadi lebih baik. Dalam penelitian ini, variabel pembinaan yang secara hipotetis dianggap dapat memberi kontribusi nyata terhadap peningkatan kineija guru akan dapat diamati melalui beberapa aspek yaitu (1) penyusunan program pembinaan, (2) pelaksanaan program pembinaan, (3) monitoring dan evaluasi program pembinaan, dan (4) tindak lanjut pembinaan. Kemudian kinerja guru akan dilihat dari beberapa aspek yaitu : (1) kehadiran guru, (2) persiapan mengajar (3) pengelolaan kelas (4) pengelolaan KBM dan (5) Pengelolaan interaksi belajar mengajar. Studi ini diarahkan untuk menjawab beberapa pertanyaan sebagai berikut: 1. Bagaimana gambaran tentang Profil pembinaan yang dilakukan oleh kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja guru disekolahnya ? 2. Bagaimana gambaran tentang profil kinerja guru menurut persepsi kepala sekolahnya ? 3. Adakah hubungan yang signifikan antara pembinaan yang dilakukan selama ini oleh kepala sekolah dengan kinerja guru SMK se-Jawa Barat ? Untuk dapat menjawab ketiga pertanyaan tersebut diatas disusun sebuah instrumen penelitian sebagai alat pengumpulan data yang berfungsi untuk mengumpulkan data tentang dua peran yang berbeda tetapi dari satu sumber data, yaitu peran Kepala Sekolah dalam pelaksanaan pembinaan untuk meningkatkan kinerja guru. Secara singkat, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1 Sebagian besar Kepala Sekolah telah melaksanakan pembinaan dengan hasil cukup. Hal ini ditunjukan dengan data, dimana sebanyak 68,85% Kepala Sekolah telah dapat menyusun program pembinaan, melaksanakan program pembinaan, melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program pembinaan, serta melakukan evaluasi dan tindak lanjut terhadap program pembinaan. 2. Secara umum, kinerja guru SMK se-Jawa Barat dipersepsi oleh Kepala Sekolahnya sebagai kinerja yang cukup. Hal ini terbukti dan ditemukannya sebanyak 64,58 % Kepala sekolah mempersepsinya seperti itu. Walaupun demikian, kineija guru seperti ini belum baik jika ditilik dari tiap aspek, misalnya dari aspek penguasaan bahan pelajaran, 53,5% Kepala Sekolah mengatakan bahwa penguasaan bahan pelajaran tidak terlihat dalam kineija mereka. Masih terdapat 55,52 % guru yang belum memperlihatkan kinerja yang baik, dan hal ini masih jauh dari gambaran ideal seorang guru yang baik. Jika dianalisis dari persentase skor totalnya, hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembinaan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah berada pada kategoi cukup dalam pengelompokan persentil dengan nilai persentase sebesar 68,85 % seperti yang telah dikatakan diatas. Sedangkan besaran persentase total kinerja guru juga masuk dalam kategori cukup yaitu 64,58 %. Meski keduanya berada pada kelompok persentil yang sama tetapi kualitas keduanya berbeda. Secara kuantitatif, kineija guru terpaut 4,27%. Artinya menurut pengakuan Kepala Sekolah, kineija guru tidak lebih berkualitas jika dibandingkan dengan upaya pembinaan yang telah dilakukannya. 3. Hasil analisis korelasional menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pembinaan oleh Kepala Sakolah dengan kinerja guru. Hal ini tampak dari koefisien korelasi kedua variabel tersebut sebesar 0,78 %. Dari t - tabel dan t - hitung ditemukan derajat keeratan kedua variabel pada tingkat signifikansi dan kepercayaan 99 %. Berdasarkan analisis korelasi dan tingkat kebermaknaannya dapat dikatakan bahwa derajat keeratan hubungan antara pembinaan yang dilakukan Kepala Sekolah dengan kinerja guru cukup tinggi. Dapat pula dikatakan bahwa semakin ?aik pembinaan yang dilakukan Kepala Sekolah kepada guru SMK, kecenderungannya akan semakin baik pula kineija yang ditunjukkan guru. Analisis ini menunjukan kebergantungan (inter dependensi) yang cukup tinggi antara kinerja guru dengan pembinaan Kepala Sekolah. Hasil studi ini menunjukkan pentingnya pembinaan yang dilakukan secara sistematis terutama untuk mendorong guru meningkatkan kinerjanya. Studi ini hanya menemukan sebagian kecil penentu kinerja guru. Studi lebih lanjut yang mendalam masih diperlukan untuk lebih memahami variabel lain yang juga berpengaruh secara nyata terhadap kinerja guru tetapi masih belum terungkapkan dalam penelitian ini.

Item Type: Thesis (S2)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Sekolah Pasca Sarjana > Administrasi Pendidikan S-2
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Administrasi Pendidikan S-2
Depositing User: Riki N Library ICT
Date Deposited: 29 Aug 2013 00:53
Last Modified: 29 Aug 2013 00:53
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/1158

Actions (login required)

View Item View Item