MANAJEMEN PUSAT TIK JARDIKNAS DAN IMPLEMENTASI E-LEARNING DI SMK - Studi Kasus Kebijakan Pusat TIK Jardiknas untuk E-learning pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

Hudallah, Noor (2011) MANAJEMEN PUSAT TIK JARDIKNAS DAN IMPLEMENTASI E-LEARNING DI SMK - Studi Kasus Kebijakan Pusat TIK Jardiknas untuk E-learning pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. S3 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
d_adp_0706976_table_of_contents.pdf

Download (45kB) | Preview
[img]
Preview
Text
d_adp_0706976_chapter1.pdf

Download (452kB) | Preview
[img] Text
d_adp_0706976_chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (837kB)
[img]
Preview
Text
d_adp_0706976_chapter3.pdf

Download (532kB) | Preview
[img] Text
d_adp_0706976_chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
d_adp_0706976_chapter5.pdf

Download (24kB) | Preview
[img]
Preview
Text
d_adp_0706976_bibliography.pdf

Download (39kB) | Preview
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pertanyaan-pertanyaan: 1). Bagaimana manajemen pusat TIK Jardiknas di SMK?, 2). Bagaimana implementasai e-learning pada pusat TIK Jardiknas di SMK?, 3). Bagaimana model konseptual pembelajaran berbasis e-learning yang sesuai di SMK?. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan naturalistik dalam observasi dan pengumpulan datanya, dan peneliti berfungsi sebagai instrumen utama. Hasil penelitian menghasilkan kesimpulan: 1). Pusat TIK Jardiknas SMK di Jawa Tengah belum berfungsi maksimal sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, 2). Pusat TIK Jardiknas SMK di Jawa Tengah belum bisa menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan implementasi e-learning bagi sekolah-sekolah yang lain, 3). Kegiatan-kegiatan pelatihan di pusat TIK Jardiknas SMK hanya berlangsung jika ada dana dari pusat, 4). Pada saat ini di Jawa Tengah baru ada 2 SMK (5,7 %) yang sudah merintis implementasi e-learning, 5). Guru-guru SMK di Jawa Tengah sebagian besar belum bisa melakukan implementasi e-learning, 6). Siswa-siswa SMK di Jawa Tengah belum optimal memanfaatkan pusat TIK Jardiknas untuk e-learning, 7). Pusat TIK Jardiknas SMK memerlukan biaya operasional tambahan selain dukungan dana dari Direktorat PSMK maupun Pustekkom, 8). Sistem pengendalian dan tanggung jawab atas proses pembelajaran menggunakan e-learning di SMK belum berjalan, 9). Manajemen pusat TIK Jardiknas dan implementasi e-learning di SMK belum efektif ditinjau dari prinsipprinsip manajemen (perencanaan, pelaksanaan dan penilaian), 10). Tidak ada evaluasi secara berkala oleh kepala sekolah terhadap capaian kinerja pusat TIK Jardiknas SMK. Rekomendasi penelitian meliputi: 1). Semua kepala SMK harus berwawasan global dan mempunyai komitmen terhadap implementasi e-learning, 2). Perlu dilakukan upaya optimalisasi tupoksi pusat TIK Jardiknas SMK sehingga bisa menjadi agen kemajuan pendidikan yang berbasiskan TIK, 3). Harus disusun standard operational procedure (SOP) untuk pengelolaan pusat TIK Jardiknas SMK, 4). Diperlukan jalinan kerjasama dengan instansi lain untuk peningkatan kualitas guru, 5). Diperlukan peningkatan kesiapan guru-guru SMK dalam proses pembelajaran dengan e-learning lewat pelatihan dan workshop, 6). Diperlukan langkah optimalisasi kesiapan siswa SMK dalam proses pembelajaran e-learning, 7). Dibutuhkan implementasi model manajemen e-learning yang efektif dan efisien, 8). SMK harus melakukan pengembangan dan penelitian lebih lanjut untuk mencari model implementasi e-learning yang tepat. This Research was conducted on the basis of the following questions: 1). How is the management of Jardiknas ICT centers in SMKs?, 2). How is the implementation of e-learning at Jardiknas ICT centers in SMKs?, 3). How is the appropriate conceptual model of e-learning in SMKs?. The Research method used was qualitative method with naturalistic approach in its observation and data collection, and the researcher functioned as the main instrument. The Research resulted in the following conclusions: 1). Jardiknas ICT centers in SMKs in Central Java have not yet functioned maximally in accordance with their key tasks and functions, 2). The Jardiknas ICT centers in SMKs in Central Java are not ready to be the centers for e-learning implementation and development for other schools, 3). Training activities at Jardiknas ICT centers in SMKs only take place when there is financing from Jakarta, 4). Recently there are only two SMKs (5,7 %) implementing e-learning, 5). Most SMK teachers in Central Java cannot implement e-learning, 6). SMK Students in Central Java have not optimally exploited Jardiknas ICT centers for e-learning, 7). Jardiknas ICT centers in SMKs need additional funding for operation besides the funding supports from Direktorat PSMK and Pustekkom, 8). The control and accountability system of the e-learning process in SMKs have not run effectively, 9). The management of the Jardiknas ICT centers and implementation of e-learning in SMKs are not effective viewed from the management principles (planning, organizing, evaluating), 10). There is no periodic evaluation by the headmasters on the performance of Jardiknas ICT centers in SMKs. Research Recommendations cover: 1). All SMK headmasters must have global vision and comitment to the implementation of e-learning, 2). There must be some efforts to optimize the standard operational procedure of Jardiknas ICT Centers in SMKs so they can become agents of education progress that is based on ICT, 3). Ther is aneed to set up a standard operational procedure (SOP) for the management of Jardiknas ICT centers in SMKs, 4). There is a need for cooperation with other institutions for improvement of teacher quality, 5). There is a need to improve readiness of SMK teachers to conduct e-learning by providing them with training courses and workshops, 6). Some measures are needed to optimize SMK students readiness to undertake e-learning, 7). Implementation of an effective and efficient management model of e-learning is needed, 8). SMKs must conduct further development and research to look for the most appropriate e-learning implementation model.

Item Type: Skripsi Tesis Atau Disertasi (S3)
Additional Information: No Panggil D ADP HUD m-2011
Uncontrolled Keywords: E-Learning
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Administrasi Pendidikan S-3
Depositing User: Staf Koordinator 3
Date Deposited: 16 Jun 2014 01:25
Last Modified: 16 Jun 2014 01:25
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/7602

Actions (login required)

View Item View Item