Pengembangan Program Muatan Lokal Kimia Berbasis Budaya Orang Laut Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep, Keterampilan Generik Sains, Dan Pengetahuan Budaya Siswa SMP

Basuki, Ari (2011) Pengembangan Program Muatan Lokal Kimia Berbasis Budaya Orang Laut Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep, Keterampilan Generik Sains, Dan Pengetahuan Budaya Siswa SMP. S3 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
d_ipa_0601895_table_of_content.pdf

Download (248kB) | Preview
[img]
Preview
Text
d_ipa_0601895_chapter1.pdf

Download (306kB) | Preview
[img] Text
d_ipa_0601895_chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (378kB)
[img]
Preview
Text
d_ipa_0601895_chapter3.pdf

Download (315kB) | Preview
[img] Text
d_ipa_0601895_chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (766kB)
[img]
Preview
Text
d_ipa_0601895_chapter5.pdf

Download (254kB) | Preview
[img]
Preview
Text
d_ipa_0601895_bibliography.pdf

Download (283kB) | Preview
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan program pembelajaran muatan lokal kimia berbasis budaya Orang Laut (MKBO) yang dapat meningkatkan penguasaan konsep, pengetahuan budaya, dan keterampilan generik sains siswa SMP. Program pembelajaran mengintegrasikan pengetahuan asli masyarakat Orang Laut tentang pandangan terhadap lingkungan kehidupan di laut, sistem tabu “pantang larang”, pengolahan hasil laut, dan pengobatan tradisional dengan konsep kimia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan model 3D, yaitu define, design, dan develop. Tahapan penelitian diawali dengan studi pendahuluan (define), selanjutnya perancangan program (design), dan diakhiri dengan pengembangan (develop). Program MKBO dirancang berdasarkan hasil studi pendahuluan, selanjutnya divalidasi oleh ahli dan diuji coba terbatas yang dilaksanakan di salah satu SMP kelas delapan dengan desain kualitatif. Uji coba pada skala luas menggunakan desain kuasi eksperimen non-equivalen control groups pretest-posttest yang dilaksanakan pada tiga SMP kelas delapan dengan kategori atas, tengah, dan bawah di kota Tanjungpinang Kepulauan Riau dengan jumlah subyek 193 siswa. Kesimpulan penelitian adalah: 1) tradisi budaya Orang Laut memiliki muatan kimia; 2) program pembelajaran MKBO hasil pengembangan sangat efektif dalam meningkatkan penguasaan konsep, pengetahuan budaya, dan keterampilan generik sains siswa dibanding pembelajaran konvensional pada setiap kategori dengan persen N-gain terendah pada konsep partikel materi (26) dan tertinggi pada aspek pengobatan tradisional (47): 3) karakteristik MKBO adalah: a) berpusat pada siswa, b) menciptakan interaksi awal dua konflik skemata berkaitan dengan budaya; c) menghadapkan fenomena budaya, aktifitas fisik dan berpikir secara langsung, d) proses pembelajaran kolateral simultan; e) membentuk struktur pengetahuan baru dan penumbuhan sikap siswa; 4) siswa dan guru betanggapan positif terhadap program MKBO; 5) pembelajaran MKBO dapat menumbuhkan sikap positif terhadap kimia dan sikap peduli lingkungan; 6) keunggulan MKBO: a) menyenangkan bagi siswa hingga meningkatkan minat dan motivasi belajar, b) materi pelajaran terkait kehidupan sehari-hari siswa, c) mengupayakan peningkatan keterampilan berpikir, d) mempertimbangkan pengetahuan awal terkait latar belakang budaya siswa, e) sesuai bagi siswa dari berbagai kategori sekolah, f) alat dan bahan percobaan mudah diupayakan guru; keterbatasan MKBO yaitu kurang tepat untuk siswa dengan latar belakang budaya selain wilayah pesisir dan persiapan pembelajaran dengan kegiatan praktikum butuh waktu lebih lama. Program MKBO hasil pengembangan hendaknya diterapkan dalam pembelajaran kimia di SMP dalam rangka meningkatkan penguasaan konsep, pengetahuan budaya, dan keterampilan generik sains siswa. The research aim to create chemistry local content program based on Orang Laut cultures (MKBO), which can increase Junior Secondary School (SMP) students’ concept mastery, culture knowledge, and generic science skills. This program was integrate indigenous knowledge of Orang Laut community’s views toward coastal life environment, taboo system “pantang larang”, processing marine product, and traditional medication with chemistry concepts. The method used was research and development of 3D model, consist of define, design, and develop. The research phases began with a preliminary study (define), followed by designing the program (design) and ended with development (develop). MKBO design was based on the result of preliminary study, and then the program was judged by experts and limited tryout in eight class of a junior secondary school, used qualitative design. A wider scale tryout used a non-equivalent control groups pretest-posttest quasi experimental design was conducted in eight-grade of three junior secondary school with high, middle, and low categories in Tanjungpinang city, Kepulauan Riau province with a total number of 193 students. The conclusions of the research were: 1) Orang Laut tradition culture had chemistry content; 2) MKBO learning program was very effective than conventional learning to increase students’ concepts mastery, culture knowledge, and generic science skills on each category with lowest and highest N-gain percent for particle of matter concept (26) and traditional medication (47), respectively; 3) MKBO characteristics are: a) student centered, b) interactions of two schemes culture conflict, c) minds-on and hands-on activities, d) exposure of culture phenomena, e) collateral simultant learning process, f) create a new knowledge structure and developing student attitude; 4) teachers and students have positive response toward MKBO; 5) develop positive attitude toward chemistry and environmental awareness; 6) the advantages of MKBO are as follows: a) MKBO make students fun and increase their learning interest and motivation, b) learning material connected with students daily life, c) improving of thinking skills, d) connecting students preconception and culture background, e) can be implemented for students of all school categories, f) using simple equipments and materials; 7) limitation of MKBO is its implementation took time longer than conventional learning on the preparation of laboratory activity and especially for students with coastal culture background. MKBO program should be implemented to learning chemistry on Junior Secondary School in order to increse students’ concepts mastery, culture knowledge, and generic science skills.

Item Type: Skripsi Tesis Atau Disertasi (S3)
Additional Information: No Panggil D IPA BAS p-2011
Uncontrolled Keywords: ketrampilan,Generik Saint, Budaya
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan IPA S-3
Depositing User: Staf Koordinator 3
Date Deposited: 19 Jun 2014 02:53
Last Modified: 19 Jun 2014 02:53
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/7921

Actions (login required)

View Item View Item