SELF-ESTEEM ANAK YANG MENGALAMI CHILD ABUSE : Studi kasus pada dua orang anak yang memiliki pengalaman child abuse

Fidanita Octora, - (2010) SELF-ESTEEM ANAK YANG MENGALAMI CHILD ABUSE : Studi kasus pada dua orang anak yang memiliki pengalaman child abuse. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
s_psi_0606466_table_of_content.pdf

Download (242kB)
[img] Text
s_psi_0606466_chapter1.pdf

Download (268kB)
[img] Text
s_psi_0606466_chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (383kB)
[img] Text
s_psi_0606466_chapter3.pdf

Download (273kB)
[img] Text
s_psi_0606466_chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (578kB)
[img] Text
s_psi_0606466_chapter5.pdf

Download (255kB)
[img] Text
s_psi_0606466_bibliography.pdf

Download (245kB)
[img] Text
s_psi_0606466_appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Masa anak-anak adalah masa yang sangat penting dilalui oleh setiap orang. Namun tidak semua orang merasakan masa anak-anak yang menyenangkan. Masa anak-anak yang tidak menyenangkan yang dipenuhi dengan kekerasan, rasa takut, kecemasan, amarah dan lain sebagainya akan sangat berpengaruh bagi perkembangan anak tersebut. Penelitian ini meneliti self-esteem anak yang telah mengalami pengalaman child abuse dimana metode yang digunakan ialah metode kualitatif dengan menggunakan studi kasus. Pemilihan subjek dipilih dengan cara purposive yaitu dua orang anak yang mengalami child abuse yang masih berusia 13 tahun. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara yang mendalam dengan pedoman wawancara yang semi terstruktur dan divalidasi dengan menggunakan expert judgment dan dengan menggunakan triangulasi data. Landasan teori yang digunakan adalah teori Coopersmith yang mengungkapkan empat aspek dari sekf-esteem yaitu power (kekuasaan), significance (keberartian), virtue (kebajikan) dan competence (kemampuan). Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa subjek I (P) belum memiliki power (kekuasaan), significance (keberartian), virtue (kebajikan) dan competence (kemampuan) secara penuh sebagai aspek pembentuk self-esteem dari subjek P. Hanya dalam aspek significance (keberartian) dimana P menyukai dirinya sendiri walaupun P tidak disukai oleh orang lain dan tidak menyukai semua orang yang P kenal. Demikian pula aspek virtue (kebajikan) dimana P suka untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumah walaupun P sering melanggar aturan. Pada subjek II (M) didaptkan bahwa power (kekuasaan) yang dimiliki M belum sepenuhnya terinternalisasi dari dalam diri M. Dalam aspek significance, virtue dan competence, M belum dapat pula memenuhi setiap aspek tersebut sebagai pembentuk self-esteem yang positif. Rekomendasi yang diharapkan pada peneliti selanjutnya ialah untuk lebih memperdalam mengenai aspek lain yang mungkin dapat dipengaruhi oleh pengalaman child abuse seseorang.

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Uncontrolled Keywords: Self-esteem, Child Abuse
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Program Studi Psikologi
Depositing User: Ridha Pratama Rusli
Date Deposited: 23 Aug 2021 08:36
Last Modified: 23 Aug 2021 08:36
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/63889

Actions (login required)

View Item View Item