PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI BANGUN RUANG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

Octavia, Dini (2013) PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI BANGUN RUANG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
S_PGSD_0902809_TITLE.pdf

Download (277kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PGSD_0902809_ABSTRACT.pdf

Download (183kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PGSD_0902809_TABLE OF CONTENT.pdf

Download (203kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PGSD_0902809_CHAPTER1.pdf

Download (298kB) | Preview
[img] Text
S_PGSD_0902809_CHAPTER2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (400kB)
[img]
Preview
Text
S_PGSD_0902809_CHAPTER3.pdf

Download (427kB) | Preview
[img] Text
S_PGSD_0902809_CHAPTER4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (561kB)
[img]
Preview
Text
S_PGSD_0902809_CHAPTER5.pdf

Download (182kB) | Preview
[img]
Preview
Text
S_PGSD_0902809_BIBLIOGRAPHY.pdf

Download (182kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini diawali dengan kegiatan observasi untuk mengetahui masalah, setelah mengobservasi kegiatan belajar di kelas IV SDN 1 Langensari, terdapat masalah pada hasil belajar siswa yang sebagian besar masih di bawah KKM, selain itu juga metode yang digunakan tidak bervariasi. Oleh karena itu, dalam penelitian ini menerapkan model cooperative learning tipe STAD. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan STAD, dan untuk melihat hasil belajar siswa dengan menggunakan model cooperative learning tipe STAD. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN 1 Langensari Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, yaitu pada siswa kelas IVa yang berjumlah 31 siswa, terdiri dari 19 perempuan dan 12 laki-laki. Pembelajaran dengan model cooperative learning tipe STAD meliputi lima tahap, yaitu: (1) persiapan, (2) penyajian materi atau presentasi, (3) kerja tim, (4) kuis individual, (5) rekognisi tim. Siswa dibentuk menjadi tujuh kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa, yang dikelompokkan secara heterogen menurut presatasi, jenis kelamin, suku atau ras. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari setiap siklus. Nilai rata-rata kelas siklus I mencapai 64,35 dengan ketuntasan belajar siswa menurut KKM sebesar 67,74%. Nilai rata-rata kelas di siklus II mencapai 74,19 dengan ketuntasan belajar siswa menurut KKM sebesat 74,19%. Mengalami peningkatan lagi di siklus III dengan nilai rata-rata kelas mencapai 80,65 dengan ketuntasan belajar siswa menurut KKM sebesar 80,65%. Partisipasi siswa dalam diskusi juga dikategorikan sangat baik, namun terdapat kelemahan pada penerapan model cooperative learning tipe STAD dalam pembelajaran Matematika, yaitu membutuhkan banyak waktu, membutuhkan keterampilan guru dalam mengelola kelas, sedangkan untuk kelebihannya adalah setiap siswa memiliki kesempatan untuk memperoleh hasil belajar yang maksimal, siswa juga dapat berbagi ilmu dengan temannya sehingga hubungan sosial siswa dapat terjalin dengan baik. Kata kunci: Model Cooperative Learning Tipe Student Team Achievement Division (STAD), Bangun Ruang, Hasil Belajar This study begins with the observation to determine the problem, after observing and learning activities in class IV SDN 1 Langensari, there are problems in student learning outcomes are still largely under KKM, but it is also the method used does not vary. Therefore, in this study apply STAD cooperative learning models. This study was conducted to determine the planning, implementation of learning by using STAD, and to see the results of student learning using STAD cooperative learning models. Classroom action research was conducted at SDN 1 Langensari District Lembang Bandung Regency West, namely in class IVa totaling 31 students, consisting of 19 women and 12 men. Learning by STAD cooperative learning models includes five stages, namely: (1) preparation, (2) the presentation of the material or presentation, (3) teamwork, (4) individual quiz, (5) recognition team. Students formed into seven groups, each group consisting of 4-5 students, heterogeneously grouped according presatasi, gender, ethnicity or race. The results showed an increase in student learning outcomes of each cycle. The average value of the first cycle reaches 64,35 class with mastery learning students according KKM 67.74%. The average value of the class in the second cycle reached 74.19 with mastery learning students by KKM sebesat 74.19%. Increased again in the third cycle with an average value of 80.65 to reach grade student mastery by KKM 80.65%. Student participation in the discussion is also considered very good, but there are weaknesses in the application of the model STAD cooperative learning in the learning of mathematics, which is time consuming, requires skill in managing classroom teachers, while the excess is for every student to have the opportunity to gain maximum learning, students are also able to share his knowledge with students so that social relations can be established. Key Words: Cooperative Learning Model Type Student Team Achievement Division (STAD), Building Room Materials, Outcomes

Item Type: Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Fakultas Ilmu Pendidikan
?? IP ??
Universitas Pendidikan Indonesia > Fakultas Ilmu Pendidikan > Pedagogik > PGSD Bumi Siliwangi
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pedagogik > PGSD Bumi Siliwangi
Depositing User: Riki N Library ICT
Date Deposited: 26 Aug 2013 01:47
Last Modified: 26 Aug 2013 01:47
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/621

Actions (login required)

View Item View Item