TOPONIMI DAN SIKAP BAHASA MASYARAKAT KABUPATEN BEKASI TERHADAP NAMA TEMPAT: Kajian Sosiolinguistik Di Kabupaten Bekasi

Bayu Iqbal Anshari, - (2018) TOPONIMI DAN SIKAP BAHASA MASYARAKAT KABUPATEN BEKASI TERHADAP NAMA TEMPAT: Kajian Sosiolinguistik Di Kabupaten Bekasi. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_BSI_1407208_Title.pdf

Download (35kB)
[img] Text
S_BSI_1407208_Table_of_Content.pdf

Download (70kB)
[img] Text
S_BSI_1407208_Abstract.pdf

Download (62kB)
[img] Text
S_BSI_1407208_Chapter1.pdf

Download (124kB)
[img] Text
S_BSI_1407208_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (157kB)
[img] Text
S_BSI_1407208_Chapter3.pdf

Download (327kB)
[img] Text
S_BSI_1407208_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (578kB)
[img] Text
S_BSI_1407208_Chapter5.pdf

Download (57kB)
[img] Text
S_BSI_1407208_Bibliography.pdf

Download (147kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Nama tempat merupakan cerminan dari sekelompok orang terhadap wilayah yang mereka tempati. Oleh karena itu, nama tempat adalah refleksi pikiran sekelompok masyarakat untuk memberikan ciri khas pada tempat. Sikap bahasa merupakan cara pandang sesorang dalam menilai positif dan negatif suatu bahasa. Sikap bahasa masyarakat Kabupaten Bekasi terbentuk dengan kehadiran bahasa daerah lain, bahasa nasional, dan bahasa asing sehingga Masyarakat Bekasi toleran terhadap bahasa-bahasa baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik. Selain itu, penelitian ini menggunakan metode survei dan dokumentasi. Penelitian ini memuat tahapan analisis data, reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan tiga hal. Pertama, nama tempat di Kabupaten Bekasi berbentuk kata dan frasa. Data berupa kata adverbia lebih banyak ditemukan dibandingkan dengan verba, nomina, dan partikel, karena umumnya kata adverbia digunakan untuk menunjukan sifat-sifat warga atau tempat tersebut. Kedua, klasifikasi kultural dalam nama-nama tempat di Kabupaten Bekasi didominasi oleh aspek sosial budaya dibandingkan dengan aspek fisik. Hal ini disebabkan oleh persepsi masyarakat Kabupaten Bekasi yang optimis terhadap masa depan sehingga nama tempat yang beraspek fisik jarang ditemukan di Kabupaten Bekasi. Ketiga, masyarakat Kabupaten Bekasi umumnya memiliki sikap positif terhadap bahasa daerah dan bahasa nasional dan sikap negatif terhadap bahasa asing. Hasil di atas disebabkan oleh adanya rasa bangga terhadap bahasa daerah dan bahasa nasional sehingga bahasa asing dalam nama-nama tempat kurang mendapat respek dari masyarakat Kabupaten Bekasi. Ketiga jawaban penelitian tersebut menunjukan bahwa Masyarakat Kabupaten Bekasi menghargai nama-nama tempat berbahasa daerah dan nasional. Lalu, nama-nama tempat di Kabupaten Bekasi menunjukan bahwa mereka selalu optimis terhadap masa depan. ..... The name of the place reflects the group of people in the area they occupy. Therefore, the name of the place is a reflection of the mind of a group of people to give a distinctive feature to the place. Language attitudes are a way of looking occasionally in a positive and unique view of language. The language attitude of the Bekasi Regency community is formed with other languages, communities, and the language of the community of the Bekasi Society of Bekasi tolerant of new languages. This study uses a sociolinguistic approach. In addition, this study uses survey and documentation methods. This research underlines data analysis, data reduction, presentation data, and deduction of conclusions. The results of this study show three things. First, the name of the place in Bekasi Regency is in the form of words and phrases. Data in the form of adverb words is more commonly found than verbs, nouns, and particles, because adver words to assess the properties or places. Second, cultural classification in the names of places in Bekasi Regency. This is due to the perception of the people of Bekasi Regency who are optimistic about the future. The name of a place with physical resources is rarely found in Bekasi Regency. Third, the people of Bekasi Regency generally have a positive attitude towards negative language and language. The results above are caused by a sense of pride in the national language and language. The names in the names of places did not get a response from the people of Bekasi Regency. The responsibility of the research shows that the Bekasi Regency community likes the names of regional and national learning places. Then, the names of places in Bekasi Regency show that they are always optimistic about the future.

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil : S BSI BAY t-2018; Pembimbing I. Nuny Sulistiany Idris, II. Mahmud Faiya; NIM : 1407208
Uncontrolled Keywords: sosiolinguistik, sikap bahasa, nama tempat, sosiolinguistics, language attitude, place name,
Subjects: L Education > L Education (General)
P Language and Literature > P Philology. Linguistics
P Language and Literature > PL Languages and literatures of Eastern Asia, Africa, Oceania
Divisions: Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni > Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia > Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia (nonpendidikan)
Depositing User: Mr Tatang Saja
Date Deposited: 02 Dec 2019 03:17
Last Modified: 02 Dec 2019 03:17
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/43956

Actions (login required)

View Item View Item