CITRA PEREMPUAN KERATON KASEPUHAN DALAM TARI BEDAYA KEMBANG LAMPES DI SANGGAR KENCANA UNGU KABUPATEN CIREBON

Robiatul AdaWiyah, - (2021) CITRA PEREMPUAN KERATON KASEPUHAN DALAM TARI BEDAYA KEMBANG LAMPES DI SANGGAR KENCANA UNGU KABUPATEN CIREBON. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_STR_1703892_Tittle.pdf

Download (832kB)
[img] Text
S_STR_1703892_Chapter1-converted.pdf

Download (298kB)
[img] Text
S_STR_1703892_Chapter2-converted.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (379kB)
[img] Text
S_STR_1703892_Chapter3-converted.pdf

Download (195kB)
[img] Text
S_STR_1703892_Chapter4-converted.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img] Text
S_STR_1703892_Chapter5-converted.pdf

Download (79kB)
[img] Text
S_STR_1703892_Appendix-converted.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (265kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Abstrak Tradisi di sebuah daerah di jadikan sebagai dasar dalam membangun kreativitas untuk menciptakan sebuah karya seni khususnya seni tari. Seni dan tradisi di daerah Cirebon banyak terinspirasi dari tradisi yang terdapat di Keraton Kasepuhan Cirebon salah satunya Tari Bedaya Kembang Lampes. Permasalahan pada penelitian ini yang mengangkat bagaimana koreografi, makna serta nilai dari tata rias dan tata busana Tari Bedaya Kembang Lampes dan bagaimana keterkaitan Tari Bedaya Kembang Lampes dengan citra perempuan Keraton Kaepuhan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk penyajian Tari Bedaya Kembang Lampes di Sanggar Kencana Ungu di Kabupaten Cirebon dan mendalami ketertaikatan sosok citra perempuan atau feminisme dalam ruang lingkup di Keraton Kasepuhan Cirebon. Penelitian ini menggunakan teori Etnokoreologi, dan teori feminism serta menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara, dokumentasi dan studi literatur. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan serta vertifikasi. Arti nama Tari Bedaya Kembang Lampes mempunyai makna yang mendalam tentang sosok perempuan Keraton Kasepuhan yang dapat berpengaruh dalam perkembangan kesenian tari di Kabupaten Cirebon, tarian ini dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kesenian Cirebon khususnya pada seni tari, serta dapat meningkatkan perekonomian bagi pelaku seni serta melestarikan kesenian tari di Cirebon. Hasil penelitian ini akan mengupas tentang kajian etnokoreologi berupa teks (koreografi, tata rias , tata busana) dan konstektual dari Tari Bedaya Kembang Lampes serta untuk mengkaji tentang feminism pada citra perempuan di lingkungan Keraton Kasepuhan Cirebon. . Kata kunci : Tari Bedaya Kembang Lampes, Citra Perempuan, Keraton Kasepuhan, Feminisme. Abstrack A tradition in certain places can be used as the basis for building creativity to create a work of art, such as traditional dance. For example, many arts and traditions in Cirebon are inspired by the traditions found in the Kasepuhan Cirebon Palace; one of which is the Bedaya Kembang Lampes Dance. This research discusses how the choreography, the meaning and the value of the make-up and fashion of the Bedaya Kembang Lampes Dance relates to the female image of the Kasepuhan Palace. The purpose of this study is to describe the form of presentation of the Bedaya Kembang Lampes Dance at the Kencana Ungu Studio in Cirebon Regency and to explore the attachment of the image of women or feminism within the scope of the Keraton Kasepuhan Cirebon. This research uses the theory of ethnochoreology, and the theory of feminism and uses descriptive research methods with a qualitative approach as the research method. For the data collection technique, this research uses observation, interviews, documentation and literature study. Moreover, the data analysis technique used in this research is data reduction, data presentation and drawing conclusions and verification. The Meaning name’s Tari Bedaya Kembang lampes has a deep meaning about the female figure of the Kasepuhan Palace who can influence the development of dance art in Cirebon Regency. This dance can increase public appreciation of Cirebon arts, especially traditional dance, and can help the art performers financially as well as preserving the traditional dance in Cirebon. The results of this study explore the ethnoarchaeological studies in the form of texts (choreography, make-up, fashion) and contextuality of the Bedaya Kembang Lampes Dance as well as to examine feminism in the image of women in the Kasepuhan Cirebon Palace. Keyword : Bedaya Kembang Lampes Dance , Girl image, Keraton Kasepuhan Palace, Feminisme.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: Tari Bedaya Kembang Lampes, Citra Perempuan, Keraton Kasepuhan, Feminisme.
Subjects: L Education > L Education (General)
N Fine Arts > N Visual arts (General) For photography, see TR
Divisions: Fakultas Pendidikan Seni dan Desain > Jurusan Pendidikan Seni Tari
Depositing User: Robiatul AdaWiyah
Date Deposited: 23 Sep 2021 03:11
Last Modified: 23 Sep 2021 03:11
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/66952

Actions (login required)

View Item View Item