PENGUATAN DIRI MERAIH HUSNUL KHOTIMAH MELALUI PROGRAM PESANTREN MASA KEEMASAN DI PONDOK PESANTREN DAARUT TAUHIID (Studi Kasus pada Santri Lansia di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid)

Kartini, - (2019) PENGUATAN DIRI MERAIH HUSNUL KHOTIMAH MELALUI PROGRAM PESANTREN MASA KEEMASAN DI PONDOK PESANTREN DAARUT TAUHIID (Studi Kasus pada Santri Lansia di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid). S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img] Text
S_PLS_1504907_Title.pdf

Download (319kB)
[img] Text
S_PLS_1504907_Chapter1.pdf

Download (219kB)
[img] Text
S_PLS_1504907_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (380kB)
[img] Text
S_PLS_1504907_Chapter3.pdf

Download (243kB)
[img] Text
S_PLS_1504907_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (572kB)
[img] Text
S_PLS_1504907_Chapter5.pdf

Download (129kB)
[img] Text
S_PLS_1504907_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (5MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

ABSTRAK PENGUATAN DIRI MERAIH HUSNUL KHOTIMAH MELALUI PROGRAM PESANTREN MASA KEEMASAN DI PONDOK PESANTREN DAARUT TAUHIID (Studi Kasus pada Santri Lansia di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid) KARTINI 1504907 UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA Program Pesantren Masa Keemasan (PMK) merupakan program yang diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan belajar bagi masyarakat yang telah memasuki usia 45 tahun ke atas (lanjut usia) dalam rangka meraih husnul khotimah. Program khusus bagi lansia sudah banyak diselenggarakn diberbagai daerah, akan tetapi program PMK ini dikemas dalam bentuk pelatihan dengan pendekatan Andragogi. Menurut Simamora dalam buku yang ditulis Kamil berjudul Model Pendidikan dan Pelatihan konsep dan aplikasi menyatakan bahwa pelatihan sebagai serangkaian yang dirancang untuk meningatkan keahlian-keahlian, pengetahuan, pengalaman, ataupun perubahan sikap seorang individu. Lanjut usia merupakan seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk: 1) mengetahui perencanaan program PMK di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, 2) memperoleh data tentang pelaksanaan program PMK di Pondok Pesantren Daaarut Tauhiid, 3) mengetahui proses evaluasi program PMK di Pondok Pesantren Daaarut Tauhiid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah enam orang yang terdiri dari pengelola program PMK, Tutor, Pendamping warga belajar, serta alumni program PMK. Hasil dari penelitian ini meperoleh data sebagai berikut: 1) Perencanaan program PMK dikemas dalam bentuk pelatihan dengan pendekatan Andragogi. Terdiri dari identifikasi kebutuhan, potensi, dan masalah, perumusan tujuan, kurikulum yang tidak kaku dan dirancang sendiri oleh lembaga. Motivasi belajar yang tinggi bersumber dari dorongan intrinsik yaitu pengalaman hidup yang diperkuat dengan dorongan ekstrinsik berupa pengetahuan tentang agama (Religiusitas), hal itu mampu mengalahkan kemunduran kondisi fisik, serta membentuk kesiapan warga belajar PMK dalam belajar cukup siap untuk menjalankan proses pembelajaran. Orientasi belajar program PMK yaitu mendapatkan stimulus dalam memperteguh diri serta menambah bekal dalam menjalani masa akhir kehidupan. 2) Pelaksanaan penyelenggaraan program PMK terdiri dari tiga tahapan yaitu tahap pertama registrasi ulang, wawancara, pre test, dan tes kesehatan. Tahap kedua adalah orientasi. Tahap ketiga yaitu pelaksanaan kegiatan belajar mengajar sampai evaluasi dan wisuda. Setiap tahap pelaksanaan program senantiasa dikondisikan dalam suasana kekeluargaan. 3) Evaluasi program PMK menggunakan dua jenis evaluasi yaitu evaluasi pembelajaran dengan pre test, post test, dan evaluasi harian serta evaluasi program menggunakan instrument questioner. Dampak program PMK terlihat dari aktivitas alumni PMK yang kontinum melaksanakan kegiatan sosial di sekitar Ponpes DT, serta membentuk majlis taklim untuk memfasilitasi alumni PMK yang masih bersemangat untuk belajar di daerah ponpes DT. Kata Kunci : Program PMK Melalui Pelatihan ABSTRACT SELF-STRENGTHENING IN ACHIEVING HUSNUL KHATIMAH THROUGH GOLDEN AGE PESANTREN PROGRAM AT PESANTREN DAARUT TAUHIID (Case Study on Elderly Santri at Pesantren Daarut Tauhiid) KARTINI 1504907 INDONESIA UNIVERSITY OF EDUCATION The Golden Age Pesantren Program (PMK) is a program organized to meet the learning needs of people who have entered the age of 45 years and above (elderly) in order to achieve Husnul Khotimah. Special programs for the elderly have been held in various regions, but the PMK program is packaged in the form of training with the Andragogy approach. According to Simamora in a book written by Kamil entitled Educational and Training Models concepts and applications state that training is a series designed to remind the skills, knowledge, experience, or change in the attitude of an individual. Elderly is someone who has reached the age of 60 years and over. The purpose of this research is to: 1) find out the planning of PMK program at Daarut Tauhiid Islamic Boarding School, 2) obtain data on the implementation of the PMK program at Daaarut Tauhiid Islamic Boarding School, 3) know the process of evaluating the PMK program at Daaarut Tauhiid Islamic Boarding School. This research uses a qualitative approach and case study method. Data collection techniques using interviews, observation, and study documentation. Participants in this study amounted to six people consisting of PMK program managers, tutors, assisting residents of learning, and alumni of the PMK program. The results of this study obtained the following data: 1) The planning of the PMK program is packaged in the form of training using the Andragogy approach. Consists of identifying needs, potential, and problems, formulating goals, curriculum that is not rigid and is designed by the institution. High learning motivation comes from intrinsic drive, namely life experiences that are strengthened by extrinsic encouragement in the form of knowledge about religion (Religiosity), it is able to defeat the deterioration of physical conditions, as well as shape the readiness of PMK learning citizens in learning to be quite ready to carry out the learning process. The learning orientation of the PMK program is to get a stimulus to strengthen oneself and increase provision in living the end of life. 2) The implementation of the PMK program consists of three stages, namely the first stage of re-registration, interviews, pre-tests, and medical tests. The second stage is orientation. The third stage is the implementation of teaching and learning activities through evaluation and graduation. Every stage of program implementation is always conditioned in a family atmosphere. 3) Evaluation of the PMK program uses two types of evaluation, namely evaluation of learning with pre-test, post-test, and daily evaluation as well as program evaluation using an instrument questioner. The impact of the PMK program can be seen from the activities of the PMK alumni who are carrying out social activities around the Ponpes DT, as well as forming majlis taklim to facilitate PMK alumni who are still eager to study in the DT boarding school area. Keywords: PMK Program Through Training

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Uncontrolled Keywords: Program PMK Melalui Pelatihan.
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan > Pendidikan Luar Sekolah
Depositing User: Kartini
Date Deposited: 02 May 2020 15:04
Last Modified: 02 May 2020 15:04
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/42946

Actions (login required)

View Item View Item