UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BUAH KEMUKUS (Piper cubeba L.) TERHADAP BAKTERI METHICILLIN RESISTANT Staphylococcus aureus

Elysa Meilani Faradina, - (2020) UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BUAH KEMUKUS (Piper cubeba L.) TERHADAP BAKTERI METHICILLIN RESISTANT Staphylococcus aureus. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_BIO_1606664_Title.pdf

Download (414kB)
[img] Text
S_BIO_1606664_Chapter 1.pdf

Download (153kB)
[img] Text
S_BIO_1606664_Chapter 2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (494kB)
[img] Text
S_BIO_1606664_Chapter 3.pdf

Download (235kB)
[img] Text
S_BIO_1606664_Chapter 4.pdf

Download (903kB)
[img] Text
S_BIO_1606664_Chapter 5.pdf

Download (72kB)
[img] Text
S_BIO_1606664_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (621kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dosis dapat menimbulkan masalah resistensi terhadap bakteri infeksi. Hal tersebut terjadi pada bakteri Staphylococcus aureus sebagai flora normal pada kulit manusia. Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) muncul sebagai patogen nosokomial endemik dan prevalensi infeksi yang disebabkannya meningkat secara drastis. Akibat yang disebabkan oleh bakteri ini diantaranya furunkel, impetigo, osteomyelitis, tonsilitis, bronkhitis, pneumonia, endokarditis, meningoensefalitis, sampai sepsis. Oleh sebab itu, penelitian mengenai penemuan obat yang berasal dari bahan alami untuk menangani kasus resistensi bakteri perlu dilakukan. Kemukus (Piper cubeba L.) memiliki kandungan senyawa fenolik yang terbukti memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus dengan mekanisme mendenaturasi protein di dinding sel bakteri dan lignan dengan mekanisme menghambat fungsi membran sel. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis aktivitas antibakteri dari ekstrak buah kemukus terhadap strain bakteri MRSA menggunakan metode Disc Diffusion Assay (DDA), Minimum Inhibitory Concentration (MIC), Minimum Bactericidal Concentration (MBC) dan Time Kill Assay. Hasil uji DDA membuktikan bahwa 1% ekstrak buah kemukus memiliki aktivitas antibakteri kategori kuat terhadap bakteri MRSA 172918, MRSA 176104 dan MRSA 178449 serta memiliki aktivitas antibakteri yang sedang terhadap bakteri MRSA ATCC 700699. Aktivitas penghambatan ekstrak pada konsentrasi MIC 1,25 mg/ml terhadap bakteri MRSA 172918 dan MRSA 178349, serta konsentrasi MIC 2,50 mg/ml terhadap bakteri MRSA 176104 dan MRSA ATCC 700699. Sedangkan konsentrasi MBC sebesar 2,50 mg/ml pada bakteri MRSA 172918 dan sebesar 5,00 mg/ml terhadap bakteri lainnya. Hasil Time Kill Assay membuktikan bahwa ekstrak buah kemukus memiliki sifat daya mematikan dengan variasi waktu dan konsentrasi yang berbeda-beda pada masing-masing bakteri. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ekstrak buah kemukus berpotensi menjadi agen antibakteri bakteriostatik terhadap bakteri MRSA. Kata kunci: Antibakteri, Antibiotik, Buah Kemukus, MRSA, Resistensi

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No panggi : S BIO ELY u-2020; NIM :1606664
Uncontrolled Keywords: Antibakteri, Antibiotik, Buah Kemukus, MRSA, Resistensi
Subjects: L Education > L Education (General)
Q Science > QH Natural history
Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Biologi > Program Studi Biologi (non kependidikan)
Depositing User: Elysa Meilani Faradina
Date Deposited: 08 Jun 2020 04:47
Last Modified: 08 Jun 2020 04:47
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/49148

Actions (login required)

View Item View Item