HUBUNGAN ANTARA STATUS IDENTITAS AGAMA DENGAN KESEHATAN MENTAL SISWA : Studi Deskriptif terhadap Siswa Kelas XI SMA Negeri 19 Bandung Tahun Pelajaran 2010/2011

Ahmad Rifqy Ash Shiddiqy, - (2010) HUBUNGAN ANTARA STATUS IDENTITAS AGAMA DENGAN KESEHATAN MENTAL SISWA : Studi Deskriptif terhadap Siswa Kelas XI SMA Negeri 19 Bandung Tahun Pelajaran 2010/2011. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
s_ppb_060009_table_of_content.pdf

Download (258kB)
[img] Text
s_ppb_060009_chapter1.pdf

Download (283kB)
[img] Text
s_ppb_060009_chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (350kB)
[img] Text
s_ppb_060009_chapter3.pdf

Download (358kB)
[img] Text
s_ppb_060009_chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img] Text
s_ppb_060009_chapter5.pdf

Download (254kB)
[img] Text
s_ppb_060009_bibliography.pdf

Download (246kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Perkembangan identitas diri memberikan dasar bagi perkembangan remaja pada masa selanjutnya. Identitas diri dalam dimensi agama pada masa remaja merupakan masa yang sulit, karena belum menjadi bagian dari pribadi mereka. Identitas agama muncul melalui dua komponen, yaitu eksplorasi dan komitmen. Remaja yang memiliki keteguhan diri (komitmen) dalam keyakinan agama, sebagai buah dari eksplorasi dan komitmen, akan menjadikan agama sebagai landasan setiap perilakunya sehingga tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan sosial yang negatif, sebaliknya remaja yang mengalami kegagalan dalam mencapai identitas keyakinan agamanya akan kebingungan dengan pegangan hidup yang berdampak pada merosotnya kesehatan mental remaja. Penelitian yang dilakukan ditujukan untuk mendapatkan (1) gambaran status identitas agama pada siswa; (2) kesehatan mental pada siswa; (3) hubungan antara status identitas agama dengan kesehatan mental siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini kuantitatif yang digunakan untuk mengungkap gambaran status identitas agama dengan kesehatan mental siswa kelas XI SMA Negeri 19 Bandung Tahun Ajaran 2010/2011. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Untuk memperoleh data mengenai gambaran status identitas agama siswa, gambaran kesehatan mental siswa dan hubungan antara status identitas agama dengan kesehatan mental siswa. Instrumen berupa angket pengungkap gambaran status identitas agama siswa dan gambaran kesehatan mental siswa diberikan kepada siswa kelas XI Negeri 19 Bandung Tahun Ajaran 2010/2011 Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada identity foreclosure sebanyak 55%, identity achievement sebanyak 32%, identity diffusion sebanyak 10%, dan identity moratorium sebanyak 3%. Sementara pada variable kesehatan mental siswa 62 % tinggi. Ini mengindikasikan siswa kelas XI SMA Negeri 19 Bandung memiliki komitmen yang kuat terhadap ajaran agamanya walaupun tanpa dibarengi eksplorasi yang kuat untuk meneguhkan kembali keyakinan agamanya. Rekomendasi yang dapat diberikan, yaitu kepada : (1) Sekolah, diharapkan dapat memfasilitasi dan menciptakan kondisi yang kondusif bagi perkembangan siswa dalam dimensi agama, (2) guru BK, diharapkan dapat memberikan layanan bimbingan konseling individual mengenai status identitas agama dan kesehatan mental siswa (3) Peneliti selanjutnya agar mengkaji secara mendalam hubungan antara kesadaran beragama dengan kesehatan mental siswa, dalam subyek, lokasi penelitian dan metode yang berbeda.

Item Type: Thesis (S1)
Uncontrolled Keywords: status identitas agama, kesehatan mental, siswa.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
L Education > LB Theory and practice of education
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Psikologi dan Bimbingan
Depositing User: Cintami Purnama Rimba
Date Deposited: 04 Aug 2023 08:01
Last Modified: 04 Aug 2023 08:01
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/63785

Actions (login required)

View Item View Item