INDIVIDUALISASI PENDIDIKAN REFLEKSI KRITIS EKSISTENSIALISME SØREN AABYE KIERKEGAARD TENTANG EKSISTENSI MANUSIA DALAM SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA

Achmad, Firdaus (2013) INDIVIDUALISASI PENDIDIKAN REFLEKSI KRITIS EKSISTENSIALISME SØREN AABYE KIERKEGAARD TENTANG EKSISTENSI MANUSIA DALAM SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA. S3 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[img]
Preview
Text
D_PU_1007182_Title.pdf

Download (243kB) | Preview
[img]
Preview
Text
D_PU_1007182_Abstract.pdf

Download (227kB) | Preview
[img]
Preview
Text
D_PU_1007182_Table_of_Content.pdf

Download (232kB) | Preview
[img]
Preview
Text
D_PU_1007182_Chapter1.pdf

Download (349kB) | Preview
[img] Text
D_PU_1007182_Chapter2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (872kB)
[img]
Preview
Text
D_PU_1007182_Chapter3.pdf

Download (597kB) | Preview
[img] Text
D_PU_1007182_Chapter4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (871kB)
[img]
Preview
Text
D_PU_1007182_Chapter5.pdf

Download (338kB) | Preview
[img]
Preview
Text
D_PU_1007182_Bibliography.pdf

Download (293kB) | Preview

Abstract

Kehidupan sosial yang masih dipadati oleh prilaku negatif, terutama di kalangan pelajar, seperti: penggunaan obat-obatan terlarang, pergaulan seks bebas, dan tawuran, merupakan gambaran dari sebagian wajah bangsa Indonesia. Pendidikan yang sejatinya diharapkan mampu membekali dan membentuk anak bangsa dengan kepribadian berkarakter terpuji, seakan kurang berdaya dalam memainkan perannya. Realitas fenomenal ini telah mengusik daya tarik penulis untuk berpikir kritis dan radikal guna selanjutnya membangun sebuah pemikiran paradigmatis tentang pendidikan, yang sejatinya berperan memanusiakan manusia. Dengan menjadikan eksistensialisme Kierkegaard sebagai cermin bagi upaya refleksi dalam bangunan paradigma, penelitian berbentuk studi pustaka ini penulis fokuskan pada pemaknaan terhadap manusia dalam sistem pendidikan di Indonesia. Fokus penelitian ini berisikan: 1. Pemaknaan tentang manusia dalam Eksistensialisme Kierkegaard; 2. Pemaknaan tentang manusia dalam sistem pendidikan di Indonesia; 3. Paradigma pendidikan berbasis pengembangan nilai-nilai individual. Proses analisis terhadap fokus penelitian tersebut penulis lakukan dengan menggunakan metode hermeneutika kritis yang bersumber dari pola pikir metodisnya Jürgen Habermas. Untuk kepentingan proses penafsiran terhadap realitas teks pada objek formal yang berisikan pemikiran Kierkegaard, dan realitas teks pada objek material yang berisikan pemaknaan tentang manusia dalam sistem pendidikan di Indonesia, penulis menggunakan readerly sebagai sistem pendekatan. Setelah melakukan proses pembacaan, penafsiran dan refleksi kritis, dalam penelitian ini, penulis menyimpulkan, bahwa: 1. Dalam eksistensialisme Kierkegaard, manusia dimaknai sebagai : a. Gerombolan individu yang masing-masing sedang bereksistensi menjadi dirinya sendiri dalam ruang sosial; b. Esensi (hakikat) dari manusia adalah individu yang konkret dan unik. 2. Dalam sistem pendidikan di Indonesia, manusia dimaknai sebagai: a. Gerombolan atau kelompok yang berinteraksi dalam peran kependidikan berbeda; b. Pembinaan serta pengembangan potensi individu masih dirancang dalam kepentingan yang terpilah, sehingga potensial memberangus keutuhan nilai-nilai keunikan dan konkrisitas individu; 3. Pendidikan berbasis pengembangan individual adalah sebuah sistem pendewasaan yang menyediakan ruang luas bagi individu untuk mengekspresikan eksistensi kediriannya. Berdasarkan simpulan penelitian, penulis menyampaikan rekomendasi dalam bentuk tawaran pemikiran. Tawaran dimaksud penulis istilahkan dengan individualisasi pendidikan, yaitu sebuah paradigma kependidikan yang berlandaskan kesadaran akan kesejatian nilai-nilai unik dan konkret pada individu. Kata Kunci: Individualisasi Pendidikan, Eksistensialisme Kierkegaard. Social life that is still filled mostly with negative behavior, especially among students, such as: the use of illegal drugs, extra-marital sex and brawl constitutes part of the picture of the face of Indonesia. Education, which is expected to equip the children of this nation with commendable personality, is still powerless in playing its role. This phenomenal reality has encouraged the writer to think critically and radically in order to further build a paradigm of thought on education, which essentially aims to humanize man. Using Kierkegaard's existentialism as a mirror for reflection effort in a paradigmatic construction, the writer in this library research focused on the definition of human beings in the education system in Indonesia. The focus of this research includes: 1. The definition of man in Kierkegaard's existentialism; 2. The definition of human beings in the education system in Indonesia; 3. The paradigm of education based on the development of individual values. The analytical process of the focus of research used the method of critical hermeneutics which comes from the methodical mindset of Jürgen Habermas. The interpretation process of the reality of the text on the formal object that contains Kierkegaard thought, and the reality of the text on the material object that contains the definition of human beings in the education system in Indonesia, the writer used the readerly approach system. Upon completion of the reading, interpretation and critical reflection in this study, the writer concluded that: 1. in Kierkegaard's existentialism, human beings are defined as: a) a horde of individuals each being in existence to be himself in a social space; b) the essence of human beings is a unique and concrete individual. 2. in the education system in Indonesia, human beings are defined as: a) hordes or groups that interact in different education role; b) the development of individual potential is still designed in the segregated interests, thus potentially suppressing the integrity of values of the individual’s uniqueness and concreteness; 3. the development of individual-based education is a nurture system which provides a wide space for the individual to express the self-existence. Based on conclusion of the study, the writer made recommendations in the form of an offer of thought. The offer is what the writer termed as the Individualization of Education, which is an education paradigm based on an awareness of the unique and concrete values in the individual. Keywords: Individualization of Education, Kierkegaard‘s Existentialism.

Item Type: Skripsi Tesis Atau Disertasi (S3)
Subjects: Universitas Pendidikan Indonesia > Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Umum/Nilai S-3
Divisions: Sekolah Pasca Sarjana > Pendidikan Umum/Nilai S-3
Depositing User: Riki N Library ICT
Date Deposited: 05 Dec 2013 04:36
Last Modified: 05 Dec 2013 04:36
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/3771

Actions (login required)

View Item View Item