REPRESENTASI ISU PENGGULINGAN JOKOWI DI MEDIA DARING INDONESIA : Sebuah Analisis Wacana Kritis

Siti Syarah Pauziah, - (2018) REPRESENTASI ISU PENGGULINGAN JOKOWI DI MEDIA DARING INDONESIA : Sebuah Analisis Wacana Kritis. S2 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
T_LING_1602670_Title.pdf

Download (125kB)
[img] Text
T_LING_1602670_Abstract.pdf

Download (272kB)
[img] Text
T_LING_1602670_Table_of_Content.pdf

Download (294kB)
[img] Text
T_LING_1602670_Chapter1.pdf

Download (334kB)
[img] Text
T_LING_1602670_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (720kB)
[img] Text
T_LING_1602670_Chapter3.pdf

Download (426kB)
[img] Text
T_LING_1602670_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (854kB)
[img] Text
T_LING_1602670_Chapter5.pdf

Download (288kB)
[img] Text
T_LING_1602670_Bibliography.pdf

Download (442kB)
[img] Text
T_LING_1602670_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (1MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Penelitian ini membahas wacana politik di media daring Indonesia. Dengan menggunakan kerangka analisis wacana kritis model Van Dijk dan sistem transitivitas dari Halliday, penelitian ini mengungkap representasi kekuasaan, konstruksi media, dan tanggapan pembaca terhadap isu penggulingan Jokowi sebagai presiden yang diungkapkan oleh jurnalis asal Amerika, Allan Nairn. Kajian kualitatif ini dilakukan untuk menjawab tiga pertanyaan penelitian, yakni bagaimana isu penggulingan Jokowi direpresentasikan oleh Allan Nairn, bagaimana tanggapan media dan pembaca terhadap wacana tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa satu teks yang ditulis oleh Allan Nairn yang dimuat di laman Tirto.id, tiga teks dari tiga situs berita daring di Indonesia (Detik.com, Kompas.com, Republika Online), dan tanggapan pembaca yang diambil dari kolom komentar teks-teks tersebut. Dari penelitian ini ditemukan bahwa secara garis besar Allan Nairn membagi kekuasaan dalam menjadi dua kubu berlawanan, yakni Presiden Jokowi dan pihak TNI. Presiden Jokowi direpresentasikan tidak lebih berkuasa daripada TNI. Lebih dari itu, TNI cenderung direpresentasikan sebagai pihak yang melawan Presiden Jokowi. Sementara dalam konstruksi media terhadap tulisan Allan Nairn tersebut, ketiga situs berita daring nasional memiliki konstruksi yang berbeda-beda. Detik.com cenderung berhati-hati, tidak sepenuhnya membenarkan ataupun menyanggah. Berbeda dengan Kompas.com, Republika Online, dan tanggapan pembaca yang cenderung menyanggah tulisan Allan Nairn dan menilai bahwa tulisan tersebut merupakan politik adu domba yang ingin memecah belah bangsa Indonesia. Dari temuan tersebut, ditemukan adanya dominasi kekuasaan militer Indonesia dalam wacana isu penggulingan Jokowi. Hal ini didukung dengan konstruksi media dan tanggapan pembaca yang cenderung berpihak pada militer Indonesia.;---This research discusses the political discourse in Indonesian media online. Using the critical discourse analysis framework of Van Dijk and Halliday's transitivity system, this study reveals the representation of power, its media construction, and reader response to the issue of Jokowi's overthrow as president revealed by an American journalist, Allan Nairn. This qualitative study was conducted to answer three research questions, i.e. how the issue of Jokowi's overthrowing is represented by Allan Nairn, how the construction of media and reader's response to the discourse. The data used in this study is a text written by Allan Nairn published on the Tirto.id, three texts from three online news sites in Indonesia (Detik.com, Kompas.com, Republika Online), and reader responses taken from the comment column of the texts. This research found that in outline Allan Nairn divides power in two opposite camps, namely President Jokowi and the Indonesian military force, TNI. President Jokowi is represented no more powerful than TNI. Moreover, TNI tends to be represented as a party against President Jokowi. While in response to the writings of Allan Nairn, the national online news sites construct the issue differently. Detik.com tends to be careful. They do not fully justify or disprove. While Kompas.com, Republika Online, and the response from the comment section tend to disapprove Allan Nairn’s article and see it as a threat to Indonesia. From these findings, it is found the domination of Indonesian military power in the discourse of the issue of the overthrow of Jokowi. This is supported by the media construction and reader responses that tend to side with the Indonesian military.

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S2)
Additional Information: No. Panggil : T LING SIT r-2018; Pembimbing : I. Dadang Sudana, II. Aceng Ruhendi; NIM. : 1602670.
Uncontrolled Keywords: analisis wacana kritis, wacana politik, konstruksi media, representasi, kekuasaan, berita daring, critical discourse analysis, political discourse, media construction, representation, power, online new.
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics
P Language and Literature > PL Languages and literatures of Eastern Asia, Africa, Oceania
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Linguistik S-2
Depositing User: Isma Anggini Saktiani
Date Deposited: 04 Mar 2020 09:55
Last Modified: 04 Mar 2020 09:55
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/47427

Actions (login required)

View Item View Item