HUBUNGAN KEMAMPUAN METAKOGNISI DENGAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN SIKAP ILMIAH SISWA KELAS XI PADA MATERI SISTEM EKSKRESI MANUSIA

Diella, Dea (2014) HUBUNGAN KEMAMPUAN METAKOGNISI DENGAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN SIKAP ILMIAH SISWA KELAS XI PADA MATERI SISTEM EKSKRESI MANUSIA. S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
T_IPA_1101264_Title.pdf

Download (160kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_IPA_1101264_Abstract.pdf

Download (154kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_IPA_1101264_Table of Content.pdf

Download (162kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_IPA_1101264_Chapter1.pdf

Download (241kB) | Preview
[img] Text
T_IPA_1101264_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (334kB)
[img]
Preview
Text
T_IPA_1101264_Chapter3.pdf

Download (432kB) | Preview
[img] Text
T_IPA_1101264_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (501kB)
[img]
Preview
Text
T_IPA_1101264_Chapter5.pdf

Download (154kB) | Preview
[img]
Preview
Text
T_IPA_1101264_Bibliography.pdf

Download (224kB) | Preview
[img] Text
T_IPA_1101264_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (219kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kemampuan metakognisi, keterampilan berpikir kritis, sikap ilmiah siswa kelas XI pada materi sistem ekskresi manusia, dan hubungan antara kemampuan metakognisi dengan keterampilan berpikir kritis dan sikap ilmiah. Subjek penelitian meliputi 100 orang siswa kelas XI IPA dari lima SMA di kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode korelasional. Instrumen yang digunakan untuk menjaring data meliputi tes uraian kemampuan metakognisi, tes pilihan ganda beralasan dan uraian keterampilan berpikir kritis, dan skala sikap ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan metakognisi dan keterampilan berpikir kritis siswa memiliki nilai rata-rata yang rendah, sedangkan sikap ilmiahnya memiliki rata-rata cukup. Kemampuan metakognisi dengan skor tertinggi adalah sub komponen evaluasi dan skor terendahnya adalah sub komponen memperbaiki kesalahan. Keterampilan berpikir kritis dengan skor tertinggi adalah sub indikator analisis argumen dan skor terndahnya adalah sub indikator observasi. Hasil penelitian juga membuktikan bahwa kemampuan metakognisi berhubungan cukup kuat dan signifikan dengan keterampilan berpikir kritis konsep sistem ekskresi manusia, sedangkan hubungan antara kemampuan metakognisi dan sikap ilmiah pada konsep yang sama, menunjukkan hubungan yang tidak signifikan. Kata kunci: metakognisi, berpikir kritis, sikap ilmiah The aim of this study was to reveal students XI grade metacognition skill, critical thinking skill, scientific attitude, and also the correlation between metacognition skill with crititical thinking skill and scientific attitude in human excretory system. Sample of this study were 100 students from XI grade of five different high school in Tasikmalaya. Correlational methode was used in this study. Intruments to obtain data consisted of metacognition skill test, critical thinking test, and scientific attitude scale. Result showed that metacognition skill and critical thinking skill has a low average but scientific attitude has an adequate score average. The higher score for metacognition skill component is evaluation and the lower score is debugging strategy. The higher score for students critical thinking skill is analyzing argument and the lower is observation. Metacognition has a positive correlation with critical thinking skill,which include in moderate strong correlation. Metacognition skill has no significant correlation with scientific attitude. Keyword: metacognition, critical thinking, scientific attitude

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S2)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan IPA S-2
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan IPA S-2
Depositing User: DAM STAF Editor
Date Deposited: 17 Feb 2014 05:08
Last Modified: 17 Feb 2014 05:08
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/6529

Actions (login required)

View Item View Item