PENGEMBANGAN TES ISOMORPHIC PROBLEM PADA POKOK BAHASAN GELOMBANG

Sudarto, - (2011) PENGEMBANGAN TES ISOMORPHIC PROBLEM PADA POKOK BAHASAN GELOMBANG. eprint_fieldopt_thesis_type_phd thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
d_ipa_0705081_table_of_content.pdf

Download (324kB) | Preview
[img]
Preview
Text
d_ipa_0705081_chapter1.pdf

Download (255kB) | Preview
[img] Text
d_ipa_0705081_chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (279kB)
[img]
Preview
Text
d_ipa_0705081_chapter3.pdf

Download (350kB) | Preview
[img] Text
d_ipa_0705081_chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (590kB)
[img]
Preview
Text
d_ipa_0705081_chapter5.pdf

Download (129kB) | Preview
[img]
Preview
Text
d_ipa_0705081_bibliography.pdf

Download (325kB) | Preview
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan dan mengembangkan model asesmen isomorphic problem yang diharapkan dapat mengeksplorasi pemahaman konsep mahasiswa sedemikian yang nampak dari hasil asesmen itu merupakan kemampuan optimal mahasiswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode Research and Development. Analisis data mengenai spesifikasi dan penerapan model asesmen IP, respon siswa dan reliabilitasi tes dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan bantuan program computer: SPSS versi 17.0, Iteman dan Anates. Hasil penelitian saat ini (2009-2011) menunjukkan bahwa untuk mengembangkan atau menyususn asesmen problem isomorfik dibutuhkan 10 langkah, (2) karakteristik tes dalam model asesmen problem isomorfik kualitatif-kualitatif (tipe A) dan kuantitatif-kuantitatif (tipe B) umumnya: (a) tingkat kesukarannya berkategori mudah; (b) daya pembeda itemnya berkategori sangat baik pada format pilihan ganda dan jelek serta perlu perbaikan pada format essay, serta (c) reliabilitas tes kedua tipe berkategori sangat tinggi, (3) diperoleh temuan antara laian: (a) dalam format essay, skor rata-rata mahasiswa pada format essay tipe A lebih tinggi secara signifikan daripada skor rata-rata mahasiswa pada format essay tipe B; (b) skor rata-rata mahasiswa pada format pilihan ganda tipe B lebih tinggi secara signifikan daripada skor rata-rata mahasiswa pada format pilihan ganda tipe A; (c) secara keseluruhan, skor rata-rata mahasiswa pada asesmen PI tipe A lebih tinggi secara signifikan daripada skor rata-rata mahasiswapada asesmen PI tipeB; serta (d) model asesmen PI tipe B menunjukkan hasil pengukuran yang berbeda untuk tetee yang berasal dari angkatan yang berbeda, namun, tipe Atidak menunjukkan hasil pengukuran yang berbeda untuk tetee yang berasal dari angkatan yang berbeda, (4) pada umumnya responden mengganggap bahwa asesmen PI tipe A dan tipe B tidaklah sulit untuk dikerjakan, keduanya menantang, menyenangkan, dan mereka berharap agar model asesmen ini diterapkan juga pada mata kuliah fisika lainnya (selain fisika dasar) maupun non fisika, (5) asesmen problem isomorfik tipe A dan tipe B memiliki keunggulan antara lain: dapat lebih mengarahkan pikiran dan lebih mengasah otak. Berkaitan hasil penelitian ini maka disarankan agar alat asesmen hendaknya dibuat tidak hanya untuk membuat siswa belajar, tetapi asesmen itu sendiri menjadikan testee belajar dengan sendirinya serta memperhatikan kecenderungan setiap calon testee, senang fisika dalam hal kualitatif/verbal,kuantitatif/matematis, atau keduanya kualitatif-kuantitatif/verbal-matematis. Perlu dilakukan penelitian lanjutan yang serupa dengan responden yang lebih banyak atau lebi beragam serta dalam waktu yang lebih lama, dandengan topik yang lain. The goals of this research was finding and developing an isomorphic problem assessment model of that’s hoped to be able to assess (exploring) the students’ concept understanding. This research using Research and Development method. Data analysis about specification and aplication of IP assessment model, students’ responses and test charasteristics are did using qualitative descriptive analysis and quantitative analysis by helping computer program : SPSSversion 17.0, Iteman and Anatest. The research results at this present (2009-2011) are showed thatto develop or construct the isomorphic problem assessment model is not difficult and this assessment is effective to assess and accessthe realstudents abilities. In details, these research results are : (1) to develop or contruct the qualitative-qualitative model (model A) and quantitative-quantitative model (model B), we can go through in 10 steps, (2) the charasteristics of test in assessment isomorphic problem model in qualilative-qualitative and quantitative-quantitative generally: (a) the item difficulty in easy chategory; (b) the descriminant index is very well in multiple choice, but ugly and needs improvement at essay format; (c) the reliability of the tests in both tipes is very high chategory, (3) obtained by the findings of assessments: (a) in essay format, the mean score of the students on essay format type A is significantly higher than the mean score of the students in essay format type B, (b) the mean score of the students in multiple choice format type B is significantly higher than the mean scoreof the students in multiple choice format type A, (c) overall, the mean score of the students in IP assessment type A is significantly higher than the mean score ofthestudents in IP assessment type B, and (d) IP assessment model type B shows the results of different measurements for testee derived from a different generation, however, type A does not show the results of different measurements for testee derived from a different generation, (4) in general, respondents assume that IP assessment type A and type B are not hard to do, both challenging, fun, and they hope that this assessment model is applied also in other physics courses (other than introductory physics) and non-physics, (5) assessment isomorphic problem of type A and type B has the advantage, they are: the mind can be more direct and more sharpen the brain. Interlaced these esearch results, so it is recommended that assessment tools should be made not onlyfor make the students learn, but the assessment itself makes testee learn by themselves and considering the tendencies of each candidate testee, like physics in qualitative/verbal, quantitative/mathematical, or both qualitative-quantitative/verbal-mathematical. Further research needs to be done similar to the respondents more or more varied, and in a longer time, and with another topics.

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (eprint_fieldopt_thesis_type_phd)
Additional Information: No Panggil DIPA SUD p-2011
Uncontrolled Keywords: Tes Isomorphic Problem, Gelombang
Subjects: Q Science > QC Physics
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan IPA S-3
Depositing User: Mr Tatang Saja
Date Deposited: 20 Jun 2014 07:23
Last Modified: 20 Jun 2014 07:23
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/8531

Actions (login required)

View Item View Item