KONTRIBUSI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANGTUA SISWA, PERSEPSI SISWA DAN GURU TENTANG KOMPETENSI GURU, TERHADAP PENGEMBANGAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILLS) SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

PURWANTO, Iwan (2010) KONTRIBUSI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANGTUA SISWA, PERSEPSI SISWA DAN GURU TENTANG KOMPETENSI GURU, TERHADAP PENGEMBANGAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILLS) SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN. S3 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
d_ips_039804_table_of_content(1).pdf

Download (257kB) | Preview
[img]
Preview
Text
d_ips_039804_chapter1(1).pdf

Download (301kB) | Preview
[img] Text
d_ips_039804_chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (497kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
d_ips_039804_chapter3(1).pdf

Download (286kB) | Preview
[img] Text
d_ips_039804_chapter4(1).pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (338kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
d_ips_039804_chapter5(1).pdf

Download (257kB) | Preview
[img]
Preview
Text
d_ips_039804_bibliography(1).pdf

Download (263kB) | Preview
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Dinamika ketenagakerjaan dan peluang kerja yang terus berkembang diduga dapat mempengaruhi peluang lulusan pendidikan kejuruan dalam mendapatkan pekerjaan. Untuk itu perlu dilakukan kajian mengenai kontribusi sosial ekonomi orangtua siswa, persepsi guru dan siswa tentang kompetensi guru terhadap kecakapan hidup siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Penelitian ini menganalisis tujuh variabel, yaitu sosial ekonomi orangtua siswa, persepsi guru tentang kompetensi pedagogik dirinya, persepsi guru tentang kompetensi kepribadian dirinya, persepsi guru tentang kompetensi profesional dirinya, persepsi guru tentang kompetensi sosial dirinya, persepsi siswa tentang kompetensi guru, dan kecakapan hidup siswa. Populasi penelitian adalah wilayah Jawa Barat, dengan penentuan sampel dengan menggunakan metoda cluster sampling dihasilkan 3 SMK yang mewakili dataran tinggi dengan jumlah industri banyak, dataran pantai dengan jumlah industri sedang, dan dataran sedang dengan jumlah industri sedikit. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari orangtua siswa sebanyak 179 orang, siswa sebanyak 179 orang, dan sebanyak guru sebanyak 57 orang. Penelitian ini menggunakan metoda survey explanatory yaitu penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dengan instrumen penelitian sebagai alat pengumpul data. Langkah-langkah analisis penelitian adalah uji validitas dan reliabilitas instrumen, pengujian persyaratan analisis, deskripsi, korelasi, uji beda dan regresi. Rangkuman hasil penelitian ini meliputi: (a) kontribusi sosial ekonomi orangtua siswa terhadap kecakapan hidup adalah lemah (R2=0,40%); (b) kontribusi persepsi guru tentang kompetensi dirinya adalah lemah (masing-masing berkontribusi R2 = pedagogik 0,10%, kepribadian 0,40%, profesional 0,40% dan sosial 0,50%); (c) kontribusi persepsi siswa tentang kompetensi guru terhadap kecakapan hidup adalah kuat (R2=66%); (d) kontribusi simultan sosial ekonomi orangtua siswa, persepsi siswa dan persepsi guru tentang kompetensi guru terhadap kecakapan hidup sebesar 66,2%; (e) uji beda persepsi siswa dan guru tentang kompetensi guru menunjukkan tidak ada perbedaan untuk kota yang jumlah industrinya sedikit, untuk kota yang jumlah industri sedang menunjukan perbedaan pada kompetensi pedagogik dan kepribadian, dan kota padat industri hanya kompetensi sosial yang sama persepsinya. Temuan hasil penelitian ini adalah pengembangan kecakapan hidup lebih banyak dipengaruhi oleh perubahan internalisasi persepsi dirinya tentang lingkungan yang diamati dan dipikirkannya, hal ini sesuai dengan pendekatan pembelajaran kognitif secara teori dan secara empiris penelitian bahwa siswa SMK yang mempersepsikan gurunya baik dan tidak memiliki perbedaan persepsi dengan gurunya tentang kompetensi guru memiliki deskripsi rata-rata kecakapan hidup yang baik dan menunjukkan korelasi yang tinggi antara persepsi siswa tentang kompetensi guru terhadap kecakapan hidup siswa. Sedangkan kontribusi sosial ekonomi orangtua siswa dan kontribusi kompetensi guru terhadap kecakapan hidup siswa sangat rendah, hal ini secara teori dapat dijelaskan bahwa faktor eksternal hanya merupakan fungsi stimulus yang direspon sebagai aktivator kerja memori untuk membentuk dan mengembangkan struktur kognitif melalui proses asimilasi dan akomodasi. Dinamika ketenagakerjaan dan peluang kerja yang terus berkembang diduga dapat mempengaruhi peluang lulusan pendidikan kejuruan dalam mendapatkan pekerjaan. Untuk itu perlu dilakukan kajian mengenai kontribusi sosial ekonomi orangtua siswa, persepsi guru dan siswa tentang kompetensi guru terhadap kecakapan hidup siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Penelitian ini menganalisis tujuh variabel, yaitu sosial ekonomi orangtua siswa, persepsi guru tentang kompetensi pedagogik dirinya, persepsi guru tentang kompetensi kepribadian dirinya, persepsi guru tentang kompetensi profesional dirinya, persepsi guru tentang kompetensi sosial dirinya, persepsi siswa tentang kompetensi guru, dan kecakapan hidup siswa. Populasi penelitian adalah wilayah Jawa Barat, dengan penentuan sampel dengan menggunakan metoda cluster sampling dihasilkan 3 SMK yang mewakili dataran tinggi dengan jumlah industri banyak, dataran pantai dengan jumlah industri sedang, dan dataran sedang dengan jumlah industri sedikit. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari orangtua siswa sebanyak 179 orang, siswa sebanyak 179 orang, dan sebanyak guru sebanyak 57 orang. Penelitian ini menggunakan metoda survey explanatory yaitu penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dengan instrumen penelitian sebagai alat pengumpul data. Langkah-langkah analisis penelitian adalah uji validitas dan reliabilitas instrumen, pengujian persyaratan analisis, deskripsi, korelasi, uji beda dan regresi. Rangkuman hasil penelitian ini meliputi: (a) kontribusi sosial ekonomi orangtua siswa terhadap kecakapan hidup adalah lemah (R2=0,40%); (b) kontribusi persepsi guru tentang kompetensi dirinya adalah lemah (masing-masing berkontribusi R2 = pedagogik 0,10%, kepribadian 0,40%, profesional 0,40% dan sosial 0,50%); (c) kontribusi persepsi siswa tentang kompetensi guru terhadap kecakapan hidup adalah kuat (R2=66%); (d) kontribusi simultan sosial ekonomi orangtua siswa, persepsi siswa dan persepsi guru tentang kompetensi guru terhadap kecakapan hidup sebesar 66,2%; (e) uji beda persepsi siswa dan guru tentang kompetensi guru menunjukkan tidak ada perbedaan untuk kota yang jumlah industrinya sedikit, untuk kota yang jumlah industri sedang menunjukan perbedaan pada kompetensi pedagogik dan kepribadian, dan kota padat industri hanya kompetensi sosial yang sama persepsinya. Temuan hasil penelitian ini adalah pengembangan kecakapan hidup lebih banyak dipengaruhi oleh perubahan internalisasi persepsi dirinya tentang lingkungan yang diamati dan dipikirkannya, hal ini sesuai dengan pendekatan pembelajaran kognitif secara teori dan secara empiris penelitian bahwa siswa SMK yang mempersepsikan gurunya baik dan tidak memiliki perbedaan persepsi dengan gurunya tentang kompetensi guru memiliki deskripsi rata-rata kecakapan hidup yang baik dan menunjukkan korelasi yang tinggi antara persepsi siswa tentang kompetensi guru terhadap kecakapan hidup siswa. Sedangkan kontribusi sosial ekonomi orangtua siswa dan kontribusi kompetensi guru terhadap kecakapan hidup siswa sangat rendah, hal ini secara teori dapat dijelaskan bahwa faktor eksternal hanya merupakan fungsi stimulus yang direspon sebagai aktivator kerja memori untuk membentuk dan mengembangkan struktur kognitif melalui proses asimilasi dan akomodasi.

Item Type: Skripsi Tesis Atau Disertasi (S3)
Additional Information: No Panggil D_IPS PUR k-2010
Uncontrolled Keywords: Presepsi, Siswa, ketenaga kerjaan
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan IPS S-3
Depositing User: Staf Koordinator 3
Date Deposited: 11 Jun 2014 07:32
Last Modified: 11 Jun 2014 07:32
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/7464

Actions (login required)

View Item View Item