PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK NUMBERED HEADS TOGETHER MELALAUI MEDIA GLOBE UNTUK MENGATASI KESULITAN SISWA PADA POKOK BAHASAN MENGIDENTIFIKASI BENUA-BENUA : Penelitian Tindakan Kelas Pada Mata Pelajaran IPS di kelas VI Sekolah Dasar Mayang 1 Tahun Ajaran 2011/2012 Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang

Tofik Saeful, - (2012) PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK NUMBERED HEADS TOGETHER MELALAUI MEDIA GLOBE UNTUK MENGATASI KESULITAN SISWA PADA POKOK BAHASAN MENGIDENTIFIKASI BENUA-BENUA : Penelitian Tindakan Kelas Pada Mata Pelajaran IPS di kelas VI Sekolah Dasar Mayang 1 Tahun Ajaran 2011/2012 Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
s_pgsd_0806414_table_of_content.pdf

Download (278kB)
[img] Text
s_pgsd_0806414_appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img] Text
s_pgsd_0806414_chapter1.pdf

Download (297kB)
[img] Text
s_pgsd_0806414_chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (298kB)
[img] Text
s_pgsd_0806414_chapter3.pdf

Download (832kB)
[img] Text
s_pgsd_0806414_chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
[img] Text
s_pgsd_0806414_chapter5.pdf

Download (272kB)
[img] Text
s_pgsd_0806414_bibliography.pdf

Download (262kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengatasi kesulitan siswa dan meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa, serta hasil belajar yang optimal bagi siswa, sehingga siswa memiliki kemampuan berfikir secara alamiah. Penelitian ini berjudul” PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK NUMBERED HEADS TOGETHER MELALUI MEDIA GLOBE UNTUK MENGATASI KESULITAN SISWA PADA POKOK BAHASAN MENGIDENTIFIKASI BENUA-BENUA”.Yang difokuskan pada materi mengidentifikasi benua benua untuk siswa kelas VI semester II di SDN Mayang I Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VI yang berjumlah 18 orang, 8 siswa laki-laki, dan 10 siswa perempuan. Penlitian ini bertujuan ini untuk mengatasi kesulitan siswa dan meningkatkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi benua-benua di dunia. Prosedur penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) model kemmis dan Mc Taggart (1988), yang dalam pelaksanaannya terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi siswa, pedoman observasi guru, pedoman wawancara siswa, pedoman wawancara guru, tes hasil belajar siswa, dan catatan lapangan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka terdapat peningkatan pada setiap siklusnya. Hal ini terbukti dari hasil data awal hanya 7 orang siswa (40%) yang mencapai kriteria ketuntasan. Pada siklus I yang mencapai kriteria ketuntasan sama 40% (7 orang siswa), siklus II menjadi 78% (14 orang siswa) dan pada sikus III yang mencapai kriteria ketuntasan 94% (17 orang siswa). Aspek kinerja guru juga mengalami peningakatan dari siklus I hanya 79%, pada silkus I meningkat menjadi 80%, dan pada siklus III mencapai 98%. Selain hasil belajar, aspek kinerja guru, aspek aktivitas siswa juga mengalami peningkatan dari siklus I hanya 63%, meningkat menjadi 75%, pada siklus II dan silkus III meningkat menjadi 92%.dengan demikian teknin pembelajaran ini dapat diterapkan untuk mengatasi kesulitan siswa mengidentifikasi benua-benua di dunia. The research was conducted as part of efforts to overcome difficulties and enhance students' critical thinking abilities of students, as well as the optimal learning outcomes for students, so students have a natural ability to think. This study, entitled "APPLICATION OF LEARNING TECHNIQUES LEARNING Cooperative Numbered Heads Together GLOBE MEDIA THROUGH DIFFICULTIES TO OVERCOME IDENTIFY STUDENTS on the subject of continents." The materials focused on identifying the continent continent for the second semester of sixth grade students in SDN Mayang I District Cisalak Subang district. The subjects of this study is a class VI student, amounting to 18 people, 8 male students and 10 female students. Penlitian aims to overcome the difficulties of students and improve students' skills in identifying the continents of the world. The procedure of this study using a Classroom Action Research (Classroom Action Research) model of Kemmis and Mc Taggart (1988), which consists in the implementation of action plans, implementation of the action, observation, and reflection. Instruments used in this study is the observation of students, teacher observation, student interview guides, interview guides teachers, students' tests, and field notes. Based on research that has been done, then there is an increase in each cycle. This is evident from the results of the initial data is only 7 students (40%) who achieved completeness criteria. In the cycle that I reached the same criteria for completeness of 40% (7 students), the second cycle to 78% (14 students) and the sikus III who achieved 94% completeness criteria (17 students). Aspects of teacher performance also suffered from the cycle I peningakatan only 79%, at silkus I increased to 80%, and the third cycle of up to 98%. In addition to learning outcomes, aspects of teacher performance, aspects of student activity also increased from cycle I only 63%, increasing to 75%, in cycles II and III silkus increased to 92%. Thus teknin learning can be applied to overcome the difficulties students identify the continents -continent in the world.

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Uncontrolled Keywords: Pembelajaran Kooperatif, Teknik Numbered Heads Together, Media Globe
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pedagogik > PGSD Bumi Siliwangi
Depositing User: Arfani
Date Deposited: 05 Aug 2021 01:12
Last Modified: 05 Aug 2021 01:12
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/63014

Actions (login required)

View Item View Item