PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA WEBSITE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR TINGKAT TINGGI SISWA SMK PPN LEMBANG

Thia Ashipa, - (2019) PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA WEBSITE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR TINGKAT TINGGI SISWA SMK PPN LEMBANG. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

[thumbnail of S_PTA_1505073_Tittle.pdf] Text
S_PTA_1505073_Tittle.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of S_PTA_1505073_Chapter 1.pdf] Text
S_PTA_1505073_Chapter 1.pdf

Download (403kB)
[thumbnail of S_PTA_1505073_Chapter 2.pdf] Text
S_PTA_1505073_Chapter 2.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (485kB)
[thumbnail of S_PTA_1505073_Chapter 3.pdf] Text
S_PTA_1505073_Chapter 3.pdf

Download (939kB)
[thumbnail of S_PTA_1505073_Chapter 4.pdf] Text
S_PTA_1505073_Chapter 4.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (909kB)
[thumbnail of S_PTA_1505073_Chapter 5.pdf] Text
S_PTA_1505073_Chapter 5.pdf

Download (287kB)
[thumbnail of S_PTA_1505073_Appendix.pdf] Text
S_PTA_1505073_Appendix.pdf
Restricted to Staf Perpustakaan

Download (2MB)
Official URL: http://repository.upi.edu

Abstract

Model pembelajaran yang menstimulus kemampuan berpikir tingkat tinggi telah diterapkan dalam proses pembelajaran pengolahan hasil perkebunan dan herbal namun hasilnya belum optimal. Di samping itu, waktu pembelajaran di kelas sangat terbatas, sedangkan materi cukup banyak sehingga guru sulit membimbing peserta didik untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tingginya. Salah satu model yang relevan digunakan berdasarkan permasalahan tersebut ialah model pembelajaran flipped classroom. Penelitian penerapan model pembelajaran flipped classroom dengan menggunakan media website untuk mendukung aktivitas belajar di rumah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan berfikir tingkat tinggi peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan dengan mengadaptasi metode penelitian tindakan kelas (PTK) oleh Kemmis dan Mc Taggart (1998) sebanyak 3 siklus. Populasi dan sampel yang digunakan yaitu kelas XI-2 APHP SMK PPN Lembang yang berjumla 19 orang. Penilaian aktivitas belajar peserta didik di rumah pada siklus I (83,63%) mengalami peningkatan pada siklus II (85,38%), dan pada siklus III (81,87%). Nilai N-Gain terendah yaitu pada siklus I yaitu 0,35 yang termasuk kategori sedang. Hal tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran flipped classroom dengan media website pada siklus I lebih rendah peningkatan hasil belajarnya dibandingkan pada Siklus II dan siklus III. Pada dimensi menganalisis (C4), peningkatan paling tinggi kemampuan berfikir tingkat tinggi peserta didik terjadi pada siklus III dengan N-Gain untuk kemampuan menganalisi (C4) 0,50. Namun peningkatan tersebut masih terasuk kategori sedang. Begitupun dengan kemampuan mengevaluasi (C5) dan mengkreasi (C6), rata-rata peningkatannya masing-masing 0,33 dan 0,38. Pada penelitian ini flipped classroom mampu meningkatkan kemampuan berfikir tingkat Tinggi Peserta didik.;--Learning models that stimulate high-level thinking skills have been applied in the learning process of processing plantations and herbs but the results have not been optimal. In addition, the learning time in the class is very limited, while the material is sufficiently large so that it is difficult for teachers to guide students to improve their high-level thinking skills. One of the relevant models used based on these problems is the classroom flipped learning model. Research on the application of flipped classroom learning models by using website media is needed in order to improve students' high-level thinking skills. This research was carried out by adapting the class action research method (CAR) by Kemmis and Mc Taggart (1998) in 3 cycles. The population and samples used were the XI-2 class of the Lembang PPN Vocational High School APHP which consisted of 19 people. Assessment of learning activities at home in the first cycle (83.63%) experienced an increase in the second cycle (85.38%), and in the third cycle (81.87%). The lowest N-Gain value is in the first cycle, which is 0.35 which is in the medium category. This shows that the classroom flipped learning model with media website in the first cycle has a lower increase in learning outcomes compared to Cycle II and Cycle III. In the analyzing dimension (C4), the highest increase in students' high-level thinking ability occurs in the third cycle with N-Gain for the ability to analyze (C4) 0.50. But the increase is still included in the medium category. Likewise with the ability to evaluate (C5) and create (C6), the average increase is 0.33 and 0.38 respectively. In this study, flipped classroom is able to improve students' high-level thinking skills.

Item Type: Tugas Akhir,Skripsi,Tesis,Disertasi (S1)
Uncontrolled Keywords: flipped classroom, website, hasil belajar, learning outcome.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BC Logic
L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
Divisions: Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan > Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga > Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri
Depositing User: Thia Ashipa
Date Deposited: 05 Aug 2020 04:52
Last Modified: 05 Aug 2020 04:52
URI: http://repository.upi.edu/id/eprint/37657

Actions (login required)

View Item View Item