RESPONS EKSPLAN MEGAGAMETOFIT Pinus merkusii Jung. & Devr. PADA MEDIA DCR DENGAN KOMBINASI ZPT BA, 2,4-D DAN NAA YANG BERBEDA

Rai Irtifaul Fikri, - (2018) RESPONS EKSPLAN MEGAGAMETOFIT Pinus merkusii Jung. & Devr. PADA MEDIA DCR DENGAN KOMBINASI ZPT BA, 2,4-D DAN NAA YANG BERBEDA. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_BIO_1401396_Title.pdf

Download (128kB)
[img] Text
S_BIO_1401396_Table_of_Content.pdf

Download (168kB)
[img] Text
S_BIO_1401396_Abstract.pdf

Download (161kB)
[img] Text
S_BIO_1401396_Chapter1.pdf

Download (154kB)
[img] Text
S_BIO_1401396_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (543kB)
[img] Text
S_BIO_1401396_Chapter3.pdf

Download (183kB)
[img] Text
S_BIO_1401396_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (612kB)
[img] Text
S_BIO_1401396_Chapter5.pdf

Download (70kB)
[img] Text
S_BIO_1401396_Bibliography.pdf

Download (217kB)
[img] Text
S_BIO_1401396_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (441kB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Pinus (Pinus merkusi Jung & Devr) merupakan salah satu tanaman hutan asli Indonesia yang penting dalam konservasi. Penggunaannya yang beragam membuat permintaan Pinus merkusii semakin tinggi setiap tahunnya. Embriogenesis somatik sebagai salah satu teknik mikropopagasi telah digunakan sebagai alternatif propagasi konifer di berbagai Negara. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan, mengidentifikasi respons in vitro dan keberhasilan induksi embriogenesis somatik dari megagametofit yang ditanam pada medium DCR yang mengandung 2,4-D, NAA dan BA. Konsentrasi 2,4-D yang digunakan adalah 9 μM, NAA 9 μM dan campuran keduanya dengan konsentrasi masing-masing 4,5μM sedangkan BA adalah 2 μM, 3 μM dan 4 μM. Eksplan yang digunakan adalah megagametofit dari strobilus berukuran 5-7cm yang mengandung embrio zigotik muda. Setelah 2 bulan kultivasi dalam kondisi gelap eksplan menunjukkan hasil berupa beberapa respons yakni perbesaran eksplan, pembentukan kalus dan perkecambahan. Pembentukan kalus terbanyak (55,5%) didapatkan dari kombinasi 9µM NAA dan 3µM BA. Pembesaran eksplan muncul dengan persentase yang tinggi diatas 50% seperti dalam medium tanpa auksin dengan 3µM BA, kombinasi 9 µM NAA dengan 4 µM BA dan 9 µM 2,4-D tanpa sitokinin. Respons berupa terbentuknya kecambah dan tidak terbentuknya embrio somatik dalam penelitian ini diasumsikan sebagai akibat dari ekslpan yang dikultur dalam medium merupakan megagametofit dengan embrio yang sudah melewati fase cleavage polyembryony. Pemilihan embrio untuk induksi embriogenesis somatik Pinus merkusii dapat ditentukan melalui penanggalan pollinasi dan perkembangan embrio pra-kotiledon. ..... Pine (Pinus merkusi Jung & Devr) is one of Indonesia's native forest plants that is important in conservation. Its diverse use makes the demand for Pinus merkusii higher every year. Somatic embryogenesis as one of the mycopopagation techniques has been used as an alternative to conifer propagation in various countries. This study aims to find, identify in vitro responses and the success of somatic embryogenesis induction of megagametophytes cultured on DCR medium containing 2,4-D, NAA and BA. The concentrations of 2,4-D used were 9 μM, 9 μM NAA and a mixture of both with 4.5μM while BA was 2 μM, 3 μM and 4 μM. The explants used were megagametophytes from 5-7cm strobilus containing young zygotic embryos. After 2 months of cultivation explants in the dark conditions showed results in the form of several responses namely explant enlargement, callus formation and germination. The highest callus formation (55.5%) was obtained from a combination of 9µM NAA and 3µM BA. Enlargement of explants appeared with a high percentage above 50% as in an medium free auxin with 3µM BA, a combination of auxin 9 µM NAA with 4 µM BA and 9 µM 2,4-D without cytokines. The response of germination and not the formation of somatic embryos in this study is assumed as a result of explant cultured in the medium is a megagametofit with embryos that have passed the phase of cleavage polyembryony. The selection of embryos for induction of somatic embryogenesis Pinus merkusii can be determined by dating pollination and development of pre-cotyledon embryos.

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Additional Information: No. Panggil : S BIO RAI r-2018 ; Pembimbing I. Adi Rahmat, II. R. Kusdianti; NIM : 1401396
Uncontrolled Keywords: Pinus merkusii, 2,4-dichlorophenoxyacetic acid (2,4-D), 6-benzyladenine (BA), 1-naphthaleneacetic acid (NAA), embriogenesis somatik, Pinus merkusii, 2,4-dichlorophenoxyacetic acid (2,4-D), 6-benzyladenine (BA), 1-naphthaleneacetic acid (NAA), somatic embryogenesis.
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Q Science > QH Natural history > QH426 Genetics
Divisions: Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam > Jurusan Pendidikan Biologi
Depositing User: Mr Tatang Saja
Date Deposited: 08 Oct 2019 03:51
Last Modified: 08 Oct 2019 03:51
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/43174

Actions (login required)

View Item View Item