KAJIAN DAYA TARIK WISATA GUNUNG PANTEN DI KABUPATEN MAJALENGKA

Arie Ramadhan Pribudianto, - (2018) KAJIAN DAYA TARIK WISATA GUNUNG PANTEN DI KABUPATEN MAJALENGKA. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_GEO_1405431_Title.pdf

Download (340kB)
[img] Text
S_GEO_1405431_Abstract.pdf

Download (217kB)
[img] Text
S_GEO_1405431_Table_of_content.pdf

Download (177kB)
[img] Text
S_GEO_1405431_Chapter1.pdf

Download (326kB)
[img] Text
S_GEO_1405431_Chapter2.pdf

Download (200kB)
[img] Text
S_GEO_1405431_Chapter3.pdf

Download (467kB)
[img] Text
S_GEO_1405431_Chapter4.pdf

Download (4MB)
[img] Text
S_GEO_1405431_Chapter5.pdf

Download (69kB)
[img] Text
S_GEO_1405431_Bibliography.pdf

Download (137kB)
[img] Text
S_GEO_1405431_Appendix.pdf

Download (1MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Kawasan Gunung Panten sebagai tujuan wisata di Kabupaten Majalengka, yang membuat banyak wisatawan datang berkunjung karena memiliki daya tarik wisata alam, budaya, dan minat khusus yang juga memiliki keunikan wisata, atraksi wisata, aktivitas wisata dan event wisatanya yang beragam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan dan pemanfaatan wisata Gunung Panten sebagai daya tarik wisata di Kabupaten Majalengka. Metode yang digunakan yaitu metode Deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, studi literatur, skala likert, dan pengharkatan. Wisata alam di objek wisata ini memiliki keunikan dan kekhasan ekosistem yaitu hutan, bukit dan pegunungan, selain itu ada daya tarik wisata budaya petilasan prabu siliwangi yang merupakan satu komplek kawasan Gunung Panten dan yang paling menonjol adalah daya tarik minat khusus yaitu terbang menggunakan paralayang dan gantole dengan didampingi oleh atlet yang sudah memiliki lisensi terbang. Objek wisata ini sering dimanfaatkan sebagai tempat wisata seperti melihat pemandangan, jalan-jalan, bersantai, outbond dan fotografi. Tempat wisata ini juga sering dimanfaatkan sebagai tempat olahraga paralayang dan gantole, tempat menginap setara hotel dan kemping, tempat pembelajaran geografi di SMA, dan sering dimanfaatkan sebagai venue kejuaran paralayang dan gantole tingkat regional dan nasional. Faktor penghambat untuk bisa memanfaatkan objek wisata Gunung Panten agar lebih maksimal lagi terhambat oleh adanya turbulensi di Gunung Panten yang membuat atlet susah untuk mengendalikan paralayang, selain itu tingkat pendidikan di Desa sidamukti yang kurang menunjang wisata, dan belum lengkapnya sarana dan prasarana untuk menunjang olahraga paralayang, selain itu aksebilitas yang kurang memadai, terakhir cinderamata yang kuarang beragam. ;---Panten Mountain area as a tourist destination in Majalengka District, which makes many tourists come to visit because it has natural attractions, cultural attractions, and special interests which also have a variety of tourist attractions, tourist attractions, tourist activities and various tourist events. The purpose of this study was to determine the development and utilization of Mount Panten tourism as a tourist attraction in Majalengka District. The method used is descriptive method. Data collection is done by interview, observation, literature study, Likert scale, and rating. Nature tourism in this tourism object has the uniqueness and distinctiveness of ecosystems, namely forests, hills and mountains, besides that there is a cultural attraction of petilasan prabu siliwangi which is one of Mount Panten area complexes and the most prominent is the attraction of special interest that is flying using paragliding and gantole accompanied by an athlete who has a flight license. This tourism object is often used as a tourist attraction such as seeing sights, sightseeing, relaxing, outbound and photography. This tourist spot is also often used as a paragliding and gantole gym, a hotel-equivalent place to stay and camping, a place to study geography in high school, and is often used as a venue for regional and national paragliding and gantole championships. Inhibiting factors to be able to take advantage of Mount Panten attractions to be more maximal hampered by the presence of turbulence on Mount Panten which makes athletes difficult to control paragliding, besides the level of education in Sidamukti Village which is less supportive of tourism, and incomplete facilities and infrastructure to support paragliding In addition, inadequate accessibility, the last souvenir I made varies.

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil : S GEO ARI k-2018; Pembimbing : I. Darsiharto, II. Dadang Sungkawa; NIM : 1405431.
Uncontrolled Keywords: Daya Tarik Wisata, Gunung Panten, Paralayang dan Gantole, Tourist Attractions, Mount Panten, Paragliding and Gantole.
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
G Geography. Anthropology. Recreation > GB Physical geography
G Geography. Anthropology. Recreation > GF Human ecology. Anthropogeography
Divisions: Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial > Pendidikan Geografi
Depositing User: YUSUP REZA ADITYA HARDIAN
Date Deposited: 13 Feb 2020 07:38
Last Modified: 13 Feb 2020 07:38
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/44725

Actions (login required)

View Item View Item