PENYELESAIAN KRISIS EKONOMI 1997-2001 DI KOREA SELATAN DAN INDONESIA : SEBUAH PERBANDINGAN

Adhesya Dewi Komara, - (2018) PENYELESAIAN KRISIS EKONOMI 1997-2001 DI KOREA SELATAN DAN INDONESIA : SEBUAH PERBANDINGAN. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_SEJ_1404179_Title.pdf

Download (168kB)
[img] Text
S_SEJ_1404179_Abstract.pdf

Download (109kB)
[img] Text
S_SEJ_1404179_Table_of_content.pdf

Download (114kB)
[img] Text
S_SEJ_1404179_Chapter1.pdf

Download (234kB)
[img] Text
S_SEJ_1404179_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (315kB)
[img] Text
S_SEJ_1404179_Chapter3.pdf

Download (258kB)
[img] Text
S_SEJ_1404179_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (755kB)
[img] Text
S_SEJ_1404179_Chapter5.pdf

Download (199kB)
[img] Text
S_SEJ_1404179_Bibliography.pdf

Download (273kB)
Official URL: http://repository.upi.edu/

Abstract

Skripsi ini berjudul Penyelesaian Krisis Ekonomi 1997-2001 di Korea Selatan dan Indonesia : Sebuah Perbandingan. Latar belakang penulisan skripsi ini adalah karena peneliti menemukan bahwa Korea Selatan dan Indonesia sama-sama terkena krisis ekonomi 1997, tetapi akhir krisis yang dialami kedua negara ini berbeda. Korea Selatan menyelesaikan krisis jauh lebih cepat dari Indonesia, sehingga membuat peneliti bertanya-tanya kebijakan apakah yang dicanangkan pemerintah di Korea Selatan dan Indonesia yang membuat akhir penyelesaian krisisnya menjadi berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan-kebijakan yang dilakukan di kedua negara untuk mengatasi krisis, lalu membandingkan kebijakan-kebijakan tersebut sehingga muncul analisis faktor apa saja yang mempengaruhi penyelesaian krisis di kedua negara. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah metode penelitian sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, dan historiografi. Sumber yang digunakan kebanyakan adalah sumber yang berasal dari arsip, buku, dan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan penyelesaian krisis di Korea Selatan dan Indonesia berbeda. Korea Selatan mengatasi krisis dengan restrukturisasi korporasi dan restrukturisasi perbankan serta dibantu rakyatnya yang supportif melalui Gold Collecting Campaign. Indonesia menyelesaikan krisis dengan bergantung pada hutang yang diberikan IMF, sehingga lebih sulit untuk melepaskan diri dari hutang itu dan menyelesaikan krisis. Selain faktor kebijakan, terdapat faktor lainnya yang menjadi penentu keberhasilan penyelesaian krisis di kedua negara. Rekomendasi yang dapat disampaikan oleh peneliti adalah adanya pembangunan karakter bagi bangsa Indonesia karena penyelesaian krisis juga tidak luput dari karakter manusianya;--- This thesis is entitled The Completion of The Economic Crisis 1997-2001 in South Korea and Indonesia : A Comparison. The background of this script writing is because researcher found that South Korea and Indonesia are equally affected by the economic crisis 1997, but the end of the crisis experienced by these two countries is different. South Korea resolves the crisis much faster than Indonesia, which makes researcher wonder what policies the government is doing in South Korea and Indonesia that makes the end of the resolution of the crisis different. The purpose of this study was to find out the policies carried out in both countries to overcome the crisis, then compare the policies so that analysis of the factors affecting the resolution of the crisis in the two countries emerged. The research method used by researcher is a historical research method consisting of heuristics, criticism, and historiography. Sources used mostly are sources that come from archives, books, and journals. The result of the study show that crisis resolution policies in South Korea and Indonesia are different. South Korea overcame the crisis with corporate restructuring and banking restructuring, and assisted its supportive people with a Gold Collecting Campaign. Indonesia resolves the crisis by relying on debt given by IMF, making it more difficult to escape the debt and resolve the crisis. In addition to policy factors, there are other factors that determine the success of crisis resulotion in both countries. Recommendation that can be conveyed by researcher is that there must be character building for the Indonesian people because the resolution of the crisis is also not spared from the human character.

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil : S SEJ ADH p-2018; Nama Pembimbing : I. Lely Yulifar, II. Yeni Kurniawati; NIM : 1404179;
Uncontrolled Keywords: Krisis Ekonomi 1997, kebijakan pemerintah, restrukturisasi perbankan, restrukturisasi korporasi, International Monetery Fund ;---Economic Crisis 1997-2001, government policies, corporation restructuring, banking restructuring, International Monetary Fund.
Subjects: L Education > LA History of education
Q Science > Q Science (General)
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Sejarah
Depositing User: YUSUP REZA ADITYA HARDIAN
Date Deposited: 13 Feb 2020 07:40
Last Modified: 13 Feb 2020 07:40
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/45252

Actions (login required)

View Item View Item